Dianggap Lalai, Kompolnas Desak Propam Periksa Atasan Lima Oknum Polisi Terlibat Narkoba

Tuesday, 23 April 2024 - 13:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisioner Kompolnas Poengky Indarti

Anggota Komisioner Kompolnas Poengky Indarti

JAKARTA—Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mendesak  Propam  agar memeriksa atasan dari kelima oknum anggota Polda Metro Jaya yang ditangkap karena diduga menggelar pesta narkoba jenis sabu-sabu di Depok. akhir pekan lalu.

Hal itu dikatakan Anggota Komisioner Kompolnas Poengky Indarti kepada awak media, Selasa (23/4/2024). Alasannya, atasan para pelaku seharusnya mengawasi anggotanya agar tidak melakukan perbuatan yang merusak citra Polri.

“Jika anggota diduga melakukan pelanggaran serta tindak pidana maka atasan langsung juga harus bertanggung jawab,” tegas Poengky. Dikatakan, atasan kelima oknum polisi itu tidak menjalankan pengawasan melekat (waskat).

Aturan ini diatur dalam Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 2 Tahun 2022 tentang pengawasan melekat di lingkungan Polri. Pengawasan melekat dilakukan dalam rangka mencegah penyimpangan perilaku pegawai negeri pada institusi Polri.

Dalam hal ini diperlukan pengendalian dari atas terhadap tindakan dan kegiatan bawahan dalam bentuk pengawasan melekat. “Artinya, atasan telah gagal mengawasi anggotanya,” tegas Poengky lagi.

Pihaknya lanjut Poengky sangat menyesalkan kasus penyalahgunaan narkoba kembali terjadi dan pelakunya oknum polisi. Lima oknum polisi itu ditangkap penyidik Polda Metro Jaya diduga terlibat dalam pesta sabu.

Dikatakan Poengky, Kompolnas akan mengirimkan surat klarifikasi kepada Polda Metro Jaya untuk menanyakan perkembangan kasus dan kelanjutan penanganannya.

Dikatakan Poengky lagi, seorang polisi seharusnya melaksanakan tugas sebaik-baiknya untuk memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dengan cara melayani, mengayomi, melindungi masyarakat dan menegakkan hukum.

Sebaliknya, lima oknum polisi tersebut kata Poengky malah melakukan tindakan-tindakan yang diduga melanggar hukum, apalagi dugaan menyangkut narkoba yang menjadi musuh bersama.

Apalagi jika kelima oknum polisi itu berasal dari satuan reserse narkoba menurut Poengky sangat ironis. Kompolnas mendorong pemeriksaan terhadap anggota tersebut dilakukan secara profesional.

Pemeriksaan kelima oknum tersebut kata Pongky harus didukung dengan scientific crime investigation dan secara transparan disampaikan kepada publik agar akuntabilitas Polri terjaga.

Selain itu, pemeriksaan perlu dikembangkan untuk melihat dari mana para pelaku mendapatkan barang haram tersebut. Apakah ada hubungan simbiosis mutualisme dengan jaringan narkoba yang seharusnya diperangi bersama, atau didapat dari mengambil barang bukti narkoba.

Kalau salah satu atau kedua hal ini terjadi, para pelaku harus dijerat dengan pasal-pasal pidana dan kode etik. Untuk proses pidananya, para pelaku harus dikenakan  pasal berlapis, termasuk pasal pemberatan hukuman karena kelimanya adalah aparat penegak hukum.

Sebab, jika ada anggota polisi berani mengonsumsi narkoba maka yang bersangkutan sudah tidak layak lagi dipercaya menjadi anggota Polri.

Kompolnas menekankan bagi oknum polisi yang diduga terlibat harus dikenakan tindakan tegas berupa sanksi pidana dengan ancaman hukuman maksimal dan kode etik maksimal berupa pemecatan.

Langkah tegas perlu diambil oleh pimpinan Polri agar dapat membuat efek jerak sehingga anggota polisi lainnya tidak berani melakukan tindakan tersebut.

 

Dibebaskan

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Polisi Nicolas Ary Lilipaly menegaskan bahwa anggotanya tak terlibat dalam dugaan pesta narkoba di kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat, pada Sabtu (20/4).

“Anggota kami tidak terlibat dalam pesta atau penggunaan narkoba karena dapat dibuktikan dengan hasil tes urine dengan hasil negatif dari unsur narkoba,” kata Nicolas ketika dihubungi wartawan di Jakarta, Senin.

Menurut dia, anggotanya yang bernama Dewo Nugroho memang kebetulan berada di lokasi kejadian atas panggilan dari salah satu tersangka yang merupakan teman seangkatannya.

“Kebetulan pada saat penangkapan oleh Buser Satuan Narkoba Polres Depok, memang anggota kami tersebut berada di TKP atas panggilan/telepon dari salah satu tersangka yang merupakan teman seangkatannya,” ujarnya.

Sebelumnya, lima oknum anggota Kepolisian ditangkap atas dugaan penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan bahan adiktif berbahaya lainnya (narkoba) di kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Sabtu (20/4). Dari lima oknum anggota polisi itu, satu di antaranya adalah anggota Polres Metro Jakarta Timur.

Facebook Comments Box

Penulis : Tommy

Editor : Tra Ginting

Berita Terkait

Kamtibmas dan Sportivitas: Kapolda Metro Jaya Ajak The Jakmania Jadi Teladan Suporter Indonesia
Soroti Kasus Dugaan Penyadapan Ilegal, PP Polri Beri 7 Pesan Moral Kepada Kapolri
PAKAR Minta Kapolda Jateng Ikut Dievaluasi Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
Bukan Sekadar Mengamankan, Polisi Tebar Kehangatan di Apel Solidaritas Palestina di Monas
Dari Bundaran HI, Kabid Humas Polda Metro Ingatkan Deklarasi Sumpah Pemuda Bukan Sekadar Seremoni
Kapolda Metro: Kedepankan Dialog, Layani Penyampaian Aspirasi secara Humanis
Polda Metro Gelar Operasi Patuh Jaya 2026, Kedepankan Edukasi dan Pencegahan
Rangkul Pahlawan Keluarga, Kapolda Metro Jaya Titip Pesan Keselamatan untuk Pengemudi Ojol

Berita Terkait

Friday, 6 November 2026 - 20:10 WIB

PAKAR: Berantas Narkoba Bukan Berarti Bebas Menganiaya, Kapolda Metro Harus Ingatkan Anggotanya

Wednesday, 28 October 2026 - 13:33 WIB

Jenderal Suyudi Gandeng Tiongkok, Bidik Bandar Jaringan Narkoba Internasional

Monday, 26 October 2026 - 12:16 WIB

Kombes Putu Yudha, Mengawal Jalur Rawan Narkoba di Selat Malaka

Sunday, 25 October 2026 - 12:07 WIB

Dari Pelabuhan Tikus Hingga Kampung Narkoba, Arman Depari Puji Respons Cepat Jajaran BNN-Polri

Sunday, 25 October 2026 - 11:57 WIB

Tinggalkan Cara Lama, Polda Metro ke Kampung Ambon Bawa Layanan dan Harapan

Saturday, 24 October 2026 - 19:12 WIB

Tinggalkan Cara Lama, Polisi Bersama Warga Kampung Ambon Akan Ubah Zona Hitam Narkoba Jadi Pemukiman Sehat

Friday, 23 October 2026 - 12:28 WIB

Selat Malaka Digempur, 1,16 Ton Ketamin Gagal Diselundupkan, Kapolri: Ini Kado Terindah Dua Tahun Prabowo-Gibran

Wednesday, 21 October 2026 - 13:49 WIB

Memburu Bandar, Membenahi Kampung, Jalan Panjang Melawan Narkoba

Berita Terbaru