Penembakan Berujung Maut Di Bekasi, Polda Metro Jaya Tetapkan 11 Tersangka

Monday, 6 November 2023 - 12:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

JAKARTA–Sebanyak 11 orang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya kasus penembakan yang merenggut satu nyawa di Bekasi. Penembakan ini diduga dendam lama antara kelompok John Kei dengan Nus Kei.

Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi, ke 11 orang tersangka ada dari kelompok John Kei dan Nus Kei. Namun,  identitas ke 11 tersangka belum disebut dengan alasan pengembangan.

“Kami telah menetapkan 11 tersangka dari kedua kelompok terkait penembakan maut di Bekasi,” kata Kombes Hengki kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Senin (6/11/2023).

Dari 11 tersangka itu menurut Hengky, sembilan orang sudah dilakukan penahanan di Polda Metro Jaya. Sementara dua orang lainnya masuk daftar pencarian orang (DPO).

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus penembakan ini terjadi di Kavling Rawa Bambu Bulak, Jalan Melati 3, Medan Satria, Kota Bekasi pada Minggu (29/10/2023).

Peristiwa ini seperti dijelaskan Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Titus Yudho Uly berawal ketika kelompok Nus Kei melakukan penyerangan terhadap kelompok John Kei.

Kelompok John Kei yang mengetahui informasi penyerangan itu lalu mempersiapkan diri. “Keterangan dari pihak John Kei, mereka dapat informasi akan diserang oleh kelompok Nus Kei,” kata AKBP Titus Yudho Uly kepada wartawan di Polda Metro Jaya pekan lalu.

Kelompok Nus Kei lanjut AKBP Titus datang ke lokasi menggunakan sebuah mobil berisi enam orang, lengkap dengan senjata tajam dan senjata api. Setelah parkir turun enam orang dan korban membawa parang.

Sebaliknya, kelompok John Kei sebelum kelompok Nus Kei datang mereka sudah mempersiapkan diri untuk melawan dengan batu, parang dan senjata api.

Begitu kelompok Nus Kei turun dari mobil dan  korban turun bawa parang, langsung ditembak oleh kelompok Jhon Kei. “Mereka alasannya mau diserang, ini ada anak istri kami,” ujar AKBP Titus.

Kelompok Nus Kei sempat mencoba membawa korban ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. Sementara kelompok John Kei langsung meninggalkan lokasi kejadian untuk menyelamatkan diri. (tra/tom)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Tuntut Ganti Rugi, Ahli Waris Tanah Geruduk Apartemen Bellevue Plaza Tebet
Tuntut Ganti Rugi Atas Tanah Miliknya, Besok Keluarga Besar Ahli Waris Bakal Gelar Aksi Damai di Apartemen Bellevue Tebet
Sengketa Lahan Apartemen Bellevue Tebet, Ahli Waris Tanah Mendesak PT Graha Agura Bayar Ganti Rugi
Night Run Ramadan di Kalijodo, Cara Polres Jakbar Salurkan Energi Positif Anak Muda
Pelayanan Prima Satpas SIM Daan Mogot Dipuji Warga
Cinta Ramadan, YPJI Berbagi Takjil di Lampu Merah Trakindo Cilandak
Seret Kedaulatan Negara ke Jurang Imperialisme, Koalisi Masyarakat Sipil Tolak Perjanjian Dagang RI-AS dan Keanggotaan BoP
Pelayanan Cepat Perpanjang SIM di Satpas Daan Mogot Tuai Pujian Warga

Berita Terkait

Wednesday, 25 March 2026 - 14:24 WIB

Hingga Hari Ke-13 Operasi Ketupat 2026, Polri Nyatakan Situasi Kamtibmas Kondusif Tanpa Kejadian Menonjol

Monday, 23 March 2026 - 20:18 WIB

Ancol Diserbu Wisatawan, Kapolda Metro Jaya Pastikan Pengamanan Maksimal

Monday, 23 March 2026 - 17:04 WIB

Meninggal Usai Jalankan Tugas Pengamanan Arus Mudik, Almarhum Brigadir Fajar Permana Mendapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Monday, 23 March 2026 - 16:55 WIB

Polda Metro Jaya Berduka, Brigadir Fajar Permana Wafat Usai Kawal Arus Mudik

Thursday, 19 March 2026 - 22:42 WIB

Komnas HAM Akan Memanggil Panglima TNI Terkait Kasus Penyerangan Andrie Yunus

Thursday, 19 March 2026 - 22:25 WIB

Polri Gelar Upacara Kenaikan Pangkat Level Jenderal

Thursday, 19 March 2026 - 11:16 WIB

Ungkap Kasus Penyerangan Aktivis KontraS, SETARA Insitude: TNI Melakukan Sabotase Penegakan Hukum

Monday, 16 March 2026 - 14:54 WIB

SETARA Institut Mengutuk Serangan terhadap Aktivis KontraS

Berita Terbaru