PAKAR: Di Tengah Duka Gempa NTT, Kapolri Hadir Memastikan Warga Tak Sendirian

Wednesday, 19 August 2026 - 13:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) meninjau warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2026). (Foto: Istimewa)

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) meninjau warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2026). (Foto: Istimewa)

JAKARTA — Pemantau Kinerja Aparatur Untuk Keadilan Rakyat (PAKAR) menyoroti kinerja aparat kepolisian dalam merespons dampak gempa bumi bermagnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ketua PAKAR, Ikhwan Andi Aziz, mengatakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama jajaran telah bekerja maksimal dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.

“Dapat dilihat dari keberadaan Kapolri yang berada di tengah-tengah warga terdampak gempa,” kata Ikhawan Andi Aziz pada Selasa (18/8/2026).

Diketahui, Kapolri mengerahkan ratusan personel Bawah Kendali Operasi (BKO) ke Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membantu penanganan serta pemulihan masyarakat terdampak gempa M 7,7.

Polri juga menyiagakan sejumlah armada udara untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses melalui jalur darat. Armada tersebut diprioritaskan untuk mengangkut kebutuhan logistik sekaligus melakukan pemantauan dari udara.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi, Kapolri memastikan pasokan logistik terus disalurkan. Bantuan tersebut berasal dari polda-polda jajaran dengan total mencapai 247,66 ton.

“Ini membuktikan Kapolri hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ikhwan juga menilai Kapolri dan jajaran mampu memanfaatkan waktu secara optimal dalam penanganan bencana sejak gempa terjadi pada Sabtu (15/8/2026).

Bantuan logistik dan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak gempa di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT, juga telah disalurkan.

“Kapolri dan jajaran melakukan manajemen waktu dengan sangat baik,” tambahnya.
Sementara itu, Basarnas menyampaikan perkembangan terbaru penanganan gempa NTT. Hingga hari ketiga, jumlah korban yang tercatat mencapai 202 orang.

“Sampai dengan hari ketiga kemarin, pukul 23.30 WIB, telah kami kompulir, total korban adalah 202 orang, meninggal dunia 70 orang dan luka-luka 132 orang,” kata Direktur Operasi Basarnas, Laksma TNI Yudhi Bramantyo, dalam konferensi pers, Selasa (18/8/2026).

Dari 132 korban luka tersebut, sebanyak 40 orang mengalami luka berat dan 92 orang mengalami luka ringan. Petugas Basarnas masih melakukan penyisiran di sejumlah lokasi terdampak.

“Operasi yang kita lakukan hanya tinggal penyisiran karena berdasarkan laporan atau masukan data dari para korban tidak ada lagi saudara-saudara mereka, tetangga, rekan yang tercatat masih dalam pencarian,” ujar Yudhi.

Basarnas juga membantu penguatan tim pemulihan medis, terutama di wilayah yang sulit dijangkau seperti Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur.

“Hari ini kami turut membantu perkuatan tim kesehatan sesuai arahan Bapak Menkes, khususnya di daerah terdampak cukup besar dan sulit dijangkau, seperti di Lamba Leda,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan adanya perbedaan data korban luka dari Basarnas dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Jumlah korban luka-luka berdasarkan data Kementerian Kesehatan adalah 1.182 orang. Namun, perbedaan data tak perlu dipermasalahkan karena memang dasar perhitungannya yang berbeda,” kata Berton.

Menurut Berton, Basarnas mencatat korban luka berdasarkan orang yang ditemukan dalam penanganan lapangan. Sementara itu, data Kemenkes berdasarkan jumlah warga yang mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan.

“Akan ada sedikit perbedaan data luka-luka, dan ini tidak menjadi polemik,” katanya.

Gempa Susulan Masih Terjadi

Berton juga menjelaskan aktivitas gempa susulan masih terjadi di wilayah terdampak. Aktivitas tersebut diperkirakan berangsur menurun dalam dua hingga tiga pekan ke depan.

“Per hari ini, 18 Agustus 2026, pukul 16.00 WIB, kondisi gempa terkini, jumlah gempa susulan sebanyak 2.119 kali. Magnitudo terbesar adalah 6,2 dan terkecil 1,3. (Magnitudo) Di atas 5 ada 24 kali, sedangkan gempa susulan yang dirasakan sebanyak 70 kali,” ujar Berton.

“Aktivitas gempa masih fluktuatif dan pola peluruhan belum terlihat jelas, diperkirakan kondisi ini akan stabil dalam 2-3 minggu ke depan,” tambahnya.

Gempa M 7,7 mengguncang NTT pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58.24 WIB.**

Facebook Comments Box

Penulis : tra ginting

Sumber Berita : PAKAR

Berita Terkait

Dari Tambak Muara Gembong, Kapolda Metro Jaya Perkuat Rantai Pasok Bahan Baku SPPG
Tegas! Kapolda Sumbar Ultimatum Jajaran: Tak Respons Laporan Pencurian Kabel Telkom, Kapolsek Dicopot
Saat Api Padam, Polisi Tak Beranjak: Buka Dapur Lapangan untuk Warga Kampung Muka
Kapolri: Ulama, Lentera yang Menjaga Arah Perjalanan Bangsa
Wadirlantas PMJ dan Jejak Humanis di Balik Denda ETLE Rp1,5 Juta
Korlantas Turun ke Samsat, Pastikan Integrasi ETLE Mudahkan Masyarakat
Bukan Sekadar Penghargaan, Kapolda Metro Jaya Dorong Anak Buah Peduli Warga
Warga Bekasi Jaga Pilkades Tetap Damai, Polda Metro Jaya Sampaikan Apresiasi

Berita Terkait

Monday, 28 September 2026 - 16:47 WIB

Dari Tambak Muara Gembong, Kapolda Metro Jaya Perkuat Rantai Pasok Bahan Baku SPPG

Monday, 28 September 2026 - 00:15 WIB

Tegas! Kapolda Sumbar Ultimatum Jajaran: Tak Respons Laporan Pencurian Kabel Telkom, Kapolsek Dicopot

Saturday, 26 September 2026 - 16:23 WIB

Kapolri: Ulama, Lentera yang Menjaga Arah Perjalanan Bangsa

Thursday, 24 September 2026 - 10:00 WIB

Wadirlantas PMJ dan Jejak Humanis di Balik Denda ETLE Rp1,5 Juta

Wednesday, 23 September 2026 - 18:01 WIB

Korlantas Turun ke Samsat, Pastikan Integrasi ETLE Mudahkan Masyarakat

Wednesday, 23 September 2026 - 16:01 WIB

Bukan Sekadar Penghargaan, Kapolda Metro Jaya Dorong Anak Buah Peduli Warga

Tuesday, 22 September 2026 - 14:18 WIB

Warga Bekasi Jaga Pilkades Tetap Damai, Polda Metro Jaya Sampaikan Apresiasi

Tuesday, 22 September 2026 - 14:02 WIB

SIM Palsu Bisa Terlihat Asli, Korlantas: Jangan Terjebak Rayuan “Bisa Dibantu”

Berita Terbaru