Hari Juang Polri 2026, Para Pemimpin Lintas Generasi Kembali Menyatu di Mabes Polri

Friday, 21 August 2026 - 22:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA–Ada pemandangan istimewa dalam Peringatan Hari Juang Polri Tahun 2026 di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta, Jumat (21/8/2026). Sejumlah mantan Kapolri dan Wakapolri dari berbagai masa hadir bersama jajaran pimpinan serta personel Polri saat ini dalam satu momentum untuk mengenang perjalanan panjang pengabdian Kepolisian.

Upacara dipimpin Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. Kehadiran para senior Polri membuat peringatan Hari Juang di Mabes Polri terasa istimewa. Para tokoh yang pernah mengemban amanah memimpin institusi pada masanya kembali hadir di tengah keluarga besar Bhayangkara.

Hari Juang Polri yang diperingati setiap 21 Agustus merupakan momentum untuk mengenang perjuangan Polisi Istimewa dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Peringatan ini merujuk pada Proklamasi Polisi di Surabaya pada 21 Agustus 1945, ketika Inspektur Polisi Kelas I Moehammad Jasin bersama anggota Polisi Istimewa menyatakan kesetiaan kepada Republik Indonesia dan mengambil sikap berdiri bersama rakyat mempertahankan kemerdekaan.

Semangat keberanian, kesetiaan, dan pengabdian para pendahulu tersebut menjadi nilai yang terus diwariskan dan diwujudkan Polri dalam menghadapi tantangan di setiap zaman.

Salah satu pemandangan yang menarik perhatian adalah kehadiran sejumlah mantan Kapolri. Jenderal Polisi (Purn) Drs. Roesmanhadi, S.H., M.M., M.H.; Jenderal Polisi (Purn) Drs. H. Bambang Hendarso Danuri, M.M.; Komjen Pol (Purn) Drs. Adang Daradjatun; Komjen Pol (Purn) Drs. R. Makbul Padmanagara; serta Komjen Pol (Purn) Drs. Oegroseno, S.H., hadir dalam upacara tersebut.

Dari unsur PP Polri dan PKBB, turut hadir sejumlah purnawirawan perwira tinggi Polri. Mereka yang pernah mengemban amanah dalam berbagai periode kepemimpinan hadir bersama generasi Polri yang kini menjalankan tugas.

Kehadiran para senior tersebut membuat Lapangan Bhayangkara seolah menjadi ruang yang mempertemukan perjalanan panjang Polri dalam satu momentum. Para pemimpin dari berbagai masa berdiri bersama jajaran pimpinan dan personel Polri saat ini.

Momen tersebut bukan sekadar pertemuan para purnawirawan dengan generasi aktif. Lebih dari itu, kehadiran mereka menjadi gambaran bahwa perjalanan Polri dibangun melalui pengabdian banyak generasi.

Para mantan pimpinan Polri pernah menghadapi tantangan sesuai zamannya. Kini, generasi Polri menghadapi tantangan yang berbeda, mulai dari dinamika keamanan, perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga tuntutan masyarakat terhadap pelayanan Kepolisian yang semakin baik.

Namun, nilai dasar pengabdian tetap sama, yakni menjaga keamanan, melindungi masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan pelayanan terbaik kepada bangsa dan negara.


Purnatugas Bukan Akhir dari Pengabdian

Kehadiran para senior juga memperlihatkan bahwa purnatugas bukan akhir dari hubungan dengan institusi.
Pengalaman, keteladanan, dan kepedulian terhadap Polri tetap menjadi bagian dari perjalanan keluarga besar Bhayangkara. Para senior yang pernah memimpin institusi kini hadir sebagai saksi perjalanan Polri sekaligus bagian dari sejarah yang terus dikenang.

Suasana tersebut semakin kuat ketika seluruh peserta mengikuti rangkaian upacara dengan khidmat. Para senior dan personel aktif berada dalam satu lapangan, membawa pengalaman dari masa yang berbeda, tetapi dipertemukan oleh institusi dan semangat pengabdian yang sama.

Hari Juang Polri menjadi momentum untuk melihat bahwa sebuah institusi tidak dibangun dalam satu masa. Ada perjalanan panjang, pengabdian banyak generasi, serta nilai-nilai yang terus dijaga.

