Bripda Nopandri, Polisi Pemberani yang Gugur Saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Sunday, 5 July 2026 - 14:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA–Keberanian Bripda Nopandri Ramadhana dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri kini menjadi perhatian publik. Polisi muda berusia 23 tahun itu gugur saat mengikuti operasi pemberantasan jaringan narkoba di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga rekan-rekan sesama anggota kepolisian yang mengenalnya sebagai sosok berdedikasi tinggi.

Nama Bripda Nopandri mencuat setelah dirinya sempat dinyatakan hilang usai operasi penggerebekan bandar sabu yang berujung ricuh. Setelah dua hari dilakukan pencarian, jasadnya akhirnya ditemukan mengapung di Sungai Katingan pada Sabtu, 4 Juli 2026. Penemuan tersebut sekaligus memastikan bahwa polisi muda tersebut gugur saat menjalankan tugas negara.

Bripda Nopandri Ramadhana merupakan putra asli Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Sejak muda, ia dikenal sebagai pribadi yang sederhana, ramah, dan memiliki semangat besar untuk mengabdi kepada masyarakat melalui institusi kepolisian.

Perjalanan kariernya dimulai pada Juli 2022 setelah resmi menjadi anggota Polda Kalimantan Tengah. Penugasan pertamanya berada di Direktorat Samapta sebelum kemudian dipindahkan ke Polres Katingan sebagai personel Satsamapta.

Dedikasi dan etos kerjanya membuat pimpinan memberikan kepercayaan lebih besar. Pada 12 Januari 2024, Nopandri dipindahkan ke Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan, satuan yang memiliki tugas berat dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah tersebut.

Untuk menunjang kemampuannya, ia juga mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi penyidik reserse narkoba sepanjang 2024. Pelatihan itu menjadi bekal penting dalam menjalankan berbagai operasi penegakan hukum.

Kronologis

Tragedi bermula ketika Satresnarkoba Polres Katingan menerima informasi dari masyarakat mengenai dugaan aktivitas peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah. Hasil penyelidikan mengarah kepada seorang target operasi berinisial BIO yang diketahui merupakan residivis kasus narkotika. Sebanyak 12 personel diterjunkan untuk melakukan penggerebekan pada Rabu dini hari, 1 Juli 2026.

Sesampainya di lokasi, tim dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok bertugas melakukan penangkapan terhadap target, sementara kelompok lainnya bersiaga untuk memberikan dukungan apabila situasi berkembang. Awalnya operasi berjalan sesuai rencana dan target berhasil diamankan. Namun situasi berubah drastis ketika sejumlah orang yang berada di lokasi bersama warga sekitar melakukan perlawanan terhadap aparat.

Massa disebut menyerang petugas menggunakan senjata tajam berupa parang. Tidak lama kemudian, jumlah penyerang semakin banyak dan bahkan diduga menggunakan senjata api rakitan. Dalam kondisi yang semakin berbahaya, personel kepolisian berupaya menyelamatkan diri sambil meminta bantuan tambahan. Sebagian anggota terpaksa berenang menyeberangi Sungai Katingan dan berlindung di kawasan hutan.

Akibat penyerangan tersebut, Aipda Yudhie ditemukan meninggal dunia dengan luka akibat senjata tajam. Sementara itu, Bripda Nopandri Ramadhana bersama Aiptu Sumaryanto sempat dinyatakan hilang setelah terpisah dari rombongan ketika berusaha menyelamatkan diri dari serangan massa. Tim gabungan kemudian melakukan pencarian secara intensif di sekitar lokasi kejadian, termasuk menyusuri Sungai Katingan.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada Sabtu, 4 Juli 2026. Bripda Nopandri ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran Sungai Katingan, sementara proses pencarian dan penyelidikan terhadap seluruh rangkaian peristiwa terus dilakukan aparat.**

Facebook Comments Box

Sumber Berita : viva

Berita Terkait

Razia Malam di Tamansari Ungkap Peredaran Obat Keras, Polisi Kejar Dua Pemasok
Bareskrim Bongkar Jejak Permen Narkoba dari Inggris, Satu Nama Dipakai Empat Kali
PAKAR: Zero Tolerance Kapolda Sumbar Harus Jadi Gerakan Bersama Berantas Narkoba
Buron Usai Penggerebekan THM Batam, Basri Lewaimang Dibekuk di Malaysia
Dari Drop Box ke Media Sosial, Begini Modus Jaringan Etomidate yang Dibongkar Polda Metro
Kampung Bahari Digerebek Lagi, Tapi Narkoba Tak Pernah Pergi: Sampai Kapan?
Misteri Pemeriksaan Kapolresta dan Kasat Narkoba Banda Aceh: Belum Ada Keterangan Resmi, Publik Menanti
Lindungi Generasi Muda, Polsek Tambora Ringkus 2 Pengedar, 1 Kg Sabu dan Ribuan Obat Keras Disita

Berita Terkait

Tuesday, 8 September 2026 - 13:45 WIB

Antisipasi Abu Vulkanik, Polres Jakbar Kerahkan AWC Siram Sejumlah Jalan Protokol

Monday, 7 September 2026 - 22:21 WIB

43.838 Korban Keracunan MBG, PBHI: Negara Harus Bertanggung Jawab

Monday, 7 September 2026 - 18:17 WIB

Waspadai Efek Debu Vulkanik, Ditlantas Polda Metro Bagikan 20.000 Masker ke Pengemudi Ojol

Saturday, 5 September 2026 - 14:55 WIB

IPW Bongkar Dugaan Skenario di Balik Kerusuhan 27 Agustus: Siapa Dalangnya?

Thursday, 3 September 2026 - 20:42 WIB

Di Tengah Derasnya Abu Vulkanik Sinabung, Polri Pastikan 374 Warga di Pengungsian Terlayani

Thursday, 3 September 2026 - 20:14 WIB

Sketsa Sudah Ada, Pelaku dan Motif Kematian Pedagang Cermin Masih Misteri

Thursday, 3 September 2026 - 16:00 WIB

Kompolnas Minta Polda Metro Bongkar Otak Kericuhan 27 Agustus, Jejak Dana Diburu

Thursday, 3 September 2026 - 15:15 WIB

Hangatnya Pertemuan Kapolri dengan Pramuka: “Kakak Kapolri Ini Juga Anggota Pramuka”

Berita Terbaru