Kisah Panji, Anak Penjual Gorengan yang Lolos Jadi Polisi Brimob Tanpa Biaya

Wednesday, 24 December 2025 - 13:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Di sela keriuhan Balai Wartawan Polda Metro Jaya, aroma bakwan dan tahu goreng yang dijajakan Suryanti selalu menjadi kawan akrab para jurnalis.

Namun, malam ini, Selasa (24/12/2025), aroma minyak goreng itu berganti dengan bau harum doa yang terucap dari hati wanita asal Sragen, Jawa Tengah ini. Anandanya tercinta bernama Panji Fajar Pratama, resmi menyandang status sebagai calon anggota Bintara Brimob Polri.

Malam ini, lampu di Gedung Pertemuan Polda Metro Jaya terasa lebih terang bagi Panji saat namanya diumumkan lulus dalam seleksi anggota Polri.

Pemuda lulusan SMAN 60 Jakarta ini tak kuasa menahan haru. Air matanya jatuh, bukan karena sedih, melainkan karena beban berat yang selama ini dia pikul sebagai anak pertama akhirnya berbuah manis.

Keberhasilan Panji ini sekaligus mematahkan stigma negatif yang menyebut bahwa “masuk polisi harus bayar mahal”. Panji, yang tinggal di sebuah rumah sederhana di Jalan Mampang Prapatan 2, Jakarta Selatan, adalah bukti hidup bahwa transparansi seleksi Polri benar-benar nyata.

Bagi keluarga Haryanto dan Suryanti, uang ratusan juta untuk “pelicin” adalah hal yang mustahil. Penghasilan dari berjualan gorengan hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, Panji membuktikan bahwa di institusi Polri, kualitas dan kerja keras jauh lebih berharga daripada tumpukan uang.

“Alhamdulillah, saya diterima jadi polisi setelah dua kali mendaftar. Rasa lelah belajar dan berlatih terbayar tunai hari ini. Saya masuk murni karena hasil kerja keras saya sendiri,” ujar Panji dengan suara bergetar.

Ini bukan perjalanan sekali jadi bagi Panji. Tahun sebelumnya, dia sempat mencicipi pahitnya kegagalan. Namun, ambisinya untuk mengangkat derajat kedua orangtuanya tidak luntur. Sebagai anak pertama, dia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk mengubah nasib keluarga.

Setiap hari, di tengah kesibukan membantu orangtuanya, Panji menyempatkan diri untuk berlatih fisik dan belajar. Dia ingin membuktikan bahwa anak seorang penjual gorengan pun bisa bersanding dengan anak-anak dari latar belakang lainnya di barisan Korps Baret Biru.

“Ambisi saya hanya satu, ingin membanggakan Ayah dan Ibu. Saya ingin mereka melihat bahwa anak mereka bisa menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan negara tanpa membebani mereka secara ekonomi,” ucapnya.

Kini, warga RT 09 RW 03 Kelurahan Mampang Prapatan boleh ikut bangga. Panji bukan lagi sekadar pemuda biasa. Dia adalah calon Bhayangkara yang akan segera menempuh pendidikan Brimob.

Kisah Panji Fajar Pratama menjadi pesan kuat bagi seluruh pemuda di Indonesia. Jangan takut bermimpi menjadi polisi karena alasan biaya. Selama ada kemauan untuk menempa diri, pintu Korps Kepolisian selalu terbuka lebar bagi siapa saja yang berprestasi, tanpa pungutan sepeser pun.

Malam ini, di kediamannya yang sederhana, Haryanto dan Suryanti mungkin tidak lagi bicara soal berapa gorengan yang laku, melainkan tentang doa syukur bahwa putra mereka telah berhasil melampaui keterbatasan dan membuktikan bahwa kejujuran dalam sistem seleksi Polri adalah sebuah kenyataan.

Facebook Comments Box

Penulis : ist

Berita Terkait

Petrus Salestinus Bongkar Kebohongan Jokowi Terkait Usul Insiatif Revisi UU KPK. Ngeri! Ada Hidden Agenda “Membunuh’ KPK
Wartawan Menulis: Apa Kabar Komisi Percepatan Reformasi Polri ?
Jadi Taruni AKPOL, AKP Kharisma Arbita Bangsa Merasa Tersesat
Barata Berahmana: Ironi Sekolah Unggulan, Tangga Menggenggam Dunia Bagi yang Kaya, Mimpi Karam Untuk yang Tak Punya
Penggiat Budaya Barata Brahmana: Pendidikan Berubah Menjadi Komoditas, Negara Harus Hadir
Jadi Komisaris Holding Tambang Negara, Karir Komjen Pol Fadil Imran Tak Pernah Biasa-Biasa Saja
Dari Bumi Tambun Bungai, Irjen Pol Iwan Kurniawan Mohon Doa Restu
Dilantik Jadi Komandan Reserse Siber Polda Metro Jaya, Kombes Roberto GM Pasaribu Siap Hadapi Kejahatan Dunia Maya

Berita Terkait

Monday, 23 March 2026 - 20:18 WIB

Ancol Diserbu Wisatawan, Kapolda Metro Jaya Pastikan Pengamanan Maksimal

Monday, 23 March 2026 - 17:04 WIB

Meninggal Usai Jalankan Tugas Pengamanan Arus Mudik, Almarhum Brigadir Fajar Permana Mendapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Monday, 23 March 2026 - 16:55 WIB

Polda Metro Jaya Berduka, Brigadir Fajar Permana Wafat Usai Kawal Arus Mudik

Friday, 20 March 2026 - 01:59 WIB

Antisipasi Kejahatan Saat Arus Mudik, Dua Anjing Pelacak Mengendus Kendaraan di Pelabuhan Merak

Thursday, 19 March 2026 - 22:25 WIB

Polri Gelar Upacara Kenaikan Pangkat Level Jenderal

Thursday, 19 March 2026 - 11:16 WIB

Ungkap Kasus Penyerangan Aktivis KontraS, SETARA Insitude: TNI Melakukan Sabotase Penegakan Hukum

Monday, 16 March 2026 - 14:54 WIB

SETARA Institut Mengutuk Serangan terhadap Aktivis KontraS

Sunday, 15 March 2026 - 19:27 WIB

Usut Teror Air Keras Terhadap Aktivis, Kabid Humas PMJ: Kita Beri Ruang, Tim Penyelidik Sedang Bekerja Ekstra Keras di Lapangan

Berita Terbaru