Masih Menyoal Mutasi Jenderal Polri, Begini Kritik Bambang Rukminto

Monday, 11 August 2025 - 14:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi

ilustrasi

JAKARTA–Pengamat kepolisian Bambang Rukminto berpendapat, meritokrasi atau sistem penempatan dan promosi jabatan berdasarkan prestasi dan kompetensi, belum menjadi kultur di kepolisian.

“Tak bisa dipungkiri bahwa meritokrasi belum menjadi kultur di kepolisian,” kata Bambang saat dimintai pendapatnya terkait bongkar pasang jabatan level jenderal bintang tiga di lingkaran Mabes Polri, Senin (11/8).

Bambang yang juga peneliti di Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) ini mencontohkan, penempatan Komjen Pol Syahardiantono yang belum pernah menjabat Kapolda sebagai Kabareskrim, cenderung disebabkan meritokrasi tidak berjalan sebagaimana mestinya.

“Dulu ada tradisi, jabatan Kabareskrim yang menjadi ujung tombak penegakan hukum, diisi oleh pati bintang tiga yang pernah menjabat sebagai kapolda dua kali. Tapi tradisi tersebut bisa berubah sewaktu-waktu seiring dinamika politik. Saya melihat, kondisi seperti ini terjadi karena meritokrasi di Polri tidak berjalan,”katanya.

Menambahkan penjelasannya, Bambang mengatakan meskipun ada Dewan Kebijakan Tinggi (Wanjakti) yang bertugas memberi usulan atas kebijakan Kapolri, hak preogratif Kapolri sering lebih dikedepankan.

“Terlepas dari usulan wanjakti, Kapolri memiliki hak preogratif dalam menentukan siapa sosok pejabat yang terpilih. Tentunya pengisian jabatan didasari pertimbangan-pertimbangan yang komprehensif di internal maupun pertimbangan Kapolri sendiri,” bebernya.

Masih terkait rotasi jabatan level jenderal bintang tiga tersebut, menurut Bambang, sudah tidak perlu diperdebatkan lagi karena keputusan sudah diambil.

“Yang lebih penting bagaimana mengawasi kinerja para pejabat tersebut ke depan,” katanya.

Hanya saja, ditambahkan Bambang,meski pengangkatan seorang pejabat merupakan hak preogratif kapolri, meritokrasi harus dijalankan dengan transparan dan akuntable.

“Meritokrasi harus dijalankan untuk memberi pedoman bagi kader-kader Polri agar memiiki road map yg jelas dalam membangun karir. Bukan hanya asal dekat pimpinan apalagi dekat-dekat politisi yang sangat sarat kepentingan dan sangat berdampak pada profesionalisme Polr,” ujarnya.

Seperti diketahui, Kapolri Listyo Sigit Prabowo lewat Surat Telegram Nomor ST/1764/VIII/KEP./2025 dan Kep/1186/VIII/2025 diterbitkan, Selasa (5/8/2025) memutasi pejabat utama di lingkungan Mabes Polri.

Irjen Pol Karyoto yang sebelumnya menjabat Kapolda Metro Jaya menjadi Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri.  Dengan jabatan baru tersebut, Karyoto resmi naik pangkat menjadi Komisaris Jenderal (Komjen). Komjen Fadil Imran yang sebelumnya menjabat Kabaharkam dimutasi menjadi Asisten Kapolri Bidang Operasi (Astamaops). 

Sementara itu, Komjen Akhmad Wiyagus yang sebelumnya menjabat Astamaops kini dipercaya sebagai Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri. Komjen Dedi Prasetyo ditunjuk untuk mengisi jabatan Wakapolri menggantikan Komjen (Purn) Ahmad Dofiri yang memasuki masa pensiun per 1 Juli 2025.

Perombakan juga menyentuh posisi Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim). Komjen Syahardiantono ditunjuk menggantikan Komjen Wahyu Widada yang kini menjabat Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri.**

Facebook Comments Box

Penulis : tra ginting

Berita Terkait

Rekruitmen Akpol 2026 Dibuka, Polda Metro Jaya Pastikan Tidak Ada Jalur Khusus
Perkuat Keamanan di Maluku Utara dan Papua Tengah, Polri Kerahkan Ratusan Personel
Sempat Sembunyi 2 Minggu, Sopir Taksi Online Cabuli Penumpang di Jakpus Diringkus di Depok
Dalami Strategi Kumunikasi Publik, PPATK Berguru ke Humas Polda Metro Jaya
Bos Mafia asal Skotlandia Yang Jadi Buronan Interpol Dibekuk di Bali
KontraS Kecewa Berat, Polda Metro Limpahkan Kasus Andrie Yunus ke Puspom TNI
Pelaku Mutilasi Karyawan Ayam Geprek di Bekasi Ternyata Rekan Korban, Potongan Tubuh Ditaruh di Freezer
Amsal Sitepu Mengaku Sempat Diintimidasi, Ada Oknum Jaksa Minta Tak Buat Konten Proses Hukum di Persidangan

Berita Terkait

Tuesday, 7 April 2026 - 17:09 WIB

NCB Interpol Polri Tangkap Gembong Narkoba “The Doctor” Jaringan Eks Kapolres Bima di Malaysia

Friday, 20 March 2026 - 18:39 WIB

Sembunyikan Sabu 26,7 Kg di Ban Serap, Bandar Narkoba Jaringan Medan-Jakarta Dibekuk di Bogor

Thursday, 5 March 2026 - 20:57 WIB

Kantongi 2000 Butir Pil Ekstasi, Pria Muda Berstatus Pelajar Ditangkap di Cililitan Jaktim

Wednesday, 4 March 2026 - 12:23 WIB

Pemilik 102 Gram Sabu di Jakbar Diringkus, Kanit Ditresnarkoba Polda Metro AKP Rumangga: Kami Akan Kejar Bandarnya

Monday, 2 March 2026 - 16:38 WIB

Polri Buru Ko Andre Alias “The Doctor”, Pemasok Sabu ke Koko Erwin

Tuesday, 24 February 2026 - 20:23 WIB

Mendadak Tes Urine, 77 Personil Polres Jakbar Yang Diperiksa Dinyatakan Negatif Narkoba

Friday, 20 February 2026 - 10:53 WIB

Perintah Kapolri, Segera Tes Urine Polisi Se-Indonesia

Sunday, 15 February 2026 - 22:11 WIB

Polri Tegaskan Tak Ada Toleransi Terhadap Tersangka Kasus Narkoba Eks Kapolres Bima Kota

Berita Terbaru