Tiga “Tor” di Polda Metro: Dadang Konseptor, Adex Eksekutor, Media Monitor

Sunday, 11 October 2026 - 00:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto memilih mendengar saat bertemu puluhan wartawan di Gedung Promoter, Sabtu (10/10/2026). Dari pertemuan itu, Pemimpin Redaksi Beritabatavia.com, Edison Siahaan, merangkum tiga peran: Dadang konseptor, Wakapolda Irjen Pol. Adex Yudiswan eksekutor, dan media monitor.

Pertemuan yang berlangsung santai dan diawali makan siang itu menjadi ruang bagi wartawan untuk menyampaikan pertanyaan, saran, hingga kritik secara langsung.

“Siang ini saya ingin bertemu dengan rekan-rekan wartawan. Tujuannya sebenarnya satu, saya ingin mendengar,” kata Dadang.

Profesor dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) itu menilai masukan wartawan penting untuk mengevaluasi pelayanan kepolisian, mulai dari personel, sistem, hingga manajemen.

“Ini sangat berharga buat saya. Dan ini akan saya pikirkan dan tindak lanjuti,” ujarnya.

Dadang juga membuka saluran pengaduan masyarakat melalui WhatsApp di nomor 08118129494. Mekanisme pengawasan internal melalui Propam tetap tersedia.

“Jadi kita kerja untuk melayani, melayani Jakarta. Itu harus kita lakukan,” katanya.

Bagi Edison, Dadang dan Adex memiliki peran yang saling melengkapi. Dadang membawa perspektif konseptual sebagai akademisi, sedangkan Adex memiliki pengalaman lapangan, termasuk saat menjabat Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya pada 2013.

“Baru pertama kali ini Kapolda Metro Jaya seorang profesor yang jago konseptor, Wakapolda eksekutor, media monitor. Menjadi tiga tor. Ini duet yang pas untuk mendukung program polisi bersama masyarakat,” kata Edison.

Namun, media bukan sekadar mitra komunikasi. Pers tetap harus independen dalam menguji kebijakan, memeriksa pelaksanaannya, dan mengawasi respons kepolisian terhadap keluhan masyarakat.

Pada akhirnya, tiga “tor” itu bukan sekadar formula yang menarik. Konsep perlu diwujudkan dalam tindakan, tindakan harus terukur hasilnya, dan media harus tetap leluasa mengawasi keduanya demi kepentingan publik. **

Facebook Comments Box

Penulis : tra ginting

Berita Terkait

Dari Tambak Muara Gembong, Kapolda Metro Jaya Perkuat Rantai Pasok Bahan Baku SPPG
Tegas! Kapolda Sumbar Ultimatum Jajaran: Tak Respons Laporan Pencurian Kabel Telkom, Kapolsek Dicopot
Saat Api Padam, Polisi Tak Beranjak: Buka Dapur Lapangan untuk Warga Kampung Muka
Kapolri: Ulama, Lentera yang Menjaga Arah Perjalanan Bangsa
Wadirlantas PMJ dan Jejak Humanis di Balik Denda ETLE Rp1,5 Juta
Korlantas Turun ke Samsat, Pastikan Integrasi ETLE Mudahkan Masyarakat
Bukan Sekadar Penghargaan, Kapolda Metro Jaya Dorong Anak Buah Peduli Warga
Warga Bekasi Jaga Pilkades Tetap Damai, Polda Metro Jaya Sampaikan Apresiasi

Berita Terkait

Saturday, 10 October 2026 - 23:59 WIB

PP Polri Buka Hidroterapi Gratis, Wujud Kepedulian kepada Purnawirawan

Saturday, 10 October 2026 - 23:53 WIB

Dari Reuni Kecil Para Jenderal, Muncul Pesan untuk Kapolri Baru

Saturday, 10 October 2026 - 01:58 WIB

Hari Pertama di Polda Metro, Keramahan Kecil Duet Dadang-Adex Mencuri Hati

Tuesday, 6 October 2026 - 18:44 WIB

Sentuhan Humanis di Tengah Aksi Ojol di Depan Gedung DPR/MPR RI

Monday, 5 October 2026 - 12:58 WIB

Berstatus Tersangka, Firli Raih Gelar Doktor Hukum, PAKAR: Kapan Giliran Polda Tuntaskan Perkaranya?

Monday, 5 October 2026 - 12:16 WIB

Ujian Pertama Profesor Dadang: Menembus Tembok Tebal Kasus Firli Bahuri

Sunday, 27 September 2026 - 23:40 WIB

Police Women Run di Bukittinggi, Kapolda Sumbar Ingin Sejarah dan Wisata Ikut Berlari

Saturday, 26 September 2026 - 17:41 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Dasco: Karya dan Pengabdiannya Akan Tetap Dikenang

Berita Terbaru