Kompolnas Minta Polda Metro Bongkar Otak Kericuhan 27 Agustus, Jejak Dana Diburu

Thursday, 3 September 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mendesak Polda Metro Jaya mengungkap dugaan aktor intelektual di balik kericuhan 27 Agustus 2026. Penyelidikan diminta tidak berhenti pada pelaku di lapangan, tetapi menelusuri dugaan mobilisasi massa hingga sumber pendanaan.

Komisioner Kompolnas Choirul Anam mengatakan pengungkapan aktor di balik kericuhan penting untuk mengetahui rangkaian peristiwa secara utuh, terutama kericuhan yang terjadi pada malam hari.

“Iya, kami Kompolnas tetap mendorong Polda Metro untuk membongkar siapa aktor intelektual di balik peristiwa tanggal 27 kemarin. Khususnya yang di malam hari,” kata Anam dalam keterangannya dikutip Antara, Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Menurut Anam, terdapat kemiripan pola antara kericuhan 27 Agustus 2026 dengan peristiwa yang terjadi pada 2025. Kemiripan tersebut dinilai perlu menjadi bahan pendalaman penyidik.

“Karena kita bisa belajar dari peristiwa 2025. Ada pola yang bisa kita rasakan di lapangan itu mirip antara 2025 dan 2026 kemarin,” ujarnya.

Karena itu, Anam menilai penyidikan tidak cukup hanya mengidentifikasi pelaku yang terlibat langsung. Polisi juga perlu mendalami kemungkinan adanya pihak yang menggerakkan massa serta pihak yang menyediakan pendanaan.

“Sehingga aktor intelektual di balik peristiwa tanggal 27 kemarin maupun peristiwa yang lain itu harus segera diungkap,” katanya.

Anam juga mengapresiasi langkah Polda Metro Jaya yang telah merilis dua sketsa pria yang diduga berkaitan dengan kasus pengeroyokan atau penganiayaan terhadap warga di Pejompongan saat kericuhan 27 Agustus.

Namun, menurut dia, pengungkapan pelaku lapangan perlu berjalan beriringan dengan pendalaman terhadap dugaan mobilisasi massa dan pendanaan.

Kompolnas, kata Anam, akan terus mengawasi proses penanganan perkara tersebut. Pengawasan dilakukan agar kasus serupa tidak kembali terjadi.

“Negara tidak boleh kalah, negara harus hadir. Dengan cara apa? Ya, sekali lagi harus dibongkar siapa pun aktor intelektual di balik peristiwa tersebut, baik mobilisasi maupun pendanaan, itu yang paling mudah. Nah, itu yang kita awasi dan diharapkan oleh masyarakat,” kata Anam.


Polisi Telusuri Aktor Intelektual

Sebelumnya, Polda Metro Jaya juga menyatakan tengah mendalami dugaan keterlibatan aktor intelektual, penyedia dana, dan penggerak massa dalam kericuhan yang terjadi di Jakarta pada 27 Agustus.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan penyelidikan dilakukan berdasarkan pola tindakan para pelaku yang dinilai menunjukkan adanya indikasi mobilisasi dan perencanaan.

“Kami sedang melakukan pendalaman terhadap aktor intelektual, melakukan pendalaman terhadap dugaan penyedia dana, maupun para penggerak massa perusuh,” kata Iman di Jakarta, Rabu (2/9).

Sejauh ini, Polda Metro Jaya telah menetapkan 47 orang sebagai tersangka dalam perkara perusakan fasilitas umum dan penganiayaan yang berkaitan dengan rangkaian kericuhan 27 Agustus.

Selain itu, polisi menangkap tiga orang berinisial FR, MH, dan FM terkait kasus perusakan kamera pengawas (CCTV) milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Penyidikan masih berjalan. Polisi kini tidak hanya memburu pelaku yang berada di lapangan, tetapi juga mendalami kemungkinan adanya pihak yang berperan sebagai penggerak maupun penyedia dana di balik rangkaian kericuhan tersebut **

Facebook Comments Box

Penulis : tra ginting

Sumber Berita : Antara

Berita Terkait

Gerbong Mutasi Polri Bergerak Cepat, Suyudi Kembali Geser 199 Perwira
Tiga “Tor” di Polda Metro: Dadang Konseptor, Adex Eksekutor, Media Monitor
Dari Tambak Muara Gembong, Kapolda Metro Jaya Perkuat Rantai Pasok Bahan Baku SPPG
Tegas! Kapolda Sumbar Ultimatum Jajaran: Tak Respons Laporan Pencurian Kabel Telkom, Kapolsek Dicopot
Saat Api Padam, Polisi Tak Beranjak: Buka Dapur Lapangan untuk Warga Kampung Muka
Kapolri: Ulama, Lentera yang Menjaga Arah Perjalanan Bangsa
Wadirlantas PMJ dan Jejak Humanis di Balik Denda ETLE Rp1,5 Juta
Korlantas Turun ke Samsat, Pastikan Integrasi ETLE Mudahkan Masyarakat

Berita Terkait

Sunday, 11 October 2026 - 17:51 WIB

Hoegeng Dikenang Bukan karena Tagline

Saturday, 10 October 2026 - 23:59 WIB

PP Polri Buka Hidroterapi Gratis, Wujud Kepedulian kepada Purnawirawan

Saturday, 10 October 2026 - 23:53 WIB

Dari Reuni Kecil Para Jenderal, Muncul Pesan untuk Kapolri Baru

Wednesday, 7 October 2026 - 22:41 WIB

Taklimat Prabowo dan Konsolidasi Elite TNI-Polr

Tuesday, 6 October 2026 - 18:44 WIB

Sentuhan Humanis di Tengah Aksi Ojol di Depan Gedung DPR/MPR RI

Monday, 5 October 2026 - 12:58 WIB

Berstatus Tersangka, Firli Raih Gelar Doktor Hukum, PAKAR: Kapan Giliran Polda Tuntaskan Perkaranya?

Monday, 5 October 2026 - 12:16 WIB

Ujian Pertama Profesor Dadang: Menembus Tembok Tebal Kasus Firli Bahuri

Sunday, 27 September 2026 - 23:40 WIB

Police Women Run di Bukittinggi, Kapolda Sumbar Ingin Sejarah dan Wisata Ikut Berlari

Berita Terbaru

Jenderal Polisi Hoegeng Iman Santoso (Istimewa)

Ragam

Hoegeng Dikenang Bukan karena Tagline

Sunday, 11 Oct 2026 - 17:51 WIB