JAKARTA — Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto memilih mendengar saat bertemu puluhan wartawan di Gedung Promoter, Sabtu (10/10/2026). Dari pertemuan itu, Pemimpin Redaksi Beritabatavia.com, Edison Siahaan, merangkum tiga peran: Dadang konseptor, Wakapolda Irjen Pol. Adex Yudiswan eksekutor, dan media monitor.
Pertemuan yang berlangsung santai dan diawali makan siang itu menjadi ruang bagi wartawan untuk menyampaikan pertanyaan, saran, hingga kritik secara langsung.
“Siang ini saya ingin bertemu dengan rekan-rekan wartawan. Tujuannya sebenarnya satu, saya ingin mendengar,” kata Dadang.
Profesor dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) itu menilai masukan wartawan penting untuk mengevaluasi pelayanan kepolisian, mulai dari personel, sistem, hingga manajemen.
“Ini sangat berharga buat saya. Dan ini akan saya pikirkan dan tindak lanjuti,” ujarnya.
Dadang juga membuka saluran pengaduan masyarakat melalui WhatsApp di nomor 08118129494. Mekanisme pengawasan internal melalui Propam tetap tersedia.
“Jadi kita kerja untuk melayani, melayani Jakarta. Itu harus kita lakukan,” katanya.
Bagi Edison, Dadang dan Adex memiliki peran yang saling melengkapi. Dadang membawa perspektif konseptual sebagai akademisi, sedangkan Adex memiliki pengalaman lapangan, termasuk saat menjabat Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya pada 2013.
“Baru pertama kali ini Kapolda Metro Jaya seorang profesor yang jago konseptor, Wakapolda eksekutor, media monitor. Menjadi tiga tor. Ini duet yang pas untuk mendukung program polisi bersama masyarakat,” kata Edison.
Namun, media bukan sekadar mitra komunikasi. Pers tetap harus independen dalam menguji kebijakan, memeriksa pelaksanaannya, dan mengawasi respons kepolisian terhadap keluhan masyarakat.
Pada akhirnya, tiga “tor” itu bukan sekadar formula yang menarik. Konsep perlu diwujudkan dalam tindakan, tindakan harus terukur hasilnya, dan media harus tetap leluasa mengawasi keduanya demi kepentingan publik. **
Penulis : tra ginting









