NASIONAL

Pilkada 2018 dan Peta Politik Pilgub Sumatera Utara

22886320_1408748802555851_1384623045699593556_n

Presidium BMPH Indonesia ( Wholly Thine Sihombing ) foto by Ozhy

Medan,KabarPersada.com -Kamis 4 Januari 2018 lalu Megawati telah Menunjuk Djarot Saiful Hidayat sebagai calon Gubernur Sumatera Utara 2018-2023 dari PDIP. Dengan masuknya nama Djarot seakan membuat Pilkada Sumatera Utara akan bercita rasa nasional menginggat Djarot adalah tokoh nasional.

Mengapa ia saya sebut tokoh nasional? Karena siapapun yang pernah memimpin DKI Jakarta, maka ia adalah tokoh nasional. Apalagi nama Djarot kian besar tak terlepas dari kejayaan pamor Ahok di masa lalu sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Djarot dan Ahok ibarat satu paket, sehingga nama Djarot melambung tak terlepas dari perannya mendampingi Ahok ketika memimpin DKI Jakarta. Bukan hanya Djarot yang membuat Pilkada Sumatera Utara bercita rasa nasional.

Jauh hari sebelum Djarot masuk dalam pertarungan Pilgub Sumatera Utara 2018, nama Letjen. Edy Ramayadi sudah lebih dulu populer dan turun gunung ke sumatera utara. Tidak sulit bagi Letjen. Edy untuk memperkenalkan namanya pada masyarakat Sumut, karena Edy adalah Pangkostrad sekaligus Ketua Umum PSSI yang tidak hanya dikenal oleh masyakarat Sumut, tetapi seluruh masyarakat Indonesia.

Secara rekam jejak peran letjen. Edy pada rakyat Sumut memang tidak asing, dimana sebelum menjadi Pangkostrad pada 2015, Letjen. Edy pernah menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) I Bukit Barisan.

Sudah dipastikan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara 2018 akan diikuti tiga pasangan calon.

Pasangan Edy Rahmayadi – Musa Rajekshah (Ijeck) diusung enam partai yakni, Gerindra, PKS, PAN, Golkar, Nasdem dan Hanura.

Sementara itu pasangan JR Saragih dan Ance diusung oleh Partai Demokrat, PKB, dan PKPI.

Terakhir, pasangan Djarot Saiful Hidayat – Sihar Sitorus Pane akan diusung oleh koalisi PDI Perjuangan dan PPP.

“Kalau dari sisi dukungan suara Pileg 2014, maka Edy akan menang sebab Edy didukung oleh koalisi partai dengan 60 persen kursi suara Pileg 2014,” ujar Wholy kepada KabarPersada.com

Namun, Mahasiswa Fakultas Hukum di salah satu kampus di pulau jawa itu menjelaskan bisa jadi kekuatan suara akan berubah jika dianalisis dari peta Pilpres.

“Tapi berdasarkan peta pilpres 2014 di Sumut yang dimenangkan Jokowi 55.7 persen, maka kemungkinan yang menang Djarot, sebab Djarot identik dengan Jokowi, sedangkan Edy identik dengan Prabowo,” tambahnya.

Lalu, bagaimana dengan bakal Paslon JR – Ance. Mereka diprediksi akan merebut suara dari masing-masing paslon lainnya. Bakal paslon “pelangi” itu bisa membuat paslon lain kewalahan.

“Adapun Kehadiran JR-Ance, justru akan mengurangi suara keduanya yaitu suara Edy dan Djarot. Sebab JR akan berupaya menggaet basis Kristen dan Ance akan berupya merebut basis Islam,” jelas Wholy.

Sedangkan, untuk pemetaan kekuatan suara berdasarkan wilayah, Wholy memprediksi Pantai Timur akan jadi medan pertempuran yang panas.

“Edy akan berupaya menang di Pantai Timur, sementara Pantai Barat dan Dataran Tinggi akan diupayakan Djarot juga JR. Jadi, Pantai Timur yang dominan Islam diperkirakan akan menjadi rebutan bagi semua kontestan,” pungkas Wholy Thine Sihombing. (Ozhy)

Salam Damai Selalu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.