JAKARTA—Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri hingga saat ini masih terus mendalami siapa sosok cukong besar di balik sindikat judi online (judol) jaringan internasional yang bermarkas di Hayam Wuruk, Jakarta Barat.
Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Wira Satya Triputra mengatakan, dari ratusan pelaku yang diringkus di lokasi, pihaknya belum menemukan dalang utamanya. Status para pelaku yang diamankan saat ini diketahui masih berada di level pekerja.
“Yang sekarang ini ada hanya taraf sebagai koordinator daripada masing-masing jenis pekerjaan yang mereka atau peran daripada mereka para pelaku ini,” jelas Wira dalam jumpa pers yang digelar di Mabes Polri, Sabtu (9/5).
Wira menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti pada level pekerja saja, melainkan akan terus melacak jaringan ini hingga ke level tertinggi, termasuk pihak yang memfasilitasi kedatangan para pekerja asing tersebut.
“Mungkin akan kita kembangkan peran yang lain nantinya, termasuk nanti ke tingkat atasnya,” pungkasnya.
Veteran Kamboja
Penyelidikan lebih lanjut membeberkan sebuah fakta bahwa kedatangan para begundal tersebut ke Jakarta disokong oleh sistem undangan kolektif dari kolega mereka yang dijuluki sebagai komplotan veteran Kamboja
“Yang mengundang siapa? Teman-temannya, eks veteran-veteran dari Kamboja, gitu. Bisa kita lihat, warga negara-warga negara yang datang ke sini adalah Vietnam, Kamboja, Laos, Thailand, Myanmar. Itu daerah Indo-Cina,” papar Sekretaris NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri, Brigjen Untung Widyatmoko di lokasi penggerebekan, Sabtu (9/5).
Lebih lanjut, Untung menengarai bahwa fenomena invasi tenaga kerja ilegal ini memiliki korelasi erat dengan rekam jejak perekrutan kejahatan siber lintas negara.
“Mereka selalu menyasar negara-negara yang memiliki peluang. Apalagi, kemarin veteran-veteran dari Kamboja sebegitu banyak ya. Yang terakhir kami update, itu lebih dari 6.000 WNI yang menjadi operator tindak pidana daring. Tidak hanya judi online, tetapi scamming online dan turunannya,” terangnya.
Di tempat yang sama, Brigjen Wira Satya Triputra selaku Dirtipidum Bareskrim Polri pun mengamini bahwa mayoritas pesakitan ini sedari mula sudah mengetahui bahwa mereka didatangkan sebagai operator judi maya.
Guna memutus mata rantai komplotan ini, Wira mengklaim satuannya telah mengantongi identitas sang cukong yang menjadi sponsor utama kedatangan para WNA.
“Hanya nanti tinggal kami pengembangan untuk proses berikutnya,” kata dia.
Penulis : traginting
Sumber Berita : suara








