Heboh ‘Londo Ireng’, Direktur Anti Kekerasan PWI Ungkap Kemungkinan Laporkan Prabowo ke Polisi

Saturday, 25 July 2026 - 17:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Anti Kekerasan Wartawan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Edison Siahaan. (ist)

Direktur Anti Kekerasan Wartawan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Edison Siahaan. (ist)

JAKARTA–Direktur Anti Kekerasan Wartawan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Edison Siahaan, buka suara terkait pernyataan Prabowo Subianto usai menuding bahwa kelompok kritis sebagai ‘londo ireng’.

Tudingan itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (23/7/2026).

Sementara ada beberapa pihak yang dituding oleh Prabowo sebagai ‘londo ireng’ di mana salah satu di antaranya adalah jurnalis.

Edison mengungkapkan pihaknya masih akan mempelajari video terkait pidato Prabowo tersebut.

Selain itu, dia mengatakan divisi Anti Kekerasan Wartawan PWI akan menggandeng Dewan Pers untuk melakukan diskusi terkait apakah perlu untuk menyampaikan pernyataan sikap atau tidak.

“Ini sedang kita bahas bahkan di Tim Anti Kekerasan Wartawan di Dewan Pers di mana kita sebagai salah satu anggotanya, sedang kita diskusi kecil-kecilan apakah kita perlu bersikap terhadap pidato (Prabowo) ini. Tentu mungkin kalau ada kesepakatan di antara kita, nanti mungkin ada pernyataan atau himbauan,” katanya kepada Tribunnews, Jumat (24/7/2026).

Bahkan, Edison juga menyebut tidak menutup kemungkinan pihaknya akan melaporkan Prabowo ke kepolisian terkait pidato tersebut. Dia mengatakan akan meminta pendapat dari ahli bahasa untuk memberikan masukan apakah pernyataan Prabowo tersebut masuk dalam tindak pidana atau tidak.

“Kalau cukup bukti ya bisa saja kita laporkan. Tapi saya belum tahu banget pidato dia karena kan cuma sepotong-potong baru saya dengar.”

“Kan dia cerita ‘londo ireng’ tapi kan nggak disebutkan satu kalimat kalau ‘londo ireng’ adalah wartawan. Nanti mungkin kita minta pakar-pakar bahasa untuk berpendapat,” tuturnya.

Di sisi lain, Edison meminta agar Prabowo tidak menyampaikan suatu hal yang dapat menimbulkan multitafsir di tengah masyarakat, termasuk ketika menuding kelompok kritis sebagai ‘londo ireng’.

Menurutnya, narasi-narasi semacam itu tidak perlu disampaikan Prabowo sebagai presiden.

“Masak Presiden harus bicara ‘londo ireng’, nggak boleh lah yang bisa memicu berbagai penafsiran. Coba (pernyataannya) singkat, padat, dan jelas,” tegas Edison.

Edison juga menganggap bahwa Prabowo tidak mampu memelihara budaya kritik meski Indonesia berstatus sebagai negara demokrasi.

Dia menduga ketidakmampuan itu membuat Ketua Umum Partai Gerindra tersebut kerap melontarkan pernyataan bernada tuduhan kepada para pengkritiknya.

“Di satu sisi, dia kan siap menerima kritik, oke berbicara dalam berdemokrasi. Tapi di satu sisi, dia juga tidak mampu memelihara kritik itu sehingga membuatnya meledak-ledak,” tuturnya.
“Nah jadinya ini tugasnya orang dekatnya untuk mengingatkan sehingga menimbulkan multitafsir terkait pidatonya,” sambung Edison.

‘Londo Ireng’

Sebelumnya, Prabowo menyebut masih ada pihak-pihak di Indonesia yang mengabdi kepada kepentingan bangsa lain.

Kelompok tersebut pun disebut Prabowo sebagai ‘londo ireng’.

Awal mula tudingan itu muncul ketika Prabowo menyebut bahwa pemberitaan di media massa dianggapnya tidak berimbang karena hanya menyoroti sisi negatif dari kinerja pemerintah yang dipimpinnya.

“Ada juga media-media yang iya kan, walaupun kita sudah perbaiki 67 ribu sekolah, dia cari sekolah yang belum diperbaiki (untuk diberitakan),” katanya ketika memberikan sambutan dalam Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (23/7/2026).

