KOTA SAMARINDA

Anggota DPRD Pelaku Persekusi Itu Ngotot Tidak Mau Minta Maaf

minta-maaf-urung-dilakukan

DALAM SOROTAN: Ahmad Vananzda (tengah) belum ada iktikad untuk meminta maaf.

Samarinda-Kabarpersada.com, – PUBLIK tampaknya sudah telanjur kecewa dengan tindakan tiga oknum anggota dewan dari fraksi PDI Perjuangan. Ahmad Vananzda, Suriani, Hairil Usman. Ketiganya disebut-sebut melakukan perbuatan tidak menyenangkan terhadap dua warga Balikpapan, yang mengendarai Yamaha Jupiter MX KT 6369 LT. Desakan masyarakat untuk meminta maaf sudah dilakukan saat kantor dewan di Jalan Basuki Rahmat, Samarinda Kota, digeruduk ratusan orang dari simpatisan salah satu partai, Rabu (19/9) lalu.

Ahmad Vananzda dan Suriani hadir saat itu. Minus Hairil Usman, yang kabarnya sedang berada di salah satu rumah sakit di Kota Tepian untuk menjenguk keluarganya. Tak banyak yang disampaikan Vananzda saat pertemuan digelar di ruang paripurna DPRD Samarinda. “Insyaallah, kita semua masih bersaudara,” sebutnya saat itu.

Pria yang mengenakan hem putih bertuliskan Harley-Davidson di belakangnya itu meminta, untuk sama-sama menghormati mekanisme dari pimpinan, termasuk badan kehormatan (BK) DPRD Samarinda. Berbeda dengan Suriani, tak sepatah kata pun keluar dari mulut perempuan berjilbab yang kembali maju di pemilihan calon legislatif (caleg) dari fraksi PDI Perjuangan.

39906001_322787258462490_7336059537503289344_n

Bahkan, setelah pertemuan itu berakhir, dia terus menarik tangan Vananzda untuk keluar dari ruangan. “Ayo, sudah. Nanti saja bicaranya,” ujar Suriani sembari beranjak pergi. Keluarnya pria yang berucap disebut kurang sopan saat memersekusi dua pengendara, juga dikawal ketat kepolisian. Padahal, masyarakat yang saat itu mendatangi kantor dewan, meminta untuk secepatnya Vananzda dan dua rekannya, melakukan permintaan maaf di depan publik.

Hingga Sabtu (22/9), juga tak ada tanda-tanda Vananzda bakal menggelar permintaan maaf. Bahkan, sehari sebelumnya, pria yang kembali maju dan mendaftarkan diri sebagai anggota dewan itu dikabarkan menghadap Hamri Haz, ketua MUI Kaltim. Desakan tersebut juga tak membuat Vananzda, atau oknum anggota dewan lainnya besar hati untuk minta maaf.

Baik MUI Kaltim atau Samarinda yang diketuai Zaini Naim, sama-sama menyarankan Vananzda untuk meminta maaf. Dihubungi terpisah, Zaini menyebut, permintaan maaf itu tentu tak juga bisa menggugurkan masalah. “Apa susahnya minta maaf, biar kondisinya kembali sejuk,” sebut Zaini. Begitu pula dengan Hamri Haz, yang sudah menyarankan untuk sesegera mungkin meminta maaf.

Dalam video berdurasi 1 menit 18 detik yang sudah menyebar luas, Vananzda mengucapkan perkataan kurang sopan. Dari siaran gambar bergerak, tampak pula Hairil menarik baju bertuliskan #2019GantiPresiden yang dikenakan pemuda yang dibonceng, hingga nyaris terjatuh. Hasil penelusuran Kaltim Post, dua orang yang menggunakan Yamaha Jupiter MX KT 6369 LT, adalah warga Balikpapan. Keduanya berinisial WS dan AD.

images (5).jpg

“Ya, benar. Tapi jangan disebutkan dulu nama terangnya,” tegas Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Sudarsono, saat ditemui media ini kemarin. Perwira melati satu yang suka berpenampilan santai itu menyebut, dengan senang hati menerima laporan korban. “Itu lebih bagus,” tegasnya.

Selain melakukan pemeriksaan terhadap korban, polisi juga kini sedang mempelajari video persekusi yang sudah menyebar. “Semuanya sedang berjalan,” jelas Sudarsono.

Kasus yang kini tengah memanas itu, merupakan buntut dari dilarangnya pelaksanaan deklarasi #2019GantiPresiden. Di beberapa daerah, aksi serupa juga mendapat perlawanan. Padahal, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyebut tidak menyalahi aturan. Begitu pun dengan kriminolog Universitas Indonesia, Muhammad Mustofa. Menurutnya, hal itu kerap dikaitkan dengan momen tertentu. “Rasanya, tidak ada aturan atau hukum yang menyebut, dilarang menggunakan baju bertuliskan #2019GantiPresiden,” sebutnya. (*at )

 

17.04.Mockup.Infographic.Proses.Daftar.GRAB_Keuntungan_ngegrab.png

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.