Sketsa Sudah Ada, Pelaku dan Motif Kematian Pedagang Cermin Masih Misteri

Thursday, 3 September 2026 - 20:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

  1. JAKARTA – Sketsa wajah terduga pelaku telah dirilis, tetapi pertanyaan paling penting dalam tragedi kematian pedagang cermin di Pejompongan tersebut, siapa pelakunya dan apa motifnya, belum terjawab.

Ketua SETARA Institute Hendardi meminta Kepolisian tidak berhenti pada sketsa, melainkan menggunakan seluruh bukti untuk mengungkap tragedi tersebut secara utuh.

Menurut Hendardi, kematian pedagang cermin dalam rangkaian kerusuhan 27 Agustus lalu harus menjadi perhatian serius dalam proses penyidikan. Pengungkapan perkara tidak cukup hanya dengan mengidentifikasi wajah terduga pelaku, tetapi harus menjelaskan bagaimana kekerasan terjadi hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

“Sketsa wajah merupakan bagian dari proses penyelidikan, tetapi bukan titik akhir. Publik menunggu siapa pelakunya, apa motifnya, dan bagaimana peristiwa yang menyebabkan korban meninggal itu terjadi,” kata Hendardi.

Ia berharap penyidik mengoptimalkan seluruh alat bukti yang tersedia, termasuk rekaman CCTV, keterangan saksi, berbagai video yang direkam masyarakat atau netizen, serta jejak digital.

“Polisi memiliki banyak instrumen untuk mengungkap perkara ini. Semua bukti harus dikembangkan untuk memastikan siapa yang melakukan kekerasan dan bagaimana peran masing-masing pihak,” ujarnya.

Terkait rusuh 27 Agustus tersebut, Hendardi juga meminta penyidikan tidak berhenti pada pelaku lapangan apabila ditemukan indikasi adanya pihak yang mengorganisasi, memobilisasi, atau memprovokasi kekerasan.

“Kalau ada yang menggerakkan atau mengorganisasi, ungkap berdasarkan bukti. Siapa yang memerintahkan, apa kepentingannya, dan bagaimana keterlibatannya harus dijelaskan. Tetapi jangan pula ada kelompok yang dikambinghitamkan jika tidak terbukti,” tegasnya.

Di sisi lain, Hendardi mengapresiasi kinerja Kepolisian yang dinilai relatif lebih baik dalam mengawal berbagai aksi demonstrasi belakangan ini. Menurutnya, pendekatan profesional, proporsional, dan menghormati hak konstitusional warga harus terus dipertahankan.

Namun, pendekatan tersebut juga harus dibarengi ketegasan terhadap setiap bentuk kekerasan, intimidasi, maupun penghalangan terhadap warga yang menyampaikan aspirasi.

“Polisi tidak boleh membiarkan aktor non-negara menggunakan kekuatan massa untuk mengendalikan ruang publik atau menghadapi warga yang sedang menggunakan hak konstitusionalnya,” kata Hendardi.

Ia mengingatkan bahwa kerusuhan tidak boleh digeneralisasi sebagai representasi seluruh demonstran. Dalam aksi massa besar selalu terdapat kemungkinan adanya pihak yang menyusup atau menunggangi situasi.

Karena itu, Hendardi berharap pengusutan tragedi 27 Agustus dilakukan secara profesional, transparan, dan berbasis bukti.

“Jangan berhenti pada sketsa wajah. Gunakan CCTV, keterangan saksi, video masyarakat dan seluruh bukti yang ada untuk mengungkap pelaku serta motifnya. Ketika sudah ada korban jiwa, publik berhak mendapatkan jawaban yang terang,” pungkas Hendardi.

Facebook Comments Box

Penulis : tra ginting

Sumber Berita : SETARA

Berita Terkait

Gerbong Mutasi Polri Bergerak Cepat, Suyudi Kembali Geser 199 Perwira
Tiga “Tor” di Polda Metro: Dadang Konseptor, Adex Eksekutor, Media Monitor
Dari Tambak Muara Gembong, Kapolda Metro Jaya Perkuat Rantai Pasok Bahan Baku SPPG
Tegas! Kapolda Sumbar Ultimatum Jajaran: Tak Respons Laporan Pencurian Kabel Telkom, Kapolsek Dicopot
Saat Api Padam, Polisi Tak Beranjak: Buka Dapur Lapangan untuk Warga Kampung Muka
Kapolri: Ulama, Lentera yang Menjaga Arah Perjalanan Bangsa
Wadirlantas PMJ dan Jejak Humanis di Balik Denda ETLE Rp1,5 Juta
Korlantas Turun ke Samsat, Pastikan Integrasi ETLE Mudahkan Masyarakat

Berita Terkait

Sunday, 11 October 2026 - 17:51 WIB

Hoegeng Dikenang Bukan karena Tagline

Saturday, 10 October 2026 - 23:59 WIB

PP Polri Buka Hidroterapi Gratis, Wujud Kepedulian kepada Purnawirawan

Saturday, 10 October 2026 - 23:53 WIB

Dari Reuni Kecil Para Jenderal, Muncul Pesan untuk Kapolri Baru

Wednesday, 7 October 2026 - 22:41 WIB

Taklimat Prabowo dan Konsolidasi Elite TNI-Polr

Tuesday, 6 October 2026 - 18:44 WIB

Sentuhan Humanis di Tengah Aksi Ojol di Depan Gedung DPR/MPR RI

Monday, 5 October 2026 - 12:58 WIB

Berstatus Tersangka, Firli Raih Gelar Doktor Hukum, PAKAR: Kapan Giliran Polda Tuntaskan Perkaranya?

Monday, 5 October 2026 - 12:16 WIB

Ujian Pertama Profesor Dadang: Menembus Tembok Tebal Kasus Firli Bahuri

Sunday, 27 September 2026 - 23:40 WIB

Police Women Run di Bukittinggi, Kapolda Sumbar Ingin Sejarah dan Wisata Ikut Berlari

Berita Terbaru

Jenderal Polisi Hoegeng Iman Santoso (Istimewa)

Ragam

Hoegeng Dikenang Bukan karena Tagline

Sunday, 11 Oct 2026 - 17:51 WIB