PAKAR Pertanyakan Fungsi Intelkam Polda Metro Jaya Usai Pedagang Cermin Tewas di Pejompongan

Saturday, 5 September 2026 - 11:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Fungsi Intelkam Polda Metro Jaya dipertanyakan setelah seorang penjual cermin tewas di tengah kericuhan di Pejompongan. Pengerahan massa dalam jumlah besar semestinya menjadi potensi kerawanan yang dapat dideteksi dan diantisipasi sejak awal.

Ketua PAKAR, Ikhwan Andi Aziz, mempertanyakan bagaimana situasi tersebut bisa berkembang hingga menelan korban. Menurutnya, evaluasi tidak boleh hanya diarahkan pada penindakan setelah kericuhan, tetapi juga pada kemampuan Intelkam membaca ancaman sebelum situasi meledak.

“Kalau pengerahan massa dalam jumlah besar benar terjadi, mengapa potensi kerawanan itu tidak terdeteksi sejak awal? Dan jika sudah terdeteksi, mengapa tetap berujung pada tewasnya warga?” ujar Ikhwan.

Menurut Ikhwan, persoalan tersebut menyentuh langsung fungsi intelijen dan keamanan. Polda Metro Jaya perlu mengevaluasi proses deteksi dini, pemetaan kerawanan, hingga langkah antisipasi sebelum gangguan keamanan berkembang menjadi konflik.

Ia menyinggung pengalaman Wakapolda Metro Jaya Irjen Pol Dekananto yang disebut memiliki latar belakang di bidang intelijen dan keamanan. Menurutnya, kemampuan membaca potensi kerawanan menjadi penting ketika pengerahan massa dalam jumlah besar berpotensi memicu konflik.

“Dilema Polda Metro Jaya adalah antara penegakan hukum dan antisipasi gangguan ancaman keamanan. Padahal, tugas Intelkam salah satunya berkaitan dengan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat,” katanya.

Program Jaga Jakarta Disorot

Ikhwan turut menyoroti program “Jaga Jakarta” yang digagas Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri dengan melibatkan sejumlah organisasi masyarakat.

“Program Jaga Jakarta yang digagas Kapolda Metro dengan melibatkan sejumlah organisasi masyarakat, mungkin tujuannya baik. Tapi jika salah kelola bisa juga berbuah petaka,” ujarnya.

Menurut dia, pelibatan masyarakat dalam menjaga keamanan dapat menjadi bentuk kolaborasi. Namun, tanggung jawab utama menjaga keamanan dan menegakkan hukum tetap berada pada negara.

Karena itu, Ikhwan menilai program tersebut perlu dievaluasi, terutama apabila dalam pelaksanaannya justru muncul persoalan keamanan yang berujung pada jatuhnya korban.

PAKAR juga mendesak Polda Metro Jaya tidak hanya mengusut pelaku kekerasan di lapangan. Penyidik juga perlu menelusuri asal-usul massa, pihak yang mengerahkan, serta tujuan pengerahan berdasarkan alat bukti.

“Polda Metro Jaya harus menunjukkan bahwa hukum berlaku untuk semua. Jangan sampai ada kesan takut atau patuh ketika kasus kekerasan melibatkan ormas tertentu,” tegasnya.

Ikhwan meminta seluruh rangkaian peristiwa pascademonstrasi diungkap secara transparan, termasuk apabila ditemukan anggota organisasi kemasyarakatan yang terbukti terlibat dalam kekerasan.

Menurut dia, kematian penjual cermin di Pejompongan harus menjadi bahan evaluasi serius bagi Polda Metro Jaya. Bukan hanya mengenai siapa yang harus diproses secara hukum, tetapi juga bagaimana potensi kerawanan bisa terjadi hingga akhirnya menelan korban.**

Facebook Comments Box

Penulis : tra ginting

Sumber Berita : PAKAR

Berita Terkait

Dari Spanduk di Patung HI ke Polda Metro, Status Enam Aktivis Greenpeace Dipertanyakan
TNI-Polri Kawal Penyampaian Aspirasi, Dialog Jadi Prioritas
Bedah 84 Rumah, Kapolda Bengkulu Hadirkan Sejuta Harapan
Bantu Pelajar Menyeberang