NCB Interpol Polri Bantu Pulangkan 569 PMI Korban TPPO di Myanmar

Friday, 21 March 2025 - 21:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri Brigjen Pol. Untung Widyatmoko berbicara dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (21/3/2025). ANTARA

Sekretaris NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri Brigjen Pol. Untung Widyatmoko berbicara dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (21/3/2025). ANTARA

JAKARTA–NCB Interpol Polri bantu pemulangan 569 PMI korban TPPO di Myanmar
National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia Divhubinter Polri membantu proses pemulangan 569 pekerja migran Indonesia (PMI) yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Myawaddy, Myanmar.

Sekretaris NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri Brigjen Pol. Untung Widyatmoko di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa proses evakuasi dimulai pada tanggal 15 Maret 2025 ketika tim NCB Interpol Indonesia yang berjumlah enam orang bertolak ke Bangkok, Thailand.

Dari Bangkok, tim melanjutkan perjalanan menuju Kota Mae Sot yang berada di selatan Thailand dan berbatasan langsung dengan negara Myanmar.

Kemudian, tim menuju Kota Myawaddy di Myanmar. Kota tersebut biasa disebut sebagai Yatai City dan Shwe Kokko.

Dia mengatakan bahwa kota ini didominasi dengan industri penipuan atau scam dan telah memperkerjakan lebih dari 40 warga negara asing yang salah satunya Indonesia.

“Myawaddy sendiri merupakan wilayah Myanmar secara administrasi. Namun, secara operasional, tidak berada di bawah pemerintah Myanmar. Kota tersebut dikuasai oleh kelompok-kelompok bersenjata, militer bersenjata,” terangnya.

Dalam upaya evakuasi, ujar Brigjen Pol. Untung, NCB Interpol Indonesia bersama dengan KBRI Indonesia di Bangkok berkoordinasi dengan aparat terkait di Provinsi Tak. Sebagai informasi, Mae Sot berada di bawah Provinsi Tak.

Dari hasil koordinasi dan negosiasi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dengan Kemlu Thailand, NCB Interpol Indonesia mendapatkan akses untuk mengevakuasi PMI di Myawaddy dengan bantuan Royal Thai Army.

“Kami full di-backup secara sisi keamanan untuk memberikan perimeter,” ujarnya.

Proses evakuasi pun berhasil dilakukan. Total ada sebanyak 569 PMI yang diselamatkan. Penyelamatan itu dibagi dalam dua tahap, yaitu tahap pertama sebanyak 400 orang dan 169 orang pada tahap kedua.

Para PMI tersebut, kata dia, menjadi korban TPPO dengan dipekerjakan dalam sektor-sektor penipuan atau scamming.

“Bisa berbentuk investasi, bisa berbentuk love scam,” ujarnya.

Brigjen Pol. Untung mengatakan bahwa saat ini, 569 PMI korban TPPO tersebut telah dipulangkan dan ditempatkan di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta untuk didalami lebih lanjut.

Diketahui, para PMI yang menjadi korban TPPO ditempatkan di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta untuk menjalani rehabilitasi sementara guna mendukung pemulihan.

Asesmen ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fisik, psikologis, dan sosial para korban. Banyak di antara mereka mengalami kekerasan yang dialami selama di Myanmar.

Setelah mendapatkan layanan di Asrama Haji, para korban akan dipulangkan ke daerah masing-masing, dengan dijemput oleh pemerintah daerah atau pulang secara mandiri.(red)

Facebook Comments Box

Sumber Berita : Antara

Berita Terkait

Ketua dan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Kompak Dukung Polri Usut Tuntas Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
Ketua JMP Desak Polisi Usut Tuntas Temuan Brankas Berisi Uang Rp60 Miliar di Kafe de’Clan Signature
Ada Apa Gerangan? Rumah Jampidsus Febrie Ardiansyah Dijaga Puluhan Tentara
Diduga Jadi ‘Markas’ Praktik 3 Kasus Korupsi Kakap, Cafe de’CLAN Disegel Polisi
Polisi Sita Uang Rp60 Miliar Dari Kafe De’Clan Signature Terkait Kasus Korupsi
Kakorlantas Polri Ingatkan Jajaran Siapkan Diri Hadapi Bonus Demografi dan Teknologi
Personil Ditlantas PMJ Aipda Endang Gugur saat Bantu Truk Mogok di Tol Joglo
Jenderal Polisi Terseret Skandal MBG, Pukat UGM: Ini Alarm Keras Risiko TNI-Polri Aktif Masuk Jabatan Sipil

Berita Terkait

Thursday, 9 July 2026 - 18:06 WIB

Ketua dan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Kompak Dukung Polri Usut Tuntas Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

Thursday, 9 July 2026 - 17:14 WIB

Ketua JMP Desak Polisi Usut Tuntas Temuan Brankas Berisi Uang Rp60 Miliar di Kafe de’Clan Signature

Thursday, 9 July 2026 - 08:29 WIB

Ada Apa Gerangan? Rumah Jampidsus Febrie Ardiansyah Dijaga Puluhan Tentara

Wednesday, 8 July 2026 - 23:45 WIB

Polisi Sita Uang Rp60 Miliar Dari Kafe De’Clan Signature Terkait Kasus Korupsi

Monday, 6 July 2026 - 22:04 WIB

Kakorlantas Polri Ingatkan Jajaran Siapkan Diri Hadapi Bonus Demografi dan Teknologi

Sunday, 5 July 2026 - 07:28 WIB

Personil Ditlantas PMJ Aipda Endang Gugur saat Bantu Truk Mogok di Tol Joglo

Friday, 3 July 2026 - 18:58 WIB

Jenderal Polisi Terseret Skandal MBG, Pukat UGM: Ini Alarm Keras Risiko TNI-Polri Aktif Masuk Jabatan Sipil

Thursday, 2 July 2026 - 16:51 WIB

Brigjen Pol LMI Jadi Tersangka MBG, Mabes Polri Dukung Proses Hukum di Kejagung

Berita Terbaru