Imparsial Sebut Problem Polri Bukan Wacana di Bawah Kementerian, tapi Fungsi Kompolnas dan DPR yang Ompong

Sunday, 8 February 2026 - 15:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi

ilustrasi

JAKARTA–Wakil Direktur Imparsial Hussein Ahmad melontarkan pandangan menarik terkait reformasi Polri. Menurut Husein, persoalan Polri bukan soal wacana penempatannya di bawah Kementerian, melainkan pada lemahnya mekanisme pengawasan.

Kata Husein, lembaga pengawas eksternal seperti Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dan DPR belum menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal dan efektif.

“Masalahnya bukan di bawah atau tidak di bawah kementerian, tetapi kita punya lembaga pengawas yang ompong. Baik DPR maupun Kompolnas, tidak berjalan maksimal dan efektif,” kata Hussein saat tampil dalam diskusi bertajuk Quo Vadis Reformasi Polri yang disiarkan melalui kanal YouTube Imparsial, Sabtu (7/2/2026).

Ia menjelaskan, Kompolnas selama ini hanya memiliki kewenangan memberikan saran dan pertimbangan kepada presiden tanpa mandat penyelidikan maupun penindakan. Kondisi tersebut dinilai membuat pengawasan terhadap dugaan pelanggaran serius oleh anggota Polri tidak optimal.

Hussein juga menilai, jika Polri ditempatkan di bawah kementerian, terdapat risiko politisasi yang tinggi. Ia mengingatkan bahwa jabatan menteri merupakan jabatan politik yang berpotensi diisi oleh representasi partai politik.

“Kita tahu menteri itu jabatan politis. Kalau Polri di bawah kementerian, sangat rawan dipolitisasi,” katanya. Selain itu, wacana tersebut dinilai bertentangan dengan Ketetapan MPR Nomor VI dan VII Tahun 2000 yang mengatur bahwa Polri berada langsung di bawah presiden. Perubahan posisi kelembagaan, menurutnya, akan berdampak pada perlunya revisi berbagai regulasi.

“Kalau ingin konsisten melakukan reformasi Polri, seharusnya yang diperkuat adalah lembaga pengawasannya, bukan memindahkan Polri ke bawah kementerian,” ujarnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menolak wacana penempatan Polri di bawah Kemendagri. Penegasan itu disampaikan dalam Rapat Kerja bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (26/1/2026).

“Saya menolak polisi di bawah kementerian. Kalau pun saya jadi menteri kepolisian, saya lebih baik menjadi petani saja,” kata Listyo.

Sigit menilai, penempatan Polri di bawah kementerian berpotensi mengurangi independensi institusi kepolisian serta berdampak pada efektivitas penyelenggaraan negara dan posisi presiden sebagai pemegang kekuasaan pemerintahan.**

Facebook Comments Box

Penulis : tra ginting

Sumber Berita : Imparsial

Berita Terkait

Gerbong Mutasi Polri Bergerak Cepat, Suyudi Kembali Geser 199 Perwira
Tiga “Tor” di Polda Metro: Dadang Konseptor, Adex Eksekutor, Media Monitor
Dari Tambak Muara Gembong, Kapolda Metro Jaya Perkuat Rantai Pasok Bahan Baku SPPG
Tegas! Kapolda Sumbar Ultimatum Jajaran: Tak Respons Laporan Pencurian Kabel Telkom, Kapolsek Dicopot
Saat Api Padam, Polisi Tak Beranjak: Buka Dapur Lapangan untuk Warga Kampung Muka
Kapolri: Ulama, Lentera yang Menjaga Arah Perjalanan Bangsa
Wadirlantas PMJ dan Jejak Humanis di Balik Denda ETLE Rp1,5 Juta
Korlantas Turun ke Samsat, Pastikan Integrasi ETLE Mudahkan Masyarakat

Berita Terkait

Sunday, 11 October 2026 - 17:51 WIB

Hoegeng Dikenang Bukan karena Tagline

Saturday, 10 October 2026 - 23:59 WIB

PP Polri Buka Hidroterapi Gratis, Wujud Kepedulian kepada Purnawirawan

Saturday, 10 October 2026 - 23:53 WIB

Dari Reuni Kecil Para Jenderal, Muncul Pesan untuk Kapolri Baru

Wednesday, 7 October 2026 - 22:41 WIB

Taklimat Prabowo dan Konsolidasi Elite TNI-Polr

Tuesday, 6 October 2026 - 18:44 WIB

Sentuhan Humanis di Tengah Aksi Ojol di Depan Gedung DPR/MPR RI

Monday, 5 October 2026 - 12:58 WIB

Berstatus Tersangka, Firli Raih Gelar Doktor Hukum, PAKAR: Kapan Giliran Polda Tuntaskan Perkaranya?

Monday, 5 October 2026 - 12:16 WIB

Ujian Pertama Profesor Dadang: Menembus Tembok Tebal Kasus Firli Bahuri

Sunday, 27 September 2026 - 23:40 WIB

Police Women Run di Bukittinggi, Kapolda Sumbar Ingin Sejarah dan Wisata Ikut Berlari

Berita Terbaru

Jenderal Polisi Hoegeng Iman Santoso (Istimewa)

Ragam

Hoegeng Dikenang Bukan karena Tagline

Sunday, 11 Oct 2026 - 17:51 WIB