Ratusan Tas Lululemon Dicuri di Kargo Bandara Soetta, Polisi Tangkap 3 Tersangka

Thursday, 14 May 2026 - 21:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA–Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta membongkar sindikat pencurian tas merek Lululemon di kawasan kargo Bandara Soekarno-Hatta. Disebutkan, para pelaku telah melakukan aksi pencuriansejak 2024 dan menyebabkan kerugian lebih dari Rp 1 miliar bagi perusahaan ekspor.

Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol Wisnu Wardana mengatakan tiga tersangka telah ditangkap dalam kasus tersebut. Ketiganya berinisial R alias K, A, dan F. 

“Tiga tersangka berhasil diamankan terkait kasus pencurian dan penadahan barang ekspor berupa tas merek Lululemon,” kata Wisnu kepada wartawan, Kamis (14/5/2026).

Kombes Wisnu menjelaskan para tersangka ditangkap di Karawaci, Kota Tangerang, pada Rabu (29/4) sekitar pukul 00.30 WIB. Penangkapan dilakukan setelah polisi menerima laporan kehilangan barang ekspor milik PT Pungkook Indonesia One. Polisi kemudian melakukan penyelidikan melalui pemeriksaan rekaman CCTV di area RA BST dan Pergudangan Soewarna Bandara Soekarno-Hatta.

Sementara Kasatreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta Kompol Yandri Mono mengatakan kasus bermula saat perusahaan menerima pemberitahuan dari pelanggan di Shanghai, China, terkait hilangnya 108 tas yang dikirim melalui kargo Garuda Indonesia. Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan 40 karton sengaja dipisahkan saat pemeriksaan X-Ray. 

“Tersangka F berperan mengatur agar 40 karton tersebut dipisahkan dari pemeriksaan dan dimasukkan ke dalam truk boks,” ujar Yandri.

Polisi menyebut R alias K diduga menjadi otak sekaligus eksekutor pencurian. Sementara A membantu pelaksanaan aksi pencurian. Berdasarkan hasil pemeriksaan, sebanyak 80 tas hasil curian dijual kepada penadah berinisial BO dengan harga Rp 300 ribu per buah. 

“Dalam jumlah kecil aksi pencurian ini sudah cukup sering terjadi dan tidak pernah dilaporkan,” kata Yandri.
Lebih lanjut. mengimbau seluruh pihak di lingkungan kargo bandara meningkatkan pengawasan distribusi barang ekspor untuk mencegah kasus serupa terulang. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam sindikat tersebut.(jp)

Facebook Comments Box

Sumber Berita : humas pmj

Berita Terkait

Kapolri Suyudi dan Harga Sebuah Keteladanan
Kebun Singkong Jadi Akhir Pelarian Dua Terduga Curanmor Kalideres
Hoegeng Dikenang Bukan karena Tagline
PP Polri Buka Hidroterapi Gratis, Wujud Kepedulian kepada Purnawirawan
Dari Reuni Kecil Para Jenderal, Muncul Pesan untuk Kapolri Baru
Hari Pertama di Polda Metro, Keramahan Kecil Duet Dadang-Adex Mencuri Hati
Taklimat Prabowo dan Konsolidasi Elite TNI-Polr
Sentuhan Humanis di Tengah Aksi Ojol di Depan Gedung DPR/MPR RI

Berita Terkait

Friday, 9 October 2026 - 15:04 WIB

Dari Kampung Ambon ke Boncos, Perang Narkoba Tak Cukup dengan Gerebek

Friday, 2 October 2026 - 04:42 WIB

Tiga Legislator Gerindra Terciduk Pesta Narkoba, Ujungnya Restorative Justice

Tuesday, 22 September 2026 - 14:42 WIB

Polres Jakpus Sita 20,5 Kg Sabu Jaringan Timur Tengah di Parung, Kurir Diringkus

Tuesday, 22 September 2026 - 02:30 WIB

Razia Gabungan Lapas Pemuda Tangerang, 137 Pegawai dan WBP Jalani Tes Urine, Seluruhnya Negatif Narkotika

Monday, 14 September 2026 - 14:47 WIB

Tergoda Upah Puluhan Juta, Pria Asal Medan Terjerumus Jadi Kurir 5 Kg Sabu

Monday, 14 September 2026 - 07:51 WIB

Dari Mobil Dinas ke Jaringan Malaysia, Advokat Perempuan Diduga Jadi Mata Rantai Narkoba

Thursday, 10 September 2026 - 15:03 WIB

Sindikat Narkoba Bersenjata Api di Bekasi Jadi Sinyal Merah bagi Aparat

Thursday, 3 September 2026 - 15:34 WIB

Razia Malam di Tamansari Ungkap Peredaran Obat Keras, Polisi Kejar Dua Pemasok

Berita Terbaru

Ragam

Kapolri Suyudi dan Harga Sebuah Keteladanan

Thursday, 15 Oct 2026 - 14:23 WIB