Prabowo menganggap pemberitaan semacam itu disengaja demi membangun persepsi negatif.

“Dia foto besar, taruh di halaman pertama. Aduh… dia kira kita enggak ngerti, eh? Saya enggak sebutlah media mana itu. Kalau saya sebut ya pada saatnya akan saya sebut. Kalian sudah tahulah itu,” ujarnya.

Setelah itu, Prabowo menuding ada segelintir orang yang senang mengabdi pada bangsa lain alih-alih bangsa Indonesia.
Pada momen itulah, dirinya menyebut pihak-pihak tersebut sebagai ‘londo ireng’. Prabowo mengungkapkan jurnalis, pengamat, hingga LSM masuk dalam kelompok tersebut.

“Kita tahu ada orang-orang Indonesia yang senang mengabdi dan berbakti kepada bangsa lain. Itu yang dulu kita sebut Londo Ireng. Iya, yang ikut Belanda perang lawan kita, Londo-Londo Ireng ini sampai sekarang masih ada, hanya dia sekarang pakai baju lain kan,” katanya.

“Wartawan, jurnalis, apa itu, pengamat, LSM harus kita tanya, yang gaji lu siapa? Yang bayar listrikmu siapa? Yang bayar handphonemu siapa? Cari pekerjaan susah, kita tahu kan?” sambung Prabowo.

Kendati demikian, Prabowo menyebut pemerintah yang dipimpinnya tidak antikritik.

“Kita negara demokrasi, kita tidak anti kritik, tapi kita bukan anak kecil,” pungkasnya.**

Facebook Comments Box

Sumber Berita : tribun

Berita Terkait

Kritik Pidato Prabowo, Feri Amsari: Kalau Pakai Data Sejarah, Adik dan Ayahnya Bisa Dituding “Londo Ireng”
Parabowo Sebut ‘Londo Ireng’ Berbaju Wartawan, Jurnalis Senior Protes Keras
Usai Dilaporkan PWI, Penyidik Polda Metro Jaya Bakal ‘Garap’ Hotman Paris
Menjaga Indepedensi Penyidikan Eks Jampidsus, IPW Minta Jaksa Agung ST Burhanuddin Diberhentikan
Celoteh “Lo Punya Otak Gak Sih?” Masuk Jalur Pidana, Hotman Paris Dianggap Merendahkan Martabat Wartawan
Celotehannya Dinilai Kurang Beretika, PWI Pusat Desak Hotman Paris Minta Maaf Kepada Insan Pers
Bela Eks Jampidsus, Hotman Paris Langsung “Nge-gas”, Bawa-bawa Nama Prabowo
Anak Hotman Paris Kecewa Berat Sang Ayah Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus

Berita Terkait

Saturday, 25 July 2026 - 17:33 WIB

Kritik Pidato Prabowo, Feri Amsari: Kalau Pakai Data Sejarah, Adik dan Ayahnya Bisa Dituding “Londo Ireng”

Saturday, 25 July 2026 - 17:13 WIB

Heboh ‘Londo Ireng’, Direktur Anti Kekerasan PWI Ungkap Kemungkinan Laporkan Prabowo ke Polisi

Friday, 24 July 2026 - 17:46 WIB

Parabowo Sebut ‘Londo Ireng’ Berbaju Wartawan, Jurnalis Senior Protes Keras

Wednesday, 22 July 2026 - 11:10 WIB

Usai Dilaporkan PWI, Penyidik Polda Metro Jaya Bakal ‘Garap’ Hotman Paris

Tuesday, 21 July 2026 - 10:45 WIB

Menjaga Indepedensi Penyidikan Eks Jampidsus, IPW Minta Jaksa Agung ST Burhanuddin Diberhentikan

Sunday, 19 July 2026 - 13:45 WIB

Celotehannya Dinilai Kurang Beretika, PWI Pusat Desak Hotman Paris Minta Maaf Kepada Insan Pers

Saturday, 18 July 2026 - 19:12 WIB

Bela Eks Jampidsus, Hotman Paris Langsung “Nge-gas”, Bawa-bawa Nama Prabowo

Saturday, 18 July 2026 - 18:37 WIB

Anak Hotman Paris Kecewa Berat Sang Ayah Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus

Berita Terbaru