Catatan inspiratif

[Balada Negeriku] Ini Indonesia Bung!

22405582_136541023758525_9154092465553614540_n

Oleh 

Mohammad Syahrul Ramadhan, SH

( Direktur Celebest Center )

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) saat ini mulai kehilangan identitas awalnya sebagai negara indah dan kaya. Indah dan kaya alamnya. Indah dan kaya ragam budayanya. Dulu kita dikenal dengan negara yang rakyatnya cinta gotong-royong. Negara kita tercinta ini mulai digempur dengan sifat individualis dan benci keindahan. Kenapa saya mengatakan hal demikian? Pemberitaan tentang bencana alam yang melanda berbagai daerah di Indonesia setidaknya menunjukkan bahwa kurang bersahabatnya kita dengan alam Indonesia. Dulu orang hidup bersahabat dengan alam dan sederhana. Sekalipun nenek moyang kita melakukan eksplorasi alam namun tidak untuk eksploitasi, melainkan hanya memanfaatkan sesuai kebutuhan. Namun saat ini, kita lebih banyak melakukan eksploitasi dengan sifat serakah. Tidak ada rasa terima kasih terhadap alam yang telah menyediakan dan memberikan semua kebutuhan kita. Bukankah itu cerminan bahwa kita individualis dan benci keindahan? Setidaknya ini curahan pendapat saya sendiri. Kawan sekalian punya pendapat masing-masing. Ini Indonesia Bung!

Negara Kesatuan Republik Indonesia

Negara Kesatuan Republik Indonesia

Pemberitaan yang sedang ramai dibicarakan tentang permasalahan bangsa ini sangat terkait dengan masalah individualis dan benci keindahan. Kita bahas masalah banjir terlebih dulu. Hal ini sudah tentu menjadi masalah seluruh wilayah Indonesia yang letak permukaan tanah lebih rendah. Lebih banyak terjadi di daerah perkotaan. Banjir terjadi karena banyak faktor namun bencana ini hanya implikasi dari perilaku manusia terhadap lingkungan alam sekitarnya. Contohnya saat ini sudah banyak hutan yang dibuka untuk lahan perkebunan dan perumahan atau yang lebih dikenal dengan istilah deforestasi. Jika ditelusuri lebih jauh deforestasi terjadi karena lemahnya penegakan aturan oleh elit pemerintah. Lebih banyak karena korupsi yang merasuk dalam lingkungan pemerintah. Ada hutan lindung yang sengaja dijual oleh oknum pemerintah korup kepada pengusaha serakah. Hutan berubah menjadi kebun kelapa sawit. Sebut saja masalah suap yang membelit Sri Hartati Murdaya dengan Bupati Buol. Mereka merupakan salah satu contoh keserakahan individual dan benci keindahan alam. Belum lagi saat ini kita mulai akan sulit menemukan sawah di beberapa daerah Indonesia karena telah beralih fungsi menjadi perumahan. Perubahan ini membawa masalah baru karena kebanyakan pembangunan tidak selaras dengan alam. Saluran pembuangan tidak besar, sampah, air hujan tidak banyak terserap tanah, dan banyak lagi. Kita juga menjadi salah satu penyumbang ketidakselarasan pembangunan dengan kelestarian alam. Hal kecil saja seperti membuang sampah pada tempat sampah jarang sekali kita lihat. Ada beberapa orang yang patuh membuang sampah pada tempatnya namun kebanyakan tidak melakukan hal tersebut. Saya seringkali melihat orang tua mengajarkan anaknya membuang sampah sembarang tempat. Ini contoh individualis dan kebencian akan keindahan yang dipupuk dan ditumbuhkan oleh orang tua terhadap anak. Menyedihkan sekali. Namun, ketika kita mencoba mengingatkan kesalahan orang seperti itu, mereka seakan-akan mengatakan bahwa Ini Indonesia Bung! Kebobrokan menjadi hal lumrah dan justru kejujuran dan keindahan itu menjadi tontonan langka.

IKLAN-KPU-GIF

Selain banjir ada lagi masalah yang menjadi permasalahan Indonesia yaitu kedisiplinan. Orang disiplin akan menjadi orang yang punya kepedulian terhadap orang lain, artinya tidak individualis. Kedisiplinan juga mengajarkan kita menjadi manusia yang cinta keindahan. Disiplin itu cerminan orang berintegritas. Lha, kok bisa begitu? Lihatlah betapa indahnya Indonesia ketika hampir semua warganya disiplin. Kita bakal melihat antrian teratur pada saat menerima bantuan, membeli tiket, dan banyak lagi. Jumlah kecelakaan jalan raya akan menjadi turun drastis karena semua yang berhak mengendarai kendaraan bermotor adalah mereka yang sudah cukup umur dan lulus ujian. Apakah hal tersebut sesuai dengan realita saat ini? Sulit untuk menemukan itu. Saat ini lebih banyak orang kita yang mengutamakan dirinya dari orang lain. Sudah banyak contoh yang dibahas di berbagai media tentang susahnya orang Indonesia diatur oleh sebuah aturan. Saya pernah mencoba untuk menerapkan disiplin berkendara dengan memperhatikan orang lain seperti berhenti saat ada orang yang ingin menyeberang di zebra cross, namun justru saya hampir saja ditabrak oleh mobil di belakang saya. Pernah juga saya ingin menyeberang menggunakan zebra cross bersama teman tetapi dia memilih tidak menggunakan zebraa cross tersebut. “Ini Indonesia Bung!”, begitu katanya. Ternyata kebanyakan dari pengguna jalan raya tidak mengetahui kegunaan zebra cross. Kenapa bisa begitu? Banyak faktor yang mempengaruhi tetapi faktor utamanya adalah informasi. Informasi seperti ini seharusnya dijadikan salah satu materi pelajaran saat di sekolah dasar dan diberikan contoh nyatanya.

images (10)

Satu lagi contoh individualis dan kebencian akan keindahan oleh orang Indonesia adalah selalu berpuas diri dan sombong. Saya pernah mendengarkan rekaman pidato fenomenal Bung Karno tentang perjalanannya di negara Eropa. Beliau mengatakan bahwa Indonesia jauh lebih indah dari luas negeri, namun justru itu yang membuat kita menjadi bangsa malas. Sifat malas muncul karena terlalu sering berpuas diri dan tidak ingin berbuat lebih bagi orang lain. Semoga hal ini tidak terjadi pada kita sebagai generasi penerus bangsa. Sudah saatnya kita mengatakan “Ini Indonesia Bung!” untuk hal-hal bersifat positif dan bukan karena kelanggengan terhadap perilaku negatif. Semoga tercapai semuanya. Aamiin.

By RMS

 

 

download.jpg

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.