Merdeka Institute: Jika Kandidat Ketua Hanya Dua, Kongres Persatuan PWI 2025 Rentan Konflik dan Gesekan

Tuesday, 26 August 2025 - 16:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Eksekutif Merdeka Institute, Mulia Siregar (Ist)

Direktur Eksekutif Merdeka Institute, Mulia Siregar (Ist)

JAKARTA– Lembaga riset Merdeka Institute melihat indikasi munculnya benih-benih konflik menjelang pelaksanaan Kongres Persatuan PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) di Cikarang, Jawa Barat, 29 – 30 Agustus 2025.

Hal itu terlihat dari munculnya dua bakal calon Ketua Umum PWI periode 2025 – 2030 yang sudah mendaftar ke panitia pendaftaran. Kedua kandidat tersebut adalah Hendry Ch. Bangun dan Akhmad Munir.

Hendry Ch. Bangun adalah Ketua Umum PWI hasil Kongres Bandung tahun 2023. Sementara, Akhmad Munir adalah Direktur Utama LKBN Antara.

“Kalau sampai batas akhir pendaftaran kandidatnya hanya dua, ini akan memunculkan kristalisasi dua kubu yang selama ini bersitegang, yakni kubu Hendry dan kubu Zulmansyah,” ujar Direktur Eksekutif Merdeka Institute, Mulia Siregar, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 26 Agustus 2025.

Akhmad Munir, kata Mulia, meski termasuk sosok yang bebas konflik dan bukan berasal dari salah satu dari dua kubu yang berseteru, tapi di barisan pendukungnya ada Zulmansyah Sekedang, Ketua Umum PWI hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Jakarta tahun 2024.

“Isu lama perseteruan kubu Hendry dan kubu Zulmansyah tak terelakkan bakal mengemuka. Padahal, Kongres Persatuan tujuannya untuk menyatukan dua kubu yang berseteru itu. Ini menjadi jauh panggang dari api. Rentan muncul gesekan dan konflik,” tutur Mulia.

Untuk menetralisir kemungkinan tersebut, Mulia berharap muncul minimal satu lagi kandidat yang berasal dari luar kubu yang berseteru. “Ini pilihan yang paling realistis untuk persatuan PWI,” tegasnya.

Benih kembalinya perseteruan dua kubu ini, kata Mulia, sejatinya dimulai dengan munculnya persyaratan minimal 20% dukungan PWI tingkat provinsi atau sekitar 8 provinsi.

“Syarat ini seperti pengkondisian munculnya dua kubu yang selama ini berseteru, dan meminimalisir munculnya kandidat independen. Karena PWI-PWI provinsi yang ada masing-masing berada di salah satu dari dua kubu itu,” ujar Mulia.

Tapi, Mulia tetap berharap, Kongres Persatuan PWI berjalan dengan lancar, dan berhasil memilih kandidat Ketua Umum PWI periode 2025 – 2030 yang mampu menjadi penerus aspirasi anggotanya. **

Facebook Comments Box

Penulis : tra ginting

Berita Terkait

Hingga Hari Ke-13 Operasi Ketupat 2026, Polri Nyatakan Situasi Kamtibmas Kondusif Tanpa Kejadian Menonjol
Ancol Diserbu Wisatawan, Kapolda Metro Jaya Pastikan Pengamanan Maksimal
Meninggal Usai Jalankan Tugas Pengamanan Arus Mudik, Almarhum Brigadir Fajar Permana Mendapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa
Polda Metro Jaya Berduka, Brigadir Fajar Permana Wafat Usai Kawal Arus Mudik
Antisipasi Kejahatan Saat Arus Mudik, Dua Anjing Pelacak Mengendus Kendaraan di Pelabuhan Merak
Komnas HAM Akan Memanggil Panglima TNI Terkait Kasus Penyerangan Andrie Yunus
Polri Gelar Upacara Kenaikan Pangkat Level Jenderal
Ungkap Kasus Penyerangan Aktivis KontraS, SETARA Insitude: TNI Melakukan Sabotase Penegakan Hukum

Berita Terkait

Wednesday, 25 March 2026 - 14:24 WIB

Hingga Hari Ke-13 Operasi Ketupat 2026, Polri Nyatakan Situasi Kamtibmas Kondusif Tanpa Kejadian Menonjol

Monday, 23 March 2026 - 20:18 WIB

Ancol Diserbu Wisatawan, Kapolda Metro Jaya Pastikan Pengamanan Maksimal

Monday, 23 March 2026 - 17:04 WIB

Meninggal Usai Jalankan Tugas Pengamanan Arus Mudik, Almarhum Brigadir Fajar Permana Mendapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Monday, 23 March 2026 - 16:55 WIB

Polda Metro Jaya Berduka, Brigadir Fajar Permana Wafat Usai Kawal Arus Mudik

Thursday, 19 March 2026 - 22:42 WIB

Komnas HAM Akan Memanggil Panglima TNI Terkait Kasus Penyerangan Andrie Yunus

Thursday, 19 March 2026 - 22:25 WIB

Polri Gelar Upacara Kenaikan Pangkat Level Jenderal

Thursday, 19 March 2026 - 11:16 WIB

Ungkap Kasus Penyerangan Aktivis KontraS, SETARA Insitude: TNI Melakukan Sabotase Penegakan Hukum

Monday, 16 March 2026 - 14:54 WIB

SETARA Institut Mengutuk Serangan terhadap Aktivis KontraS

Berita Terbaru