Ada Dugaan Pemerasan di Rutan Salemba, INW Minta Menteri Imipas Agus Adrianto Bertindak Tegas

Monday, 26 January 2026 - 14:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA– Dugaan praktik pemerasan terhadap warga binaan di Rutan Kelas I Salemba, Jakarta Pusat, yang menyeret nama Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Febri Antoni, terus menuai reaksi. Kali ini, sorotan datang dari Indonesia Narcotics Watch (INW) yang secara terbuka mendesak Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) untuk segera bertindak.

Ketua Indonesia Narcotics Watch, Budi Tanjung, seperti dilansir Mata.News, menyatakan keprihatinannya atas mencuatnya dugaan pemerasan terhadap Muhamad Faisal alias Ical, warga binaan yang sebelumnya mengaku dimintai sejumlah uang oleh oknum pejabat rutan. Kasus ini menjadi perhatian publik setelah viral diberitakan di sejumlah media.

“Jika benar KPR Rutan Salemba melakukan pemerasan terhadap warga binaan, maka ini merupakan pelanggaran serius terhadap etika, aturan, dan kebijakan yang telah ditetapkan Menteri Imipas,” ujar Budi Tanjung saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon, Sabtu (24/1).

Menurut Budi, INW mendesak agar Menteri Imipas segera mengusut secara menyeluruh kebenaran informasi yang beredar. Penelusuran, kata dia, harus dilakukan secara transparan dan tidak berhenti pada satu pihak semata.

INW, lanjut Budi, tidak merasa terkejut dengan munculnya dugaan pelanggaran tersebut. Ia menyebut praktik pemerasan oleh oknum petugas lapas atau rutan telah lama menjadi “rahasia umum” di lingkungan pemasyarakatan.

“Tidak perlu heran jika ada oknum petugas atau pejabat lapas melakukan pelanggaran. Sudah menjadi rahasia umum bahwa praktik pemerasan terhadap warga binaan kerap terjadi,” ujarnya.

Budi menegaskan, jika dugaan pemerasan tersebut terbukti, maka tindakan itu bukan sekadar pelanggaran individual, melainkan bentuk pembangkangan terhadap kebijakan reformasi pemasyarakatan yang tengah digencarkan pemerintah.

“Bila terbukti ada pemerasan, itu artinya pejabat tersebut tidak menghormati kebijakan Menteri Imipas. Ini sama saja dengan melawan instruksi menteri, padahal kita tahu Menteri Imipas sedang gencar melakukan pembenahan di lapas dan rutan di seluruh Indonesia,” kata Budi.

INW pun secara tegas meminta agar pejabat yang terbukti menyalahgunakan wewenang segera dicopot dari jabatannya. Bahkan, menurut Budi, pemeriksaan tidak boleh berhenti pada satu individu.

“Tidak tertutup kemungkinan atasan langsung, termasuk Kepala Rutan, mengetahui perbuatan anak buahnya. Karena itu, Karutan juga harus diperiksa untuk memastikan tidak ada pembiaran,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Budi Tanjung menilai kasus ini harus dijadikan momentum oleh Kementerian Imipas untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan pembersihan internal terhadap pejabat maupun petugas pemasyarakatan yang diduga nakal dan menyalahgunakan kewenangan.

“Kejadian ini harus menjadi titik balik. Jangan ada toleransi terhadap praktik korupsi dan pemerasan di dalam lapas dan rutan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Rutan Kelas I Salemba maupun Kementerian Imipas belum memberikan keterangan resmi terkait pernyataan INW dan dugaan pemerasan yang mencuat ke ruang publik.(JP)

Facebook Comments Box

Penulis : Jeffry

Berita Terkait

Bos Perusahaan Tewas di Hotel St Regis Jaksel, JMP: Mestinya Polisi Periksa Sistem Keamanan Hotel
Kapolda: Capaian Institusi Polri Tak Terlepas Dari Pondasi Kokoh Yang Dibangun Para Purnawirawan
ITW Sorot Mutasi “Kilat” Brigjen Pol Komarudin, Ada Orang Besar Dibalik Rotasi?
Polri Semakin Dipercaya, Begini Tanggapan Ketua Jurnalis Mitra Polri
Taruna Akmil Latih Siswa Sekolah Rakyat, SETARA Institute: Ini Berbahaya!
Bukan Perlakuan Khusus, Ini Alasan Razman Nasution Ditempatkan di Lantai 1 Lapas Cipinang
Hotman Paris Versus Rasman Arif Nasution, Kalapas Cipinang Dituding Diskriminasi Tempatkan Rasman di Sel Khusus
Kapolri Diminta Turun Tangan! Ada Dugaan Monopoli Tender Pengadaan Barang dan Jasa di Lingkungan Korlantas

Berita Terkait

Tuesday, 18 August 2026 - 16:06 WIB

Kapolri dan Titiek Soeharto Tinjau Pengungsian Korban Gempa NTT, 27.700 Warga Terdampak

Tuesday, 18 August 2026 - 14:53 WIB

Polda Metro Jaya Amankan 21 Orang Jelang Aksi BEM UI

Saturday, 15 August 2026 - 20:19 WIB

Berdiri Bersama NTT, Pimpinan DPR Pastikan Bantuan dan Evakuasi Korban Berjalan Cepat

Wednesday, 12 August 2026 - 17:04 WIB

Dugaan Penistaan Agama di The Sounds Project Berujung Laporan Polisi, Lima Pihak Diadukan

Wednesday, 12 August 2026 - 16:53 WIB

Ekshumasi Jenazah Sutrimo, Apakah Akan Menguak Tabir Penyebab Kematian?

Saturday, 8 August 2026 - 19:40 WIB

Merawat Persatuan di Bawah Tugu Monas: Riuh Rendah Apel Kebangsaan dan Senyum Sehat Warga

Saturday, 8 August 2026 - 15:51 WIB

9 Pegiat Media Sosial Ditahan Polda Metro Jaya Terkait Hoaks Demo Agustus

Saturday, 8 August 2026 - 15:22 WIB

Apel Kebangsaan di Monas, Kapolda Metro Jaya: Menjaga Jakarta Berarti Menjaga Indonesia

Berita Terbaru

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto (Ist)

Kabar

Polda Metro Jaya Amankan 21 Orang Jelang Aksi BEM UI

Tuesday, 18 Aug 2026 - 14:53 WIB