JAKARTA–Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan, Polri akan terus bertransformasi menjadi institusi yang humanis di momen peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Bhayangkara.
Sigit mengatakan salah satu cara yang dilakukan Polri adalah dengan mengubah paradigma pengamanan unjuk rasa menjadi pelayanan penyampaian pendapat.
“Namun demikian, jika terdapat pelaku aksi anarkis, Polri akan melakukan tindakan tegas terukur agar kamtibmas tetap terjaga,” katanya saat berbicara dalam upacara peringatan HUT Ke-80 Bhayangkara di Satlat Brimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu.
Langkah Polri itu, kata dia, merupakan bagian dari ikhtiar untuk menjamin terwujudnya keamanan dalam negeri sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman, nyaman, dan kondusif.
“Berdasarkan The Global Safety Report 2025 oleh Gallup, 83 persen masyarakat Indonesia merasa aman ketika berjalan sendirian di malam hari,” katanya.
Selain itu, ia menyebut hasil pelaksanaan tugas Polri semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Hal itu tertuang dalam hasil Survei Litbang Kompas yang dirilis pada Juni 2026 yang menyatakan bahwa terjadi peningkatan kepercayaan publik kepada Polri, dari 76,2 persen menjadi 80,6 persen. Selain itu, 82,4 persen responden yakin bahwa kinerja Polri akan semakin baik di masa mendatang.
Menurutnya, hasil survei yang positif menjadi motivasi bagi Polri untuk senantiasa meningkatkan kualitas layanan dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif.
Dengan demikian, bangsa Indonesia siap menyambut momentum bonus demografi sebagai titik tolak mewujudkan NKRI yang bersatu, berdaulat, maju, dan berkelanjutan yang kita cita-citakan bersama.
“Demi mewujudkan asa tersebut, dibutuhkan tekad dari seluruh komponen bangsa untuk saling bahu-bahu, dan kami menyadari bahwa semangat transformasi Polri merupakan bagian yang tak terpisahkan dari perjuangan kolektif tersebut,” ucapnya.
Lebih lanjut, pemimpin Korps Bhayangkara tersebut mengibaratkan pengabdian Polri seperti peribahasa “tak ada gading yang tak retak”. Menurutnya, perjalanan Polri untuk mengabdi kepada masyarakat belum sepenuhnya sempurna.
Oleh karena itu, Polri menerima segala kritik dan masukan dari masyarakat sebagai upaya perbaikan menjadi lebih baik lagi.
“Setiap kritik kami pandang sebagai cermin untuk berbenah, setiap masukan kami terima sebagai dorongan untuk berubah, dan setiap harapan masyarakat kami maknai sebagai amanah demi meneguhkan darma bakti kami demi menghadirkan sosok Polri untuk masyarakat,” ucap Sigit.
Pada Rabu hari ini, Polri menggelar upacara peringatan HUT Ke-80 Bhayangkara dengan mengangkat tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”.**
Sumber Berita : antara









