JAKARTA–Videografer Amsal Sitepu blak-blakan mengaku sirinya sempat mendapatkan intimidasi dalam proses persidangan perkara dugaan mark up anggaran proyek pembuatan video profil desa di Kabupaten Karo.
Amsal menyebut intimidasi dilakukan oleh salah satu jaksa penuntut umum (JPU).Hal itu diungkap saat Amsal dihadirkan dalam rapat dengan Komisi III DPR RI melalui video conference, Senin, 30 Maret 2026.
“Dalam proses hukum yang sedang saya jalani ini, saya pernah mendapatkan intimidasi oleh jaksa secara langsung,” ungkapnya.
Amsal mengatakan oknum jaksa tersebut memberikan kue brownis. Namun saat memberikan kue, jaksa tersebut meminta Amsal berhenti membuat konten soal proses hukum di media sosialnya.
Diketahui Amsal kerap memposting proses persidangan di media sosialnya karena proses hukumnya dianggap janggal.
“Memberikan saya sekotak brownis cokelat dengan pesan, dia ngomong langsung dengan saya di rutan ini, ‘udah ikutin aja alurnya. Nggak usah ribut-ribut, tutup konten-konten itu, ada yang terganggu’. Saya bilang tidak, pimpinan,” bebernya.
Sebagai pekerja kreatif, Amsal berharap kasus yang dihadapinya tidak terjadi pada rekam sejawatnya.
Amsal mengaku akan tetap memgunggah proses hukum melakui media sosialnya meskipun ada intimidasi yang dilakukan terhadap diriny.
“Cukup nggak ada lagi anak muda yang harus dikriminalisasi di Indonesia. Kami nggak akan biarkan nggak ada lagi Amsal Amsal lain dikriminalisasi,” tegas dia.
“Saya akan tetap lawan walapun saya tahu banyak orang bilang kau akan dibenam kalau kau lawan,” tutup Amsal.
Amsal menjadi terdakwa dalam perkara dugaan mark up anggaran proyek pembuatan video profile desa di Kabupaten Karo.**
Penulis : tra ginting
Sumber Berita : Antara








