Ungkap Dugaan Korupsi Wali Kota Bima, KPK Geledah 7 Lokasi

Thursday, 31 August 2023 - 16:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi

ilustrasi

KABAR PERSADA–Tercatat tujuh lokasi di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) digeledah penyidik KPK dari 29 – 30 Agustus 2023. Sejumlah dokumen pengadaan, catatan keuangan dan bukti elektronik disita terkait dugaan korupsi yang sedang diusut KPK.

Tujuh lokasi yang digeledah termasuk Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bima, rumah Wali Kota Bima, Muhammad Lutfi, Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bima, Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bima dan  rumah salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Bima di Jalan Gajah Mada.

Hasil penggeledahan dua hari itu, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti tetkait dugaan korupsi. “Sejumlah barang bukti masih dikumpulkan tim penyidik,”  kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri, Kamis (31/8/2023).

Sampai saat ini menurut Ali Fikri, tim penyidik KPK masih berada di Bima untuk mengumpulkan bukti tambahan lainnya. Informasinya, tim penyidik masih menggeledah lokasi lainya yang masih ada kaitan dengan kasus yang sedang diselidik KPK.

Kabar yang beredar menyebutkan, KPK telah menetapkan Wali Kota Bima, ML sebagai tersangka. Dia diduga terjerat kasus dugaan korupsi terkait pengadaan barang dan jasa serta penerimaan gratifikasi.

Namun sejauh ini KPK belum mengumumkan identitas para tersangka serta konstruksi perkara dugaan korupsi di Kota Bima tersebut. (tom/tra)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Alarm dari Makassar: Saatnya Kader Gerindra Menjadi Benteng Terdepan di Ruang Digital
Video Demo Lama Diviralkan Lagi, Polri Turun Tangan Usut Penyebarnya
JMP Puji Respons “Adem” Kapolri Hadapi Isu Surpres: Saya Prajurit Siap Jalankan Perintah!
Penanganan Kasus Eks Jampidsus Mengkhawatirkan, SETARA Institute Desak Presiden Alihkan Perkara ke KPK
Gencarkan “Jaga Jakarta+ On The Spot”, Kapolsek Tambora Titip Pesan Penting Ini ke Warga Tanah Sereal
Ramai Surpres Pergantian Kapolri, Komisi III DPR Sebut Isu Liar: “Kagak Ada, Kagak Ada!”
Terjebak Eksploitasi di Libya, Tiga WNI Korban TPPO Akhirnya Kembali ke Pelukan Keluarga
Hendardi: Tim Preventive Strike Harus Jadi Instrumen Pencegahan, Bukan Alat Represi Negara

Berita Terkait

Thursday, 6 August 2026 - 11:58 WIB

Alarm dari Makassar: Saatnya Kader Gerindra Menjadi Benteng Terdepan di Ruang Digital

Thursday, 6 August 2026 - 01:16 WIB

Video Demo Lama Diviralkan Lagi, Polri Turun Tangan Usut Penyebarnya

Wednesday, 5 August 2026 - 20:50 WIB

JMP Puji Respons “Adem” Kapolri Hadapi Isu Surpres: Saya Prajurit Siap Jalankan Perintah!

Wednesday, 5 August 2026 - 15:48 WIB

Gencarkan “Jaga Jakarta+ On The Spot”, Kapolsek Tambora Titip Pesan Penting Ini ke Warga Tanah Sereal

Tuesday, 4 August 2026 - 22:43 WIB

Ramai Surpres Pergantian Kapolri, Komisi III DPR Sebut Isu Liar: “Kagak Ada, Kagak Ada!”

Tuesday, 4 August 2026 - 17:58 WIB

Terjebak Eksploitasi di Libya, Tiga WNI Korban TPPO Akhirnya Kembali ke Pelukan Keluarga

Monday, 3 August 2026 - 22:45 WIB

Hendardi: Tim Preventive Strike Harus Jadi Instrumen Pencegahan, Bukan Alat Represi Negara

Saturday, 1 August 2026 - 21:29 WIB

Viral Pagar Tinggi Mal, Astamaops Polri Fadil Imran: Warga Jangan Bangun Narasi Kecemasan

Berita Terbaru