Selamatkan Ribuan Korban TPPO, Kinerja Polri Diapresiasi

Saturday, 2 September 2023 - 12:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karopenmas Polri Brigjen PolAhmad Ramadhan gelar jumpapers terait hasil umhkap kasus TPPO, beberapa waktu lalu. (Foto : Humas Polri)

Karopenmas Polri Brigjen PolAhmad Ramadhan gelar jumpapers terait hasil umhkap kasus TPPO, beberapa waktu lalu. (Foto : Humas Polri)

KABAR PERSADA–Langkah tegas Polri dalam menangani kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang disingkat TPPO mendapat apresiasi. Masyarakat menyatakan puas terhadap kinerja Polri dalam memberantas TPPO melalui Satuan Tugas Khusus (Satgasus) bentukan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo.

Hal itu tercermin dari hasil survei LSI di mana 86,1% responden menyatakan puas atas kinerja polri. Kepuasan itu diumumkan Lembaga Survei Indonesia (LSI) atas 1.220 responden.

Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan mengatakan, 35% responden mengetahui salah satu kasus TPPO adalah penjualan ginjal yang melibatkan WNI di Kamboja. Dari responden yang mengetahui kasus ini, sebanyak 86,1% merasa puas dengan kinerja Polri.

“Jadi ini isu yang dihargai atau diapresiasi oleh masyarakat,” ujar Djayadi, Rabu (30/8/23).

Ia merinci, responden menyatakan sangat puas 18,7%; cukup puas 67,4%; kurang puas 9,6%; tidak puas sama sekali 1,5%; tidak jawab 2,8%.

Survei LSI ini dilakukan pada 3-9 Agustus 2023 dengan populasi seluruh warga negara Indonesia yang mempunyai hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih atau sudah menikah, ketika survei dilakukan. Dari populasi itu, dipilih secara random (multistage random sampling) 1.220 responden. Margin of error dari survei ini +/- 2,9% dengan tingkat kepercayaan 95% berdasarkan multistage random sampling.

Hasil evaluasi terkait penanganan TPPO oleh Satuan Tugas Khusus (Satgas) Bareskrim Polri dan Kepolisian Daerah (Polda) di seluruh jajaran, mengungkapkan fakta yang mencengangkan. Rilis Kabiro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, awal Juli 2023 lalu menyebut, lebih dari 750 laporan polisi terkait kasus TPPO telah disusun. Sementara itu, jumlah korban TPPO yang berhasil diselamatkan mencapai 2.283 orang.

Tindakan kepolisian ini berfokus pada penyelamatan para korban yang terjebak dalam jaringan perdagangan orang. Tidak kurang dari 895 tersangka telah berhasil ditangkap dalam operasi-operasi terkait TPPO. (tra/tom)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Hingga Hari Ke-13 Operasi Ketupat 2026, Polri Nyatakan Situasi Kamtibmas Kondusif Tanpa Kejadian Menonjol
Ancol Diserbu Wisatawan, Kapolda Metro Jaya Pastikan Pengamanan Maksimal
Meninggal Usai Jalankan Tugas Pengamanan Arus Mudik, Almarhum Brigadir Fajar Permana Mendapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa
Polda Metro Jaya Berduka, Brigadir Fajar Permana Wafat Usai Kawal Arus Mudik
Antisipasi Kejahatan Saat Arus Mudik, Dua Anjing Pelacak Mengendus Kendaraan di Pelabuhan Merak
Komnas HAM Akan Memanggil Panglima TNI Terkait Kasus Penyerangan Andrie Yunus
Polri Gelar Upacara Kenaikan Pangkat Level Jenderal
Ungkap Kasus Penyerangan Aktivis KontraS, SETARA Insitude: TNI Melakukan Sabotase Penegakan Hukum

Berita Terkait

Wednesday, 25 March 2026 - 14:24 WIB

Hingga Hari Ke-13 Operasi Ketupat 2026, Polri Nyatakan Situasi Kamtibmas Kondusif Tanpa Kejadian Menonjol

Monday, 23 March 2026 - 20:18 WIB

Ancol Diserbu Wisatawan, Kapolda Metro Jaya Pastikan Pengamanan Maksimal

Monday, 23 March 2026 - 17:04 WIB

Meninggal Usai Jalankan Tugas Pengamanan Arus Mudik, Almarhum Brigadir Fajar Permana Mendapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Monday, 23 March 2026 - 16:55 WIB

Polda Metro Jaya Berduka, Brigadir Fajar Permana Wafat Usai Kawal Arus Mudik

Thursday, 19 March 2026 - 22:42 WIB

Komnas HAM Akan Memanggil Panglima TNI Terkait Kasus Penyerangan Andrie Yunus

Thursday, 19 March 2026 - 22:25 WIB

Polri Gelar Upacara Kenaikan Pangkat Level Jenderal

Thursday, 19 March 2026 - 11:16 WIB

Ungkap Kasus Penyerangan Aktivis KontraS, SETARA Insitude: TNI Melakukan Sabotase Penegakan Hukum

Monday, 16 March 2026 - 14:54 WIB

SETARA Institut Mengutuk Serangan terhadap Aktivis KontraS

Berita Terbaru