Bareskrim Polri Patahkan Sayap Pilot Malaysia, Misi Penyelundupan 25 Kg Ekstasi Kandas

Friday, 31 July 2026 - 12:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Polisi Eko Hadi Santoso (Ist)

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Polisi Eko Hadi Santoso (Ist)

JAKARTA – Sebuah koper misterius di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta menjadi kunci pembuka tabir kejahatan internasional. Selasa, 28 Juli 2026, radar intuis petugas Bea Cukai menangkap gelombang mencurigakan. Layar X-Ray menangkap siluet janggal di dalam bagasi seorang penumpang internasional.

Pemilik koper itu bukan orang biasa. Ia adalah MSBO, seorang pilot aktif berkewarganegaraan Malaysia. Namun hari itu, ia tidak sedang menerbangkan pesawat, melainkan mengemban misi gelap sebagai kurir narkoba lintas negara. Begitu MSBO mengklaim kopernya, tim gabungan Bea Cukai dan Subdit II Dittipidnarkoba Bareskrim Polri langsung bergerak senyap. Koper digeledah. Di balik dinding kompartemen, petugas menemukan intersep maut: 14 bungkus besar ekstasi siap edar dan satu paket sabu-sabu.

“Jumlah total barang bukti ekstasi mencapai 70.114 butir dengan berat netto 25.194,83 gram—setara dengan 25 kilogram,” ungkap Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Polisi Eko Hadi Santoso, membuka tabir operasi.

Jejak Remang di Balik Kemudi Penerbangan

Hasil interogasi mendalam di ruang penyidikan mengonfirmasi bahwa MSBO dikendalikan oleh seorang operator bayangan yang diduga kuat berdomisili di Malaysia. Sang pilot dijanjikan upah menggiurkan sebesar 50.000 Ringgit untuk menyelundupkan barang haram tersebut ke jantung ibu kota.

“Skenarionya, setibanya di Jakarta, tersangka akan menunggu instruksi lanjutan dari Malaysia. Seseorang dijadwalkan akan mengambil paket tersebut langsung di kamar hotel tempatnya menginap,” jelas Brigjen Pol Eko, mengurai benang kusut jaringan ini.

Detektif Bareskrim pun berhasil mengorek rekam jejak kelam sang pilot. Ini bukan infiltrasi pertamanya. MSBO tercatat sudah tiga kali lolos dari radar penegak hukum:

1.Misi Pertama: Menyelundupkan sabu-sabu ke Sabah, Malaysia.
2.Misi Kedua: Sukses meloloskan 7 kilogram sabu-sabu ke Jakarta.
3.Misi Ketiga: Langkahnya terhenti di Cengkareng bersama 25 kilogram ekstasi.

Alat Bukti dan Jerat Hukum

Plot semakin tebal saat hasil tes laboratorium keluar. Hasil pemeriksaan urine menunjukkan sang pilot mengonsumsi koktail narkotika yang mematikan: positif metamfetamina (sabu-sabu), positif MDMA (ekstasi), dan kokaina. Sang kapten nyatanya terbang di bawah pengaruh ilusi.

Kini, burung besi sang pilot telah dikandangkan. Kasus telah resmi naik ke tahap penyidikan, dan MSBO mendekam di balik dinginnya jeruji Rutan Bareskrim Polri.

Atas petualangan kriminalnya, penyidik menjerat sang pilot dengan pasal berlapis tanpa ampun: Pasal 113 Ayat (2) Juncto Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman maksimal pun kini menanti di ujung ketukan palu hakim.**

Facebook Comments Box

Penulis : tra ginting

Sumber Berita : Humas Polri

Berita Terkait

Razia Malam di Tamansari Ungkap Peredaran Obat Keras, Polisi Kejar Dua Pemasok
Bareskrim Bongkar Jejak Permen Narkoba dari Inggris, Satu Nama Dipakai Empat Kali
PAKAR: Zero Tolerance Kapolda Sumbar Harus Jadi Gerakan Bersama Berantas Narkoba
Buron Usai Penggerebekan THM Batam, Basri Lewaimang Dibekuk di Malaysia
Dari Drop Box ke Media Sosial, Begini Modus Jaringan Etomidate yang Dibongkar Polda Metro
Kampung Bahari Digerebek Lagi, Tapi Narkoba Tak Pernah Pergi: Sampai Kapan?
Misteri Pemeriksaan Kapolresta dan Kasat Narkoba Banda Aceh: Belum Ada Keterangan Resmi, Publik Menanti
Lindungi Generasi Muda, Polsek Tambora Ringkus 2 Pengedar, 1 Kg Sabu dan Ribuan Obat Keras Disita

Berita Terkait

Saturday, 5 September 2026 - 14:55 WIB

IPW Bongkar Dugaan Skenario di Balik Kerusuhan 27 Agustus: Siapa Dalangnya?

Saturday, 5 September 2026 - 11:58 WIB

PAKAR Pertanyakan Fungsi Intelkam Polda Metro Jaya Usai Pedagang Cermin Tewas di Pejompongan

Thursday, 3 September 2026 - 20:42 WIB

Di Tengah Derasnya Abu Vulkanik Sinabung, Polri Pastikan 374 Warga di Pengungsian Terlayani

Thursday, 3 September 2026 - 20:14 WIB

Sketsa Sudah Ada, Pelaku dan Motif Kematian Pedagang Cermin Masih Misteri

Thursday, 3 September 2026 - 15:15 WIB

Hangatnya Pertemuan Kapolri dengan Pramuka: “Kakak Kapolri Ini Juga Anggota Pramuka”

Wednesday, 2 September 2026 - 18:55 WIB

Bekerja Dalam Senyap, Eko Hadi Santoso Kini Sandang Bintang Dua

Wednesday, 2 September 2026 - 16:41 WIB

Sebar Dua Sketsa, Polisi Persempit Pencarian Pelaku Pengeroyokan yang Tewaskan Penjual Cermin di Pejompongan

Tuesday, 1 September 2026 - 14:13 WIB

Pascarusuh DPR, Kapolda Metro Jaya Jenguk Dua Polisi dan Pengemudi Ojol yang Terluka

Berita Terbaru