JAKARTA — Batik mendominasi pemandangan pagi itu di Gedung Tribrata, kantor Persatuan Purnawirawan (PP) Polri di Jalan Darmawangsa, Jakarta Selatan. Para mantan petinggi Polri berkumpul dalam suasana layaknya reuni kecil. Senyum, jabat tangan, obrolan ringan, dan tawa mengiringi makan bersama.
Kata mereka, seragam boleh tersimpan, tetapi perhatian mereka terhadap perjalanan Korps Bhayangkara tak ikut pensiun.
Di tengah keakraban itu, Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto pun menjadi salah satu pokok perbincangan.
Ketua Umum PP Polri Jenderal Polisi (Purn.) Bambang Hendarso Danuri (BHD), Kapolri periode 2008–2010, menyambut positif kepemimpinan Suyudi yang mengusung tagline “Polri Bersama Masyarakat.”
Dikatakan, ada nuansa baru dalam upaya mendekatkan polisi kepada rakyat. Salah satu alasan BHD adalah gestur Suyudi yang saat mencium kaki ibunya. Tindakan itu, menurut Bambang, memperlihatkan sisi kemanusiaan seorang pemimpin.
“Bapak Kapolri membawa nuansa baru untuk membawa Polri dekat dengan rakyat,” ujarnya.
Namun, kedekatan dengan masyarakat perlu berjalan beriringan dengan ketegasan dalam penegakan hukum. Dalam perbincangannya sebelumnya dengan Suyudi, BHD mengaku sempat menyinggung pemberantasan perjudian yang pernah menjadi perhatian pada masa Kapolri Jenderal Polisi (Purn.) Sutanto.
Menurut BHD, Suyudi menyatakan akan meneruskan kebijakan pendahulunya tersebut. Harapan pun bertumpu pada kesinambungan langkah, agar pemberantasan perjudian tidak berhenti sebagai gebrakan sesaat, melainkan dijalankan secara konsisten.
BHD menegaskan, PP Polri siap mendukung kepemimpinan Suyudi. Ia optimistis pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat, disertai penegakan hukum yang tegas, dapat membantu memulihkan kepercayaan publik.
“Ini momentum yang terbaik bahwa, Insya Allah, Polri ke depan menjadi idola dan idaman bangsa kita yang kita cintai,” katanya.
Pertemuan Sabtu (10/10/2026) itu turut dihadiri sejumlah mantan petinggi Polri, di antaranya Jenderal Polisi (Purn.) Rusdihardjo, Jenderal Polisi (Purn.) Dai Bachtiar, Jenderal Polisi (Purn.) Sutanto, Komjen Polisi (Purn.) Makbul Padmanegara, Komjen Polisi (Purn.) Nurfaizi Suwandi, dan Irjen Polisi (Purn.) Sunarko Danu Ardianto.
Di antara obrolan hangat para senior, terselip harapan sekaligus pengingat bagi kepemimpinan baru. Tagline dapat memperkenalkan semangat, tetapi kepercayaan publik ditentukan oleh pelaksanaannya. Termasuk, sejauh mana janji meneruskan kebijakan pemberantasan perjudian benar-benar diwujudkan di lapangan.**