JAKARTA–Nama Brigadir Jenderal Polisi Lalu Muhammad Iwan menjadi sorotan publik menyusul penetapan dirinya sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Kejaksaan Agung.
Perwira tinggi Polri tersebut diketahui saat ini menjabat sebagai Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN), posisi yang diembannya sejak Maret 2025. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kepala Biro Hukum dan Humas BGN.
Di tengah penetapan status tersangka tersebut, profil Lalu Muhammad Iwan ikut menjadi sorotan. Salah satunya berkaitan dengan pelaporan harta kekayaan penyelenggara negara. Hingga menjabat sebagai Sekretaris Deputi di BGN, harta kekayaannya belum pernah tercantum dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Karier Panjang di Kepolisian Lalu Muhammad Iwan Mahardan merupakan lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) tahun 1994. Pria kelahiran Nusa Tenggara Barat pada 22 Januari 1972 itu baru saja memperoleh kenaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal Polisi.
Kariernya dimulai di Korps Brimob dengan sejumlah penugasan di Kalimantan Barat. Setelah itu, ia bertugas di Polda Bengkulu dan Polda Metro Jaya dengan mengemban berbagai jabatan strategis.
Sejumlah posisi yang pernah dijabat antara lain Kapolsek Metro Jagakarsa, Kapolsek Metro Kelapa Gading, Kapolsek Metro Penjaringan, Kapolsek Metro Setiabudi, hingga Kapolres Dharmasraya di Polda Sumatera Barat.
Ia juga pernah bertugas di Baharkam Polri, STIK Lemdiklat Polri, dan Itwasda Polda Nusa Tenggara Barat. Dalam lingkup nasional maupun internasional, LMI dipercaya menjadi Liaison Officer ASEAN Games 2018, LO Polri untuk KPU RI, serta terlibat dalam pengamanan Pemilu Jepang 2019.
Tersangka Miliki Berbagai Penghargaan Selain pengalaman lapangan, Lalu Muhammad Iwan Mahardan juga mengikuti sejumlah pendidikan dan pelatihan, baik di dalam maupun luar negeri.
Ia merupakan lulusan PTIK dan Sespimmen, serta pernah mengikuti pelatihan di Italia, Thailand, hingga pendidikan bahasa Mandarin di Beijing. Kemampuan berbahasa Inggris, Sasak, dan Jawa turut menjadi bagian dari kompetensinya.
Selama berdinas, ia menerima sejumlah tanda jasa, di antaranya Satyalancana Kesetiaan 8 Tahun, 16 Tahun, 24 Tahun, serta Satyalancana Seroja. Usai dilantik sebagai Brigadir Jenderal Polisi, Lalu Muhammad Iwan Mahardan sempat menyampaikan pandangannya mengenai profesi yang dijalaninya.
“Menjadi polisi bukan sekadar profesi, tapi jalan pengabdian untuk menjaga bangsa dengan hati,” ujarnya.
Kini, di tengah perjalanan karier yang telah berlangsung lebih dari tiga dekade, Lalu Muhammad Iwan harus menghadapi proses hukum setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan korupsi tata kelola Program MBG yang tengah diusut Kejaksaan Agung.(JP)
Sumber Berita : viva