Kapolri di Surabaya, Wakapolri di Jakarta

Pada waktu yang sama, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., memimpin Upacara Hari Juang Polri di Monumen Polisi Istimewa, Surabaya, Jawa Timur.

Surabaya memiliki makna historis karena menjadi tempat Proklamasi Polisi pada 21 Agustus 1945. Jika Surabaya mengajak seluruh insan Bhayangkara menengok kembali akar sejarah perjuangan Polisi, Jakarta menghadirkan wajah perjalanan panjang institusi melalui pertemuan para pemimpin dan senior Polri lintas generasi.

Dua lokasi tersebut membawa pesan yang saling melengkapi: sejarah menjadi sumber nilai, sementara pengabdian hari ini menjadi wujud nyata untuk meneruskan nilai tersebut.

Kobarkan Semangat Hari Juang

Semangat Hari Juang Polri Tahun 2026 juga dilaksanakan oleh seluruh jajaran Polda di Indonesia.

Upacara dan berbagai kegiatan digelar di wilayah masing-masing sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pendahulu sekaligus momentum memperkuat komitmen memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat.

Dari pusat hingga daerah, seluruh keluarga besar Polri kembali diingatkan bahwa tantangan Kepolisian akan terus berubah. Namun, keberanian, integritas, loyalitas, profesionalisme, dan semangat melayani masyarakat harus tetap menjadi bagian dari karakter setiap insan Bhayangkara.

Peringatan di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri akhirnya menghadirkan pesan yang sederhana namun kuat.
Para pemimpin boleh datang dari masa yang berbeda. Tantangan boleh berubah. Namun, semuanya dipertemukan oleh satu sejarah dan satu pengabdian: Polri untuk bangsa dan negara.**

Facebook Comments Box

Penulis : tra ginting

Sumber Berita : Humas Polri

Berita Terkait

IPW Bongkar Dugaan Skenario di Balik Kerusuhan 27 Agustus: Siapa Dalangnya?
PAKAR Pertanyakan Fungsi Intelkam Polda Metro Jaya Usai Pedagang Cermin Tewas di Pejompongan
Di Tengah Derasnya Abu Vulkanik Sinabung, Polri Pastikan 374 Warga di Pengungsian Terlayani
Sketsa Sudah Ada, Pelaku dan Motif Kematian Pedagang Cermin Masih Misteri
Kompolnas Minta Polda Metro Bongkar Otak Kericuhan 27 Agustus, Jejak Dana Diburu
Hangatnya Pertemuan Kapolri dengan Pramuka: “Kakak Kapolri Ini Juga Anggota Pramuka”
Bekerja Dalam Senyap, Eko Hadi Santoso Kini Sandang Bintang Dua
Sebar Dua Sketsa, Polisi Persempit Pencarian Pelaku Pengeroyokan yang Tewaskan Penjual Cermin di Pejompongan

Berita Terkait

Saturday, 5 September 2026 - 14:55 WIB

IPW Bongkar Dugaan Skenario di Balik Kerusuhan 27 Agustus: Siapa Dalangnya?

Saturday, 5 September 2026 - 11:58 WIB

PAKAR Pertanyakan Fungsi Intelkam Polda Metro Jaya Usai Pedagang Cermin Tewas di Pejompongan

Thursday, 3 September 2026 - 20:42 WIB

Di Tengah Derasnya Abu Vulkanik Sinabung, Polri Pastikan 374 Warga di Pengungsian Terlayani

Thursday, 3 September 2026 - 20:14 WIB

Sketsa Sudah Ada, Pelaku dan Motif Kematian Pedagang Cermin Masih Misteri

Thursday, 3 September 2026 - 15:15 WIB

Hangatnya Pertemuan Kapolri dengan Pramuka: “Kakak Kapolri Ini Juga Anggota Pramuka”

Wednesday, 2 September 2026 - 18:55 WIB

Bekerja Dalam Senyap, Eko Hadi Santoso Kini Sandang Bintang Dua

Wednesday, 2 September 2026 - 16:41 WIB

Sebar Dua Sketsa, Polisi Persempit Pencarian Pelaku Pengeroyokan yang Tewaskan Penjual Cermin di Pejompongan

Tuesday, 1 September 2026 - 14:13 WIB

Pascarusuh DPR, Kapolda Metro Jaya Jenguk Dua Polisi dan Pengemudi Ojol yang Terluka

Berita Terbaru