Pemerhati Kepolisian Ungkap Kriteria Calon Wakapolri Pengganti Komjen Pol Ahmad Dofiri

Friday, 13 June 2025 - 18:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi

ilustrasi

JAKARTA– Pemerhati kepolisian sekaligus mantan anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Poengky Indarti mengatakan, kriteria utama yang harus dimiliki Wakapolri baru yakni memiliki kedekatan yang baik dengan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

“Kedekatan dengan Kapolri sangat penting, termasuk mampu berkomunikasi baik dengan Kapolri, agar kerja-kerja keduanya seirama dan menjadikan Polri semakin baik,” katanya, seperti ditulis Antara di Jakarta, Jumat (13/6).

Kemudian, dirinya mengharapkan agar Wakapolri baru merupakan sosok yang dihormati dan disegani seluruh anggota Polri sehingga dapat memperkuat internal Polri dan mengukuhkan soliditas internal.
Dari sisi keilmuan, Poengky menilai Wakapolri baru harus merupakan sosok yang cerdas.

“Wakapolri diharapkan memiliki wawasan yang luas dan visioner,” ujarnya.

Lalu, dari sisi integritas, dia menilai bahwa Wakapolri baru harus mempunyai latar belakang pelaksanaan tugas yang mumpuni, tegas, serta bersih agar tidak tersandera beban masa lalu.

“Menjadi Wakapolri berarti juga harus bijaksana. Jangan sampai ada matahari kembar dalam satu institusi,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Poengky berharap agar Wakapolri yang baru dapat memperhatikan pentingnya peningkatan peran polisi wanita (polwan).

Lalu, memperhatikan pentingnya penguatan Polda baru, yaitu Polda Papua Tengah dan Polda Papua Barat Daya.
Kemudian, memperhatikan peningkatan kesejahteraan anggota Polri.

Terakhir, memperhatikan pentingnya peningkatan profesionalitas anggota Polri dalam menangani kasus-kasus yang marak terjadi, antara lain kejahatan jalanan, judi daring, dan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Diketahui, Polri telah mempersiapkan nama-nama calon Wakapolri baru yang akan menggantikan Wakapolri Komjen Pol Ahmad Dofiri yang memasuki masa pensiun pada bulan Juli ini.

“Saat ini sedang dipersiapkan calon-calon terbaik yang sudah berpangkat bintang tiga atau yang memenuhi syarat untuk menggantikan Wakapolri,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Sandi Nugroho.

Dirinya memastikan bahwa sosok yang terpilih akan disampaikan kepada masyarakat.

“Saat ini sedang dalam proses. Nama yang disusun, nanti Pak Kapolri akan menyampaikan,” katanya.**

Facebook Comments Box

Penulis : jeffry pinem

Sumber Berita : Antara

Berita Terkait

Hingga Hari Ke-13 Operasi Ketupat 2026, Polri Nyatakan Situasi Kamtibmas Kondusif Tanpa Kejadian Menonjol
Ancol Diserbu Wisatawan, Kapolda Metro Jaya Pastikan Pengamanan Maksimal
Meninggal Usai Jalankan Tugas Pengamanan Arus Mudik, Almarhum Brigadir Fajar Permana Mendapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa
Polda Metro Jaya Berduka, Brigadir Fajar Permana Wafat Usai Kawal Arus Mudik
Antisipasi Kejahatan Saat Arus Mudik, Dua Anjing Pelacak Mengendus Kendaraan di Pelabuhan Merak
Komnas HAM Akan Memanggil Panglima TNI Terkait Kasus Penyerangan Andrie Yunus
Polri Gelar Upacara Kenaikan Pangkat Level Jenderal
Ungkap Kasus Penyerangan Aktivis KontraS, SETARA Insitude: TNI Melakukan Sabotase Penegakan Hukum

Berita Terkait

Wednesday, 25 March 2026 - 14:24 WIB

Hingga Hari Ke-13 Operasi Ketupat 2026, Polri Nyatakan Situasi Kamtibmas Kondusif Tanpa Kejadian Menonjol

Monday, 23 March 2026 - 20:18 WIB

Ancol Diserbu Wisatawan, Kapolda Metro Jaya Pastikan Pengamanan Maksimal

Monday, 23 March 2026 - 17:04 WIB

Meninggal Usai Jalankan Tugas Pengamanan Arus Mudik, Almarhum Brigadir Fajar Permana Mendapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Monday, 23 March 2026 - 16:55 WIB

Polda Metro Jaya Berduka, Brigadir Fajar Permana Wafat Usai Kawal Arus Mudik

Thursday, 19 March 2026 - 22:42 WIB

Komnas HAM Akan Memanggil Panglima TNI Terkait Kasus Penyerangan Andrie Yunus

Thursday, 19 March 2026 - 22:25 WIB

Polri Gelar Upacara Kenaikan Pangkat Level Jenderal

Thursday, 19 March 2026 - 11:16 WIB

Ungkap Kasus Penyerangan Aktivis KontraS, SETARA Insitude: TNI Melakukan Sabotase Penegakan Hukum

Monday, 16 March 2026 - 14:54 WIB

SETARA Institut Mengutuk Serangan terhadap Aktivis KontraS

Berita Terbaru