Momen HUT Bhayangkara ke-80, BEM UI Gotong Keranda ke Mabes Polri

Wednesday, 1 July 2026 - 19:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA–Aksi simbolik Aliansi BEM se-Universitas Indonesia (BEM se-UI) di depan Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (1/7/2026), berujung ricuh. Keranda mayat yang dibawa mahasiswa sebagai “kado” HUT Bhayangkara ke-80 dilucuti aparat saat hendak dibawa mendekati gerbang Mabes Polri.

Seperti yang dilansir Demograzi.id, kericuhan bermula ketika mahasiswa menggotong keranda bambu yang diselimuti kain hijau bertuliskan “Kepolisian Republik Indonesia”.

Aparat kepolisian yang berjaga langsung mengadang barisan massa.
Aksi saling dorong pun tak terhindarkan ketika petugas menarik paksa kain penutup keranda hingga menyisakan rangka bambunya.

Mahasiswa yang keberatan atribut aksinya dilucuti berusaha mempertahankan keranda sambil melontarkan protes.
Sambil memegang kain hijau yang telah robek, Koordinator Bidang Sosial Politik BEM UI, Hafidz Haernanda, mempertanyakan tindakan aparat yang melarang aksi simbolik tersebut.

“Biasanya di Hari Bhayangkara karangan bunga dikasih, tapi kenapa saat ini kita tidak boleh memberi? Kita kan juga mau kasih hadiah bonus aja, keranda. Karena pada nyatanya, Polri itu udah nggak ngurusin kita semua. Polri itu ngurusnya dapur MBG, Polri itu ngurusnya koperasi,” teriak Hafidz melalui pengeras suara.

Aksi bertajuk #MatinyaReformasiPolri itu digelar sebagai bentuk kritik terhadap perluasan peran Polri di ruang sipil.

Massa juga menyoroti draf revisi Undang-Undang Polri yang dinilai memberi kewenangan lebih besar kepada institusi kepolisian tanpa diikuti pengawasan yang memadai, termasuk usulan penambahan batas usia pensiun perwira tinggi.
Dalam orasinya, Hafidz juga menyinggung dugaan kasus kekerasan yang melibatkan aparat kepolisian dan dinilai belum diselesaikan secara transparan.

“Tahun ini sudah ada yang meninggal, kalau teman-teman ingat. Pada bulan Februari, almarhum Arianta Tawakal, remaja 14 tahun, dibunuh di atas trotoar yang kita bayar! Pantas dong kalau kita bilang bahwa reformasi Polri sudah mati. Ini merupakan bukti nyata,” tegasnya.

Situasi sempat mereda setelah seorang perwakilan kepolisian berpakaian sipil mencoba membuka ruang dialog.
Polisi meminta mahasiswa memindahkan lokasi aksi ke kawasan Baharkam atau Museum Polri agar tidak mengganggu arus lalu lintas.

Namun, permintaan itu ditolak. Massa tetap bersikeras ingin bertemu langsung dengan pejabat tinggi Polri di depan Mabes.

“Kita sudah memberi surat, datang secara langsung, bertemu di depan mata, tapi ia hanya ingin memindahkan kita. Pergi ke mana? Ke Baharkam? Ke Museum Polri? Apa relevansinya? Kita ingin bertemu stakeholders, tapi kita ditahan-tahan seperti ini,” ujar Hafidz.

Hingga aksi berakhir, mahasiswa tetap bertahan di sekitar lokasi dengan pengawalan ketat aparat kepolisian yang bersiaga di sepanjang Jalan Trunojoyo.**

Facebook Comments Box

Sumber Berita : demograzy

Berita Terkait

Kapolri dan Titiek Soeharto Tinjau Pengungsian Korban Gempa NTT, 27.700 Warga Terdampak
Polda Metro Jaya Amankan 21 Orang Jelang Aksi BEM UI
Berdiri Bersama NTT, Pimpinan DPR Pastikan Bantuan dan Evakuasi Korban Berjalan Cepat
Jembatan Merah Putih Presisi Polri: Merajut Konektivitas dan Menggerakkan Ekonomi 2 Juta Warga di Pelosok Nusantara
Dugaan Penistaan Agama di The Sounds Project Berujung Laporan Polisi, Lima Pihak Diadukan
Ekshumasi Jenazah Sutrimo, Apakah Akan Menguak Tabir Penyebab Kematian?
Merawat Persatuan di Bawah Tugu Monas: Riuh Rendah Apel Kebangsaan dan Senyum Sehat Warga
9 Pegiat Media Sosial Ditahan Polda Metro Jaya Terkait Hoaks Demo Agustus

Berita Terkait

Tuesday, 18 August 2026 - 16:06 WIB

Kapolri dan Titiek Soeharto Tinjau Pengungsian Korban Gempa NTT, 27.700 Warga Terdampak

Tuesday, 18 August 2026 - 14:53 WIB

Polda Metro Jaya Amankan 21 Orang Jelang Aksi BEM UI

Saturday, 15 August 2026 - 20:19 WIB

Berdiri Bersama NTT, Pimpinan DPR Pastikan Bantuan dan Evakuasi Korban Berjalan Cepat

Wednesday, 12 August 2026 - 17:04 WIB

Dugaan Penistaan Agama di The Sounds Project Berujung Laporan Polisi, Lima Pihak Diadukan

Wednesday, 12 August 2026 - 16:53 WIB

Ekshumasi Jenazah Sutrimo, Apakah Akan Menguak Tabir Penyebab Kematian?

Saturday, 8 August 2026 - 19:40 WIB

Merawat Persatuan di Bawah Tugu Monas: Riuh Rendah Apel Kebangsaan dan Senyum Sehat Warga

Saturday, 8 August 2026 - 15:51 WIB

9 Pegiat Media Sosial Ditahan Polda Metro Jaya Terkait Hoaks Demo Agustus

Saturday, 8 August 2026 - 15:22 WIB

Apel Kebangsaan di Monas, Kapolda Metro Jaya: Menjaga Jakarta Berarti Menjaga Indonesia

Berita Terbaru

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto (Ist)

Kabar

Polda Metro Jaya Amankan 21 Orang Jelang Aksi BEM UI

Tuesday, 18 Aug 2026 - 14:53 WIB