HUKUM DAN KRIMINAL

Irfan Santri Asal Madura Yang Berhasil Bunuh Begal Yang Lagi Viral Di Media

Irfan Remaja madura yang berhasil membunuh begal di daerah Bekasi

Irfan Remaja madura yang berhasil membunuh begal di daerah Bekasi

Bekasi,30/05/2018.KabarPersada.com- Muhamad Irfan Bahri alias MIB menjadi sosok viral setelah dirinya dikabarkan ditetapkan tersangka oleh Polisi setelah membunuh begal yang mau merampas hape nya.

Remaja 19 tahun ini, nekad melawan si begal yang bernama Aric Saifulloh (17 tahun). Dalam duel tersebut, MIB berhasil mengalahkan Aric yang bersenjatakan pisau.

Aric akhirnya tewas sedangkan temanya IY, kritis karena kalah duel melawan MIB, pemuda asal Madura ini.

Awalnya polisi menyebut MIB sebagai tersangka dalam kasus ini, namun belakangan Kapolres Bekasi Kombes Indarto mengklarifikasi ucapan anak buahnya dan menyatakan MIB masih menjadi saksi.

Pemuda asal Madura, Jawa Timur Muhammad Irfan Bahri (19), ditetapkan tersangka oleh pihak kepolisian, setelah aksinya duel lawan pelaku begal. Muhammad Irfan Bahri atau MIB, ditetapkan tersangka karena pelaku begal yang diketahui bernama Aric Saifuloh (17) meninggal setelah duel dengan dirinya, pada Rabu 23 Mei 2018 lalu.

Malam itu, MIB tidak sendirian. Dia bersama kerabatnya, Ahmad Rofii. Sedangkan Aric pelaku begal datang bersama rekannya, IY. IY sendiri kritis di rumah sakit setelah kalah duel dengan MIB dan rekannya. Sementara, MIB sendiri, mengalami luka luka bacokan pada bagian lengan, pipi, punggung, serta paha.

Begitu pula dengan kerabatnya, Ahmad Rofii, juga mengalami luka pada pundaknya karena disabet celurit oleh pelaku begal. “Kalau saya tidak melawan, saya yang mati,” kata Irfan kepada wartawan di rumah pamannya, RT 4 RW 7 Nomor 25, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Selasa 29 Mei .

Irfan menjelaskan dini hari itu, Ia bersama dengan kerabatnya baru saja pulang dari Alun-Alun Kota Bekasi di Jalan Pramuka, Bekasi Selatan. Karena baru sepekan di Kota Patriot ini, Irfan mengajak kerabatnya untuk mampir ke kawasan Summarecon Bekasi, karena belum pernah ke lokasi tersebut.  “Saya duduk-duduk dulu di bawah lihat pemandangan, kemudian naik ke atas jembatan (fly over Summarecon),” kata Irfan. Sampai di atas, sepeda motor diparkir di bahu jalan, Irfan lalu naik ke trotoar. Dia mengeluarkan telepon genggamnya untuk swasfoto. Ternyata, sekitar 15 menit kemudian dua orang pemuda tak dikenal menghampirinya. “Dia pertama meminta HP saudara saya, lalu dikasih karena sudah mengacungkan celurit,” kata Irfan.

Pelaku rupanya tak berhenti di kerabatnya. Irfan mengaku dihampiri juga dan diancam untuk memberikan telepon genggamnya. Irfan menolak, dan melihat bahwa celurit besar yang diacungkan tersebut tampak dibungkus sarung, Irfan akhirnya melawan. “Saya pikir hanya untuk menakut-nakuti, tidak tahunya dia membacok,” kata Irfan seperti dilansir merdekacom. Menurut dia, bacokan pertama mengenai lengannya. Tak ingin mati konyol, Irfan lalu melawan. Duel pun terjadi, sampai akhirnya celurit berpindah tangan. Karena terus duel, pelaku perampokan akhirnya terkena sabetan celurit. “Dia bilang, ampun Bang-ampun Bang. Saya bilang, serahkan HP teman saya.

Kemudian diserahkan, mereka lalu kabur ke kawasan arah Piramida Summarecon,” kata dia. Irfan yang terluka bacok bergegas menuju klinik tak jauh dari kediaman pamannya. Esoknya lalu melapor ke polisi bahwa terlibat perkelahian dengan pelaku perampokan. Irfan tidak tahu kalau perampok yang dia lawan duel telah meninggal di rumah sakit. Tersangka Pembunuhan Meskipun telah menetapkan tersangka, Kepolisian Resor Metro (Polresto) Bekasi Kota, Jawa Barat, tetap melibatkan tim ahli dari kalangan akademisi untuk memberikan pertimbangan hukum terkait kasus tersebut. Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Kasat Reskrim Polrestro Bekasi Kota AKBP Jairus Saragih di Bekasi, Senin lalu, mengungkapkan, MIB telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap Aric Saipulloh. “meskipun secara keterangan MIB mengaku membela diri dari serangan begal,” kata Jirus Saragih.

Polisi berpedoman pada Pasal 351 ayat 3 KUHP tentang hilangnya nyawa seseorang. “Kami melibatkan dua tim ahli dari kalangan akademisi. Kita minta masukan apakah perbuatan MIB bisa dikatakan sebagai bela diri atau tidak,” katanya. Menurut dia, konsultasi tim ahli butuh waktu sepekan kedepan untuk memutuskan status tersangka terhadap MIB akan dilanjutkan hingga proses pengadilan atau tidak. Baca :Keluarga tersangka Curas tuding Polisi aniaya hingga tewas, ini kata Kapolsek “Pendapat ahli nanti bisa menggugurkan status tersangka MIB bila memang perbuatannya itu masuk dalam kriteria membela diri,” katanya. (*whl)

Link Video :

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.