Kasus Firli Bahuri, Pengamat: Semoga Kegagalan Kapolda Sebelumnya Tidak Terulang

Wednesday, 14 January 2026 - 01:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA–Penasihat hukum eks Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ian Iskandar berharap Polda Metro Jaya dibawah pimpinan Irjen Pol Asep Edi Suheri bisa sesegera mungkin menuntaskan penyidikan kasus dugaan pemerasan yang menjerat kliennya.

“Kasus ini sudah menggantung dua tahun lebih. Kami berharap penyidikan kasus dihentikan dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya segera mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3). Sudah saatnya pak Firli mendapat keadilan,” kata Ian Iskandar, Rabu (14/1).

Seperti yang sering diungkapkan sebelumnya, pengacara jebolan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya ini mengklaim penyidik Polda Metro Jaya tidak bisa membuktikan perbuatan yang disangkakan kepada kliennya.

“Sudah empat kali berkas dikembalikan oleh Jaksa ke penyidik Polda Metro Jaya dan hingga saat ini pun berkas tersebut belum juga dinyatakan lengkap (P-21). Lalu sampai kapan kasus menggantung seperti ini ?,” katamya.

Seperti diketahui, Firli Bahuri yang diduga melakukan tindak pemerasan terhadap eks Menteri Pertanian Yasin Limpo, menjadi tersangka pada November 2023 lalu. Akan tetapi penetapan tersebut tidak diikuti dengan penahanan. Padahal, jika pemerasan dan gratifikasi dilakukan oleh penyelenggara negara, ancaman hukumannya berat bahkan bisa seumur hidup.

Angkat Jempol

Ditemui terpisah, Ketua Indonesia Traffic Watch Edison Siahaan mengatakan, wajar jika Ian Iskandar meminta penyidik Polda Metro Jaya menghentikan kasus yang menjerat kliennya Firli Bahuri.

“Dia (Ian Iskandar) tentu membela kliennya. Wajar dongdia minta kasus di SP-3.. Lagi pula, kasus ini kan sudah menggantung dua tahun lebih. Pertanyaannya, apakah Polda Metro Jaya mau menjadikan Firli Bahuri itu sebagai tersangka seumur hidup ?, ” kata Edison.

Edison Siahaan, mantan wartawan yang juga pengamat kepolisian berpendapat, sudah saatnya Polda Metro Jaya mentuntaskan kasus Firli Bahuri. Dikatakan, penyidik sudah tak perlu lagi melontarkan alasan klasik, misalnya mengatakan kasus yang menyangkut purnawirawan jenderal Polri berbintang tiga itu masih berproses atau janji-janji lainnya.

“Jika memang cukup bukti,ya lanjutkan, segera lengkapi BAP. Jika tidak ada atau tidak cukup bukti, jangan dipaksakan, kasus dihentikan. Sesimpel itu. Jangan ‘nasib’ orang digantung hingga berlarut-larut seperti ini,” katanya.

Dikatakan Edison, dirinya justru angkat jempol untuk Polda Metro Jaya jika nantinya pengusutan Kasus Firli Bahuri benar-benar dihentikan. Ditekankan Edison, penerbitan SP-3 itu juga merupakan bagian dari penegakan hukum.

“Jujur, saya angkat jempol jika memang Polda Metro berbesar hati menghentikan kasus ini. Tapi dengan catatan, dihentikan karena tidak cukup bukti. Sebaliknya jika ada bukti, ya jangan ditunda-tunda lagi,”katanya.

Ditanya kemungkinan adanya pihak yang mengintervensi kasus ini, Edison mengaku enggan berspekulasi.

“Saya justru berharap begini, semoga ‘kegagalan’ Kapolda Metro Jaya sebelumnya dalam menuntaskan kasus Firli Bahuri tidak terulang di era kepemimpinan Kapolda baru Irjen Asep Edi Suheri,” katanya.

Edison berpendapat, penanganan kasus Firli merupakan ujian bagi kredibilitas institusi Polri dalam menangani kasus korupsi yang melibatkan tokoh berpangkat tinggi.

“Lha, kalau penanganan kasus yang terkatung-katung seperti ini akan memunculkan spekulasi, polisi masih “tebang pilih” dalam menegakkan hukum,” katanya

Facebook Comments Box

Penulis : tra ginting

Berita Terkait

Sisir Sungai 4 Jam, Tim SAR Ditpolairud PMJ Akhirnya Temukan Jasad Warga Yang Hanyut di Aliran BKT Jakarta Utara
Polda Metro Jaya Umumkan 15 Orang Meninggal Akibat Tabrakan KA Argo Bromo Vs KRL di Bekasi
Polisi Amankan Penyiram Air Keras di Bekasi, Pelaku Dijerat Pasal Berlapis
Kasus Firli Bahuri Jalan Di Tempat, Kejati DKI Kembalikan SPDP ke Polda Metro Jaya
Mendadak Polisi Sidak Lapak Pedagang Pasar Minggu, AKBP Ardila Amry: Ini Tindakan Preventif Jaga Stabilitas Harga Minyakita
13 Hari Penindakan, Polri Tangkap 330 Tersangka Penyelewengan Bahan Bakar Subsidi
Sadis! Ibu Tewas Dibunuh Anak Tiri di Tangerang
Apresiasi Langkah Cepat Satgas Pangan Bareskrim Polri, Mentan Minta Aktor Penyelundupan Bawang-Cabai di Kalbar Diusut

Berita Terkait

Wednesday, 29 April 2026 - 19:06 WIB

Sisir Sungai 4 Jam, Tim SAR Ditpolairud PMJ Akhirnya Temukan Jasad Warga Yang Hanyut di Aliran BKT Jakarta Utara

Tuesday, 28 April 2026 - 16:27 WIB

Polda Metro Jaya Umumkan 15 Orang Meninggal Akibat Tabrakan KA Argo Bromo Vs KRL di Bekasi

Saturday, 25 April 2026 - 14:30 WIB

Kasus Firli Bahuri Jalan Di Tempat, Kejati DKI Kembalikan SPDP ke Polda Metro Jaya

Friday, 24 April 2026 - 16:42 WIB

Mendadak Polisi Sidak Lapak Pedagang Pasar Minggu, AKBP Ardila Amry: Ini Tindakan Preventif Jaga Stabilitas Harga Minyakita

Tuesday, 21 April 2026 - 16:50 WIB

13 Hari Penindakan, Polri Tangkap 330 Tersangka Penyelewengan Bahan Bakar Subsidi

Monday, 20 April 2026 - 14:20 WIB

Sadis! Ibu Tewas Dibunuh Anak Tiri di Tangerang

Sunday, 19 April 2026 - 17:23 WIB

Apresiasi Langkah Cepat Satgas Pangan Bareskrim Polri, Mentan Minta Aktor Penyelundupan Bawang-Cabai di Kalbar Diusut

Sunday, 19 April 2026 - 17:05 WIB

Bareskrim Polri Ungkap Penyelundupan 23 Ton Bawang dan Cabai di Kalbar Asal Thailand dan China

Berita Terbaru