TANGERANG – Razia gabungan melibatkan unsur pemasyarakatan, kepolisian, TNI, dan Badan Narkotika Nasional (BNN) digelar di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Tangerang, Senin (21/9). Kegiatan yang menyasar 214 warga binaan tersebut menjadi bagian dari deteksi dini gangguan keamanan sekaligus penguatan upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Razia yang melibatkan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Banten, Polres Metro Tangerang Kota, Kodim 0506 Tangerang, dan BNN Kota Tangerang itu dilaksanakan di Blok D Aula 4 dan Blok E Aula. Petugas menemukan sejumlah barang terlarang, di antaranya enam senjata tajam buatan, satu set alat tato, empat botol kaca, tali, stop kontak, kartu poker, dan alat pemanas buatan.
Di tengah temuan barang terlarang tersebut, pemeriksaan narkotika terhadap pegawai dan warga binaan menunjukkan hasil negatif seluruhnya. Sebanyak 87 pegawai dan 50 WBP menjalani tes urine. Dari total 137 peserta, tidak satu pun dinyatakan positif penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan.
Kepala Lapas Pemuda Tangerang, Mohamad Fadil, mengatakan razia gabungan dan tes urine merupakan tindak lanjut arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk memperkuat deteksi dini serta sinergi dengan aparat penegak hukum.
“Razia gabungan dan tes urine ini merupakan langkah deteksi dini serta upaya bersama untuk memastikan Lapas Pemuda Tangerang tetap aman, tertib, dan kondusif,” ujar Mohamad Fadil.
Kepala BNN Kota Tangerang, Kombes Pol. Vivick Tjangkung, mengapresiasi keterlibatan lintas instansi dalam pelaksanaan P4GN. Ia menyebut kondisi Lapas Pemuda Tangerang secara umum dalam keadaan kondusif.
Hasil razia dan pemeriksaan urine tersebut menjadi bagian dari penguatan pengawasan internal lapas. Temuan barang yang dilarang tetap menjadi catatan bagi petugas untuk meningkatkan pengamanan, sementara hasil tes urine negatif terhadap seluruh peserta menjadi salah satu indikator pemeriksaan dalam upaya mencegah penyalahgunaan narkotika di lingkungan pemasyarakatan.**
Penulis : tra ginting









