Ketua JMP Desak Polisi Usut Tuntas Temuan Brankas Berisi Uang Rp60 Miliar di Kafe de’Clan Signature

Thursday, 9 July 2026 - 17:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Ketua paguyuban Jurnalis Mitra Polri (JMP) Ikhwan Azis, mendesak polisi segera menindaklanjuti temuan brankas rahasia yang disembunyikan di balik lemari saat penggeledahan di Kafe de’Clan Signature, kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (9/7).

Penggeledahan yang dilakukan tim gabungan Polri dari Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) bersama Polda Metro Jaya itu menjadi langkah awal untuk mengungkap asal-usul brankas yang berisi uang tunai dalam berbagai mata uang asing dan rupiah. Temuan tersebut merupakan bagian dari penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Menurut Azis, aparat penegak hukum harus mengusut secara menyeluruh kepemilikan brankas tersebut agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

“Temuan brankas tersebut harus segera ditindaklanjuti untuk mengungkap siapa pemilik sebenarnya. Isu yang beredar di masyarakat sudah sangat luas, sehingga perlu dibuktikan melalui proses hukum yang objektif,” ujar Azis, Kamis (10/7).

Azis juga meminta aparat kepolisian memeriksa pihak-pihak yang namanya dikaitkan dalam isu yang berkembang apabila memang terdapat dasar hukum dan alat bukti yang cukup. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memberikan kepastian hukum sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

“Semua pihak yang namanya disebut dalam perkara ini sebaiknya diklarifikasi sesuai mekanisme hukum yang berlaku. Dengan demikian, apabila tidak terbukti, nama baik yang bersangkutan dapat dipulihkan, dan apabila terdapat bukti, proses hukum dapat berjalan secara transparan,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Kortastipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto mengungkapkan bahwa dalam penggeledahan di Kafe de’Clan Signature, penyidik menemukan sebuah brankas yang disembunyikan di balik lemari.

“Dari lokasi de’Clan, kami menyita SGD 3.130.000 pecahan SGD100, kemudian USD889.965, dan uang tunai rupiah sebesar Rp259.159.000. Jika dikonversi ke rupiah, totalnya hampir mencapai Rp60 miliar,” kata Totok di lokasi penggeledahan.
Selain itu, dari penggeledahan di Koin Money Changer, penyidik turut menyita 71 item barang bukti serta uang tunai dalam 16 jenis mata uang asing dengan nilai sekitar Rp7,2 miliar.

Selain uang tunai, penyidik juga mengamankan sejumlah dokumen penting dan barang elektronik yang akan didalami sebagai bagian dari proses penyidikan. Seluruh barang bukti kemudian dibawa ke Polda Metro Jaya menggunakan koper dengan pengawalan ketat personel Brimob.

Totok menjelaskan, penggeledahan tersebut merupakan bagian dari joint investigation antara Mabes Polri dan Polda Metro Jaya dalam penyidikan tiga perkara, yakni penanganan hukum perkara PLN BB, perkara PT Asabri periode 2020–2025, serta dugaan tindak pidana korupsi dalam penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI periode 2020–2025.
Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Victor Dean Macbon mengatakan penyidikan berawal dari dua laporan polisi. Laporan pertama terkait dugaan tindak pidana korupsi dan TPPU dalam penanganan perkara PT Asabri dan/atau PT Asuransi Jiwasraya yang diduga melibatkan oknum penyelenggara negara. Laporan kedua berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam penyelesaian kewajiban PT CBS kepada PT KNI.

“Hari ini kami melakukan upaya pemenuhan alat bukti dengan melakukan penggeledahan di sekitar delapan lokasi berbeda,” ujar Victor.

Penyidik masih mendalami keterkaitan seluruh barang bukti yang telah disita dengan rangkaian perkara yang sedang diusut, termasuk menelusuri aliran dana yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi dan pencucian uang.

Hingga saat ini, penyidik belum mengumumkan secara resmi siapa pemilik brankas maupun pihak yang bertanggung jawab atas uang yang ditemukan. Dugaan keterkaitan dengan individu tertentu masih merupakan bagian dari proses penyidikan dan belum dapat disimpulkan sebelum adanya hasil penyelidikan dan pembuktian di pengadilan. (JP)

Facebook Comments Box

Sumber Berita : JMP

Berita Terkait

Dari Tepuk Tangan di Riau ke Gelombang Demo Jakarta
Hari Juang Polri 2026, Para Pemimpin Lintas Generasi Kembali Menyatu di Mabes Polri
Ketahanan Pangan Digenjot, PAKAR Soroti Langkah Konkret Kapolda Sumbar
Polda Metro Jaya Ungkap Sindikat Meterai Palsu Lintas Wilayah, 16 Orang Diamankan
Polri Cetak Rekor MURI, Penanaman Bawang Putih Serentak Capai 279,53 Hektare
PAKAR: Di Tengah Duka Gempa NTT, Kapolri Hadir Memastikan Warga Tak Sendirian
Kapolri dan Titiek Soeharto Tinjau Pengungsian Korban Gempa NTT, 27.700 Warga Terdampak
Polda Metro Jaya Amankan 21 Orang Jelang Aksi BEM UI

Berita Terkait

Thursday, 20 August 2026 - 22:08 WIB

Buron Usai Penggerebekan THM Batam, Basri Lewaimang Dibekuk di Malaysia

Friday, 14 August 2026 - 12:51 WIB

Dari Drop Box ke Media Sosial, Begini Modus Jaringan Etomidate yang Dibongkar Polda Metro

Friday, 14 August 2026 - 11:36 WIB

Kampung Bahari Digerebek Lagi, Tapi Narkoba Tak Pernah Pergi: Sampai Kapan?

Saturday, 8 August 2026 - 16:44 WIB

Misteri Pemeriksaan Kapolresta dan Kasat Narkoba Banda Aceh: Belum Ada Keterangan Resmi, Publik Menanti

Thursday, 6 August 2026 - 11:24 WIB

Lindungi Generasi Muda, Polsek Tambora Ringkus 2 Pengedar, 1 Kg Sabu dan Ribuan Obat Keras Disita

Wednesday, 5 August 2026 - 04:09 WIB

Bukan Main Sendiri, Ini Fakta Baru Aksi Nekat Kopilot MSO Bawa Puluhan Ribu Ekstasi ke Jakarta

Tuesday, 4 August 2026 - 17:07 WIB

Polda Kalses Bongkar Penyelundupan 32 Kg Sabu, Sindikat Internasional Fredy Pratama Kembali Terpojok

Tuesday, 4 August 2026 - 15:47 WIB

Jaringan Narkoba Riau-Sumsel Dibongkar! Bareskrim Sita 86 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi

Berita Terbaru

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan (Foto: VOI)

Kabar

Dari Tepuk Tangan di Riau ke Gelombang Demo Jakarta

Tuesday, 25 Aug 2026 - 01:42 WIB