INSPIRASI

Kado Cinta Dari Jalanan (Untuk Para Petarung Hidup)

555555555555555555555555555555555555555555

Ramadhan Mohammad Syahrul, SH

 

Halal! kebanyakan orang memandang sebelah mata kata itu. Mario bekerja di salah satu pasar di Jakarta, jauh dari nama “kantoran”. Cuma kuli panggul, ingat! cuma kuli panggul. Sebetulnya hal ini tidak pernah terpikirkan olehnya, karena sebelumnya ia pernah mengenyam bangu kuliah, meski rehat atau vakum sementara. tapi kehidupan macam ini membuat dirinya terasa menikmati hidup.

Malam ini jadwal angkat telur, lumayanlah – sekali mario beraksi dengan memindahkan kotak demi kotak telur dari truk ke lapak dagangan, mario bisa mendapat upah sebesar ‘tujuh ribu rupiah’.

“Boss! kopi dulu lah”, sahut seorang laki-laki berbadan kecil dan berkulit gelap. “Joni” namanya, laki-laki asal Sumatera yang mencoba peruntungan di Ibukota Negara ini.

“Siap komandan!”, jawab Mario sambil melipat kain sarung lusuhnya. Mario dan Joni memang baru kenal sekitar empat bulan, meski baru kenal – tapi Mario merasa nyaman jika ia berkeluh kesan dengannya, apalagi bang joni ini cukup peduli.

Mario masih teringat, ketika pertama datang ke tempat ini, Bang Joni lah yang menunjukan lapak kosong tanpa sertifikat untuk merebahkan diri, dan juga kadang mereka berbagi makanan.

“Bang, mana nih truknya? belum kunjung datang”
“Haha..! lemaskan otot kita dululah, lumayan hebat nanti kita akan tarik urat-urat tangan kita”, jawab bang Joni sambil mengeluarkan asap rokok berbentuk lingkaran.
“Satu,dua,atau sepuluh truk?”, tanya Mario.
“Cukup lima! semoga sebelum subuh sudah selesai kita kerja”.

*****
Sekarang pukul sebelas, mungkin setengah jam lagi truk pengangkut truk itu datang. Mereka duduk sambil menikmati kopi panas, banyak tawa dan keceriaan hadir. Sesekali juga mereka tertawa puas, canda yang membabi buta. Padahal babi itu kalau buta seperti apa?.

“Hei bang! kita ni kerja malam terus sudah kayak kalong ya?”.
“Bukan kalong lagi! tapi babi ngepet mungkin”, jawab Joni dengan tawa khasnya.

Senyuman dan wajah berseri terlahir. Entahlah, mungkin itulah momen yang amat terekam bagi mereka berdua, dimana canda dan tawa mengalir, seperti mata air yang tulus melewati celah-celah bebatuan, apapun yang ada didepannya pasti dilewati – entah pahitnya keadaan atau bahkan setitik manis.

“Kulit kau putih, tatto besar macam artis band metal! tapi siapa sangka? hanya kuli macam saya ha ha…”, ledek Joni kepada Mario.
“Ni tatto ku buat di Bali, ketika dulu liburan bang!”, jawabnya sambil meminum segelas kopi yang menjadi hangat karena sentuhan dinginnya malam.
“Mantab lah! bisa liburan ke Bali, lebih baik kau pulang sana ! kau bisa duduk manis di kasur empuk!”, sahut Joni dengan wajah ceria penuh ledekan.
“Ha ha … itulah seninya bang! kalo aku gak tinggalkan rumah, macam mana aku bisa jumpa makhluk limited edition macam kau bang!”, jawab mario sambil tertawa puas.

Truk itu pun datang, mereka segera menyiapkan tenaga dan tentu saja handuk kecil yang melingkar di leher.

Mario dan kehidupannya saat ini, masih mampu tersenyum. tak lupa ia berterima kasih pada sekeliling. Entah tak ada ucapan atau perkataan keTuhanaan bagi dirinya, seperti tak hadir atau iya yang tak sadar.

Banyak orang duduk manis, berselimut tebal saat malam, beruangan dingin dan kasur yang empuk. Di sisi lain, ada Mario dan sahabat-sahabtnya, yang tetap berdiri tegar melawan kerasnya arus kehidupan bawah tanah.

Dalam pikirannya, inilah pertarungan hidup. Kalian adalah diri kalian sendiri – bukan karena siapa bapak kalian. Tapi jadilah kalian yang mampu berdiri tegar tanpa membanggakan kedudukan orang tua atau merongrongnya. Siapa kuat dia yang menang, bukan karena siapa bapak kalian!.

Untukmu para petarung hidup, lelah, letih, tawa, tangisan atau senyuman – biarkan berjalan pada tempatnya karena keadaan tak pernah salah. maju terus atau mati dalam gelisah. Bahkan orang matipun masih ingin berkuasa “benderanya berwarna Putih”.

By RMS

Iklan

Kategori:INSPIRASI, SERBA SERBI

Tagged as:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.