Di Tengah Derasnya Abu Vulkanik Sinabung, Polri Pastikan 374 Warga di Pengungsian Terlayani

Thursday, 3 September 2026 - 20:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Sebanyak 374 warga Desa Kuta Tengah masih bertahan di pengungsian di tengah status Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang hingga Kamis (3/9/2026) masih berada pada Level III atau Siaga. Di tengah aktivitas vulkanik yang belum sepenuhnya mereda, Polri memperkuat pelayanan sekaligus kesiapsiagaan di sejumlah titik terdampak.

Meski intensitas asap kawah menurun, potensi perubahan aktivitas Gunung Sinabung tetap menjadi perhatian. Polri bersama Pemerintah Kabupaten Karo, TNI, PVMBG, BPBD, dan unsur terkait terus memantau kondisi gunung serta memastikan kebutuhan masyarakat di pengungsian terpenuhi.

Berdasarkan data Polda Sumatera Utara, asap kawah terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan ketinggian 50 hingga 300 meter di atas puncak kawah.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, penurunan intensitas asap tidak boleh membuat kewaspadaan menurun.

“Status Gunung Sinabung masih Level III atau Siaga. Karena itu, Polri bersama Pemkab Karo dan TNI tetap memperkuat kesiapsiagaan. Masyarakat kami minta tetap tenang, tetapi waspada, mengikuti arahan petugas, dan tidak memasuki zona yang dinyatakan berbahaya,” ujar Trunoyudo dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (3/9).

Sebanyak 374 warga Desa Kuta Tengah saat ini masih berada di lokasi pengungsian Jambur Desa Suka Tepu. Polri bersama unsur terkait memastikan keamanan dan kebutuhan dasar warga selama proses penanganan berlangsung.

Bantuan dari Kapolda Sumut telah disalurkan kepada warga terdampak, antara lain berupa selimut, makanan ringan, minuman, dan kebutuhan untuk anak-anak.

Tak hanya kebutuhan fisik, Polri juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis anak-anak di pengungsian. Satbinmas Polres Karo menggelar kegiatan trauma healing untuk membantu anak-anak menghadapi situasi akibat aktivitas vulkanik.

“Pelayanan kepada masyarakat tidak hanya menyangkut kebutuhan fisik, tetapi juga kondisi psikologis. Anak-anak menjadi perhatian kami agar tetap merasa aman dan mendapatkan pendampingan selama berada di pengungsian,” kata Trunoyudo.

Untuk memperkuat pengamanan dan pelayanan, sebanyak 202 personel gabungan dari Ditsamapta, Brimobda Polda Sumut, dan Polres Karo masih disiagakan di sejumlah titik pantau dan posko pengungsian.

Personel tidak hanya memantau aktivitas Gunung Sinabung, tetapi juga memberikan pelayanan kepada warga serta bersiap mendukung proses evakuasi apabila terjadi peningkatan situasi.

Di sisi lain, dampak abu vulkanik juga ditangani. Personel Brimob Polda Sumut bersama personel BKO melakukan penyiraman ruas jalan terdampak menggunakan kendaraan Armoured Water Cannon (AWC).

Penyiraman dilakukan untuk mengurangi dampak abu vulkanik sekaligus menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat. Pelayanan kesehatan, dapur lapangan, logistik, serta sarana operasional juga disiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan warga.

“Personel tetap berada di lapangan dan siap bergerak apabila terjadi perubahan situasi. Prioritas kami adalah memastikan masyarakat aman, kebutuhan pengungsi terpenuhi, dan setiap potensi risiko dapat diantisipasi sedini mungkin,” jelas Trunoyudo.

Polri mengimbau warga di wilayah terdampak abu vulkanik untuk menggunakan masker, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti informasi resmi dari PVMBG, pemerintah daerah, dan petugas di lapangan.

Masyarakat juga diminta tidak memasuki zona yang dinyatakan berbahaya dan segera mengikuti perintah evakuasi apabila kondisi mengharuskan.

“Kami meminta masyarakat tetap tenang, jangan panik, tetapi jangan lengah. Ikuti arahan personel Polri dan tim gabungan di lapangan. Apabila ada perintah evakuasi, segera ikuti dan jangan menunda,” tegas Trunoyudo.

Polri bersama Pemkab Karo, TNI, PVMBG, BPBD, dan unsur terkait akan terus memantau perkembangan Gunung Sinabung serta menyesuaikan langkah penanganan berdasarkan kondisi di lapangan dan rekomendasi resmi.

Hingga Kamis (3/9/2026) pukul 08.00 WIB, belum terdapat korban jiwa akibat aktivitas Gunung Sinabung.**

Facebook Comments Box

Penulis : tra ginting

Sumber Berita : humas polri

Berita Terkait

Gerbong Mutasi Polri Bergerak Cepat, Suyudi Kembali Geser 199 Perwira
Tiga “Tor” di Polda Metro: Dadang Konseptor, Adex Eksekutor, Media Monitor
Dari Tambak Muara Gembong, Kapolda Metro Jaya Perkuat Rantai Pasok Bahan Baku SPPG
Tegas! Kapolda Sumbar Ultimatum Jajaran: Tak Respons Laporan Pencurian Kabel Telkom, Kapolsek Dicopot
Saat Api Padam, Polisi Tak Beranjak: Buka Dapur Lapangan untuk Warga Kampung Muka
Kapolri: Ulama, Lentera yang Menjaga Arah Perjalanan Bangsa
Wadirlantas PMJ dan Jejak Humanis di Balik Denda ETLE Rp1,5 Juta
Korlantas Turun ke Samsat, Pastikan Integrasi ETLE Mudahkan Masyarakat

Berita Terkait

Sunday, 11 October 2026 - 17:51 WIB

Hoegeng Dikenang Bukan karena Tagline

Saturday, 10 October 2026 - 23:59 WIB

PP Polri Buka Hidroterapi Gratis, Wujud Kepedulian kepada Purnawirawan

Saturday, 10 October 2026 - 23:53 WIB

Dari Reuni Kecil Para Jenderal, Muncul Pesan untuk Kapolri Baru

Wednesday, 7 October 2026 - 22:41 WIB

Taklimat Prabowo dan Konsolidasi Elite TNI-Polr

Tuesday, 6 October 2026 - 18:44 WIB

Sentuhan Humanis di Tengah Aksi Ojol di Depan Gedung DPR/MPR RI

Monday, 5 October 2026 - 12:58 WIB

Berstatus Tersangka, Firli Raih Gelar Doktor Hukum, PAKAR: Kapan Giliran Polda Tuntaskan Perkaranya?

Monday, 5 October 2026 - 12:16 WIB

Ujian Pertama Profesor Dadang: Menembus Tembok Tebal Kasus Firli Bahuri

Sunday, 27 September 2026 - 23:40 WIB

Police Women Run di Bukittinggi, Kapolda Sumbar Ingin Sejarah dan Wisata Ikut Berlari

Berita Terbaru

Jenderal Polisi Hoegeng Iman Santoso (Istimewa)

Ragam

Hoegeng Dikenang Bukan karena Tagline

Sunday, 11 Oct 2026 - 17:51 WIB