JAKARTA–Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memuji kesabaran anak buahnya yang tetap tenang meski sempat ditunjuk-tunjuk wajahnya oleh seorang mahasiswa saat berlangsung demo di depan Mabes Polri, Jumat (27/2).
Sambil memutar ulang video yang menunjukkan seorang mahasiswa berjaket kuning menunjuk-nunjuk wajah seorang petugas, Jenderal Sigit di hadapan para pejabat utama Polri mengatakan, nantinya sosok seperti anggota yang penuh kesabaran itulah yang diharapkan menangani kegiatan unjuk rasa.
“Kita melihat amggota tersebut, walaupun dimaki-maki, dia tetap tenang, Dia tidak terpancing. Seperti inilah yang kita harapkan nantinya sosok anggota Korps Bhayangkara yang menangani kasus seperti ini,” kata Jenderal Sigit
Dalam video pendek yang ditayangkan Facebook Divisi Humas Polri, Sabtu (28/2), Jenderal Sigit mengatakan dirinya sangat menghargai anak buahnya yang sudah menunjukkan kesabaran yang luar biasa tersebut.
“Saya sampaikan kepada para Kapolda, jika ada anggota yang baik seperti ini hendaknya diberikan apresiasi,”katanya.
Untuk diketahui, saat demo berlangsung seorang mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Susilo Bagas Wibisono (20) sempat meluapkan emosinya terhadap seorang anggota yang sedang mengamankan aksi demo.
Bagas mendekat ke polisi bernama Satria dan lantas meneriaki dan menunjuk wajahnya. Rupanya Bagas menganggap Satria adalah petugas yang pada demo sebelumnya sempat berselisih dengan dirinya. “Lu yang pukulin gua!” kata Bagas sebelum akhirnya ia ditarik oleh teman-temannya.
Selain itu, Jenderal Sigit juga mengapresiasi Kapolres Tual AKBP Whansi Des Asmoro menjalani operasi setelah terkena anak panah di kaki kiri. Kapolres tertusuk panah ketika berupaya melerai bentrokan dua kelompok warga di Desa Fiditan, Kota Tual, Maluku, Selasa, 24 Februari 2026.
“Coba diperhatikan, jika anggota ini (yang ditunjuk-tunjuk mahasiswa) belum sekolah, segera berikan kesermpatan untuk sekolah. Termasuk Kapolres Tual, berikan dia promosi,” kata Jenderal Sigit.
Sejumlah elemen mahasiswa berunjuk rasa yang merupakan aksi solidaritas terkait kasus kematian siswa madrasah berinisial AT (14) oleh anggota Brimob di Tual, Maluku .
Kabid Humas Polda Metro Jasya Kombes Pol Bhudi Hermanto mengatakan aksi demo tersebut berjalan kondusif. Meskipun terjadi dinamika di lapangan yang sebenarnya tidak diinginkan.
“Kita apresiasi semua pihak, karena sampai unju rasa usai, tidak ada fasilitas umum yang rusak dan tidak terjadi benturan antara pengunjuk rasa dengan petugas,”katanya.**
Penulis : tra ginting
Sumber Berita : Humas Polri








