JAKARTA— Kampung Ambon dan Kampung Boncos kembali didatangi polisi. Jumat (9/10/2026), aparat gabungan menyisir dua kawasan di Jakarta Barat yang berulang kali dikaitkan dengan persoalan narkoba. Operasi kali ini mengamankan 24 orang.
Bagi Kombes Pol. Bismo Teguh Prakoso, Dirresnarkoba Polda Metro Jaya yang baru, penggerebekan ini menjadi salah satu ujian awal, apakah penindakan kali ini bisa menghasilkan sesuatu yang berbeda?
Operasi yang melibatkan sejumlah satuan kerja (satker) itu menyasar titik-titik yang diduga berkaitan dengan aktivitas narkoba. Sebanyak 16 orang diamankan di Kampung Ambon dan delapan lainnya di Kampung Boncos.
Petugas menemukan lapak, tempat yang diduga menyewakan alat isap sabu, serta sejumlah barang yang disimpan di kamar kos dan sepeda motor. Mereka yang diamankan dibawa untuk pemeriksaan, termasuk tes urine.
Kombes Bismo menegaskan, pemberantasan narkoba tidak boleh berhenti sebagai operasi sesaat. Ia juga mendorong pendekatan dialogis dan humanis. Polda Metro Jaya, katanya, telah berkomunikasi dengan Sekretaris Daerah Provinsi Jakarta untuk menjajaki keterlibatan Dinas Tenaga Kerja dalam membuka peluang kerja bagi warga, terutama generasi muda, melalui program Polisi Peduli Pengangguran.
Pendekatan itu menarik karena persoalan narkoba tak selalu selesai dengan membawa orang dari lokasi. Namun, gagasan membuka peluang kerja juga harus berujung pada program nyata. Tanpa tindak lanjut, pendekatan humanis berisiko hanya menjadi pemanis di tengah rutinitas penindakan.
Tantangan Kombes Bismo bukan perkara ringan. Kampung Ambon dan Kampung Boncos bukan nama baru dalam pemberitaan penggerebekan narkoba. Karena itu, publik punya alasan untuk bertanya: apa yang akan berbeda setelah operasi kali ini? Apakah penyelidikan mampu menjangkau jaringan di balik peredaran, dan apakah pengawasan tetap berjalan setelah petugas meninggalkan lokasi?
Penggerebekan 9 Oktober menjadi langkah awal yang bisa dicatat. Namun, ukuran keberhasilannya bukan semata-mata 24 orang yang diamankan atau banyaknya titik yang disisir. Hasil pemeriksaan, pengungkapan jaringan, dan konsistensi pengawasan akan lebih menentukan.
Kampung Ambon dan Kampung Boncos sudah berkali-kali melihat polisi datang. Kini, Bismo punya kesempatan membuktikan bahwa operasi kali ini bukan sekadar pengulangan cerita lama. Sebab, keberhasilan bukan hanya ketika polisi berhasil masuk, melainkan ketika narkoba tak lagi mudah kembali setelah mereka pulang.**
Penulis : tra ginting
Sumber Berita : humas pmj









