MALINAU

Perayaan Irau Semakin Dekat, Masyarakat Antusias

1

BAKAL MERIAH: Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si saat memasuki arena pelaksanaan Irau pada Irau tahun sebelumnya. Irau tahun ini masuk dalam kalender 100 wonderful event yang ditetapkan Kementerian Pariwisata.

Malinau-Kabarpersada.com, – Kurang lebih 20 hari lagi, pagelaran akbar seni budaya akan dilaksanakan Kabupaten Malinau. Pagelaran yang akan menampilkan seni budaya 11 etnis suku asli Kabupaten Malinau dan paguyuban-paguyuban etnis nusantara yang ada di Malinau ini disebut Irau. Irau diselenggarakan dalam rangka menyambut dan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Malinau.

Dengan waktu yang hanya menghitung hari tersebut, antusias masyarakat menyambutnya sangat besar. Tidak hanya warga Malinau, tapi dari luar Malinau, khususnya Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dan sampai ke seluruh Indonesia.

Tidak hanya sekadar ingin menyaksikan satu demi satu acara yang akan ditampilkan, tapi juga antusiasme masyarakat dari luar Malinau untuk turut serta mencari peruntungan untuk berdagang, baik warung makan, konveksi, aksesoris dan lain sebagainya. Karena, Irau menjadi berkah tersendiri bagi mereka.

“Saya ingin mendaftar stan untuk berjualan. Kami sudah mengetahui event ini sejak beberapa bulan yang lalu,” ujar Yoanita, perempuan paruh baya asal Berau, Kalimantan Timur itu melalui aplikasi pesan media sosial kepada pewarta.

Daikui, semenjak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau melalui bagian dan dinas terkait mempublikasikan akan adanya Irau, antusias bertanya terkait pelaksanaan Irau dan juga hanya sekadar mengucapkan kata kekaguman pun terlontar di akun-akun media sosial milik Pemkab Malinau. “Ini event yang ditunggu-tunggu,” Arif, warga Tarakan.

Sementara itu, Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si menegaskan, acara Irau ke-9 tahun 2018 merupakan salah satu cara masyarakat Malinau membangun bangsa melalui budaya. “Jadi, ada masa kita membangun dalam konteks fisik (infrastruktur), ya saat ini (Irau) kita membangun dalam konteks budaya,” ujar Bupati.

Semua etnis lokal maupun nusantara, nantinya akan diperlakukan sama dan dipersilakn menampilkan budaya masing-masing di Irau. Di sinilah, kata Bupati, keberagaman Malinau yang menjadi salah satu kekayaan Malinau akan terlihat sesuai dengan filosofi “Pelangi”, yaitu berwarna-warni menjadi satu dan indah. Sama seperti Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tapi satu jua. Dan itulah menjadi kekuatan bertumbuh kembangnya masyarakat Bangsa Indonesia di Bumi Intimung.

“Kita tidak sekadar mensyukuri, kita tidak sekadar beraktivitas untuk memeriahkan acara HUT, tapi kita mengangkat tema “Budaya Membangun Bangsa” sebagai komitmen kita bahwa keberagaman etnis, budaya dan lain-lainnya yang kita miliki adalah kekuatan untuk tumbuh berkembangnya semua masyarakat bangsa,” katanya. (*ar )

 

spanduk-karya-kaltim-depan

Iklan

Kategori:MALINAU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.