PIM Korsel Perkuat Kolaborasi Indonesia–Korea untuk Pemberdayaan Perempuan dan Jejaring Global

Thursday, 7 May 2026 - 18:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA- Perempuan Indonesia Maju (PIM) Korea Selatan menegaskan komitmennya sebagai jembatan kolaborasi strategis antara Indonesia dan Korea Selatan dalam berbagai sektor, mulai dari pemberdayaan perempuan, pendidikan, budaya, UMKM, investasi, hingga penguatan jejaring internasional.

Komitmen tersebut disampaikan Ketua PIM Korea Selatan, Patricia Sylvia Mamusung, usai mengikuti pelantikan Perempuan Indonesia Maju periode 2026–2031 yang digelar di Manggala Wanabakti, Rabu (7/5/2026).

Menurut Patricia, keberadaan diaspora Indonesia di Korea Selatan tidak hanya menjadi komunitas masyarakat Indonesia di luar negeri, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membuka peluang kerja sama internasional yang berdampak bagi kemajuan bangsa.

“Kami dari Dewan Perwakilan Luar Negeri PIM Korea Selatan hadir bukan hanya sebagai komunitas diaspora, tetapi juga sebagai jembatan kolaborasi antara Indonesia dan Korea Selatan, khususnya dalam bidang perempuan, pendidikan, budaya, UMKM, investasi, serta jejaring internasional,” ujar Patricia.

Ia menegaskan bahwa perempuan Indonesia saat ini harus mengambil peran lebih besar di tengah perubahan global yang berlangsung cepat. Menurutnya, perempuan tidak boleh hanya menjadi penonton, melainkan harus tampil sebagai pemimpin, penggerak, dan pencipta dampak positif bagi masyarakat maupun bangsa.

PIM Korea Selatan meyakini perempuan yang memiliki akses terhadap pendidikan, jejaring internasional, serta peluang global akan menjadi kekuatan penting dalam mendorong kemajuan Indonesia di masa depan.

Berangkat dari pengalaman dan pengamatan di Korea Selatan, Patricia menilai kemajuan sebuah bangsa dibangun melalui disiplin, inovasi, dan investasi terhadap kualitas sumber daya manusia, termasuk peran besar perempuan dalam bidang pendidikan, bisnis, teknologi, dan budaya.

Namun di tengah dinamika global yang semakin kompleks, tantangan terhadap ketahanan bangsa juga dinilai semakin besar, baik dalam aspek ekonomi, budaya, keluarga, maupun moral generasi muda.

Karena itu, PIM Korea Selatan menilai perempuan Indonesia memiliki peran strategis bukan hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai penjaga nilai, penjaga keluarga, dan penjaga masa depan bangsa.

“Ketahanan bangsa dimulai dari ketahanan keluarga. Dan ketahanan keluarga sangat ditentukan oleh kualitas perempuan Indonesia,” kata Patricia.

Ia menambahkan, perempuan yang kuat akan melahirkan generasi yang kuat, perempuan yang berintegritas akan membangun bangsa yang bermartabat, dan perempuan yang memiliki visi akan membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih maju dan dihormati dunia.

Sebagai bentuk nyata kontribusi internasional, PIM Korea Selatan membuka peluang kolaborasi melalui sejumlah program strategis antara Indonesia dan Korea Selatan, di antaranya business matching, women empowerment, UMKM go global, educational exchange, cultural collaboration, dan international networking.

Melalui berbagai program tersebut, PIM Korea Selatan berharap perempuan Indonesia semakin maju, mandiri, kompetitif, serta mampu membawa nama Indonesia ke tingkat internasional.

“Mari kita melangkah bersama, membangun perempuan Indonesia yang bukan hanya maju di dalam negeri, tetapi juga dihormati di tingkat dunia. Karena ketika perempuan Indonesia naik kelas, bangsa Indonesia juga akan naik kelas,” tutup Patricia.
Nama Patricia Sylvia Mamusung semakin dikenal dalam penguatan hubungan antara Indonesia dan Korea Selatan

Ia memimpin organisasi Perempuan Indonesia Maju (PIM) Korea Selatan sekaligus menjabat sebagai Ketua Umum International Partnership Collaborations (IPC), sebuah organisasi yang aktif membangun jejaring kerja sama lintas negara.

Di bawah kepemimpinannya, PIM Korea Selatan berfokus pada pemberdayaan perempuan Indonesia yang tinggal dan bekerja di Negeri Ginseng. Organisasi tersebut menjadi wadah pengembangan kapasitas, solidaritas sosial, serta penguatan peran perempuan Indonesia dalam berbagai sektor, termasuk pendidikan, kewirausahaan, dan diplomasi budaya.

Sementara itu, IPC hadir sebagai jembatan kolaborasi internasional yang mempertemukan pelaku usaha, komunitas budaya, institusi pendidikan, hingga investor dari Indonesia dan Korea Selatan.

“Organisasi ini mendorong terciptanya peluang kerja sama strategis di bidang bisnis, budaya, pendidikan, dan investasi,” ujar Patricia usai mengikuti pelantikan Perempuan Indonesia Maju ((PIM), Periode 2026-203, Manggala Wanabakti, Kementrian Kehutanan, Jakarta, Rabu (7/5/2026).

Menurut Patricia, hubungan Indonesia dan Korea Selatan memiliki potensi besar untuk terus berkembang, terutama di tengah meningkatnya minat investasi dan pertukaran budaya antara kedua negara.

Ia menilai kolaborasi antarmasyarakat menjadi faktor penting dalam memperkuat hubungan bilateral yang berkelanjutan.

“Kerja sama tidak hanya dibangun di tingkat pemerintah, tetapi juga melalui koneksi antarkomunitas, pelaku usaha, dan generasi muda,” ujar Patricia dalam salah satu agenda kolaborasi internasional yang melibatkan diaspora Indonesia di Korea Selatan.

Melalui berbagai program dan kegiatan, IPC juga berupaya membuka akses kemitraan bagi pelaku UMKM Indonesia agar mampu menembus pasar internasional, khususnya Korea Selatan.

Selain itu, organisasi tersebut aktif mendorong pertukaran budaya sebagai sarana mempererat hubungan masyarakat kedua negara.

Kehadiran PIM dan IPC dinilai memberikan kontribusi positif dalam memperluas jejaring diaspora Indonesia di luar negeri. Berbagai kegiatan yang digagas turut memperkuat citra Indonesia di Korea Selatan sekaligus menciptakan ruang kolaborasi yang lebih luas di tingkat global.

Dengan kepemimpinan Patricia Sylvia Mamusung, sinergi antara komunitas Indonesia dan Korea Selatan diharapkan terus berkembang dan menghasilkan kerja sama yang berdampak nyata bagi kedua negara.

PEREMPUAN INDONESIA MAJU (PIM)

Ketua Umum (Chairperson)
Patricia Sylvia Mamusung, M.A.

Sekretaris (Secretary General)
Dr. Milka Inkiriwang, MARS, PhD

Bendahara Umum (Treasurer)
Henny Dondokambey, SE, CTC, AEPP, LDP

Ketua Bidang
Fathiyah Allisa, S.Psi.

Facebook Comments Box

Penulis : Michael FM

Berita Terkait

Sentuhan Humanis di Tengah Aksi Ojol di Depan Gedung DPR/MPR RI
Berstatus Tersangka, Firli Raih Gelar Doktor Hukum, PAKAR: Kapan Giliran Polda Tuntaskan Perkaranya?
Ujian Pertama Profesor Dadang: Menembus Tembok Tebal Kasus Firli Bahuri
Police Women Run di Bukittinggi, Kapolda Sumbar Ingin Sejarah dan Wisata Ikut Berlari
Guruh Soekarnoputra Berpulang, Dasco: Karya dan Pengabdiannya Akan Tetap Dikenang
Saat Adik Berhadapan dengan Hukum, Keluarga Komjen Pol (Purn) Fadil Imran Pilih Tak Intervensi
Wadirlantas Bayar Denda ETLE, PAKAR: Jangan Sampai Humanisme Menenggelamkan Penegakan Hukum
KPK OTT Pejabat ATR/BPN, Charlie Chandra Soroti Pembatalan SHM 5/Lemo dan Terbitnya SHGB Baru

Berita Terkait

Monday, 28 September 2026 - 00:15 WIB

Tegas! Kapolda Sumbar Ultimatum Jajaran: Tak Respons Laporan Pencurian Kabel Telkom, Kapolsek Dicopot

Sunday, 27 September 2026 - 23:25 WIB

Saat Api Padam, Polisi Tak Beranjak: Buka Dapur Lapangan untuk Warga Kampung Muka

Saturday, 26 September 2026 - 16:23 WIB

Kapolri: Ulama, Lentera yang Menjaga Arah Perjalanan Bangsa

Thursday, 24 September 2026 - 10:00 WIB

Wadirlantas PMJ dan Jejak Humanis di Balik Denda ETLE Rp1,5 Juta

Wednesday, 23 September 2026 - 18:01 WIB

Korlantas Turun ke Samsat, Pastikan Integrasi ETLE Mudahkan Masyarakat

Wednesday, 23 September 2026 - 16:01 WIB

Bukan Sekadar Penghargaan, Kapolda Metro Jaya Dorong Anak Buah Peduli Warga

Tuesday, 22 September 2026 - 14:18 WIB

Warga Bekasi Jaga Pilkades Tetap Damai, Polda Metro Jaya Sampaikan Apresiasi

Tuesday, 22 September 2026 - 14:02 WIB

SIM Palsu Bisa Terlihat Asli, Korlantas: Jangan Terjebak Rayuan “Bisa Dibantu”

Berita Terbaru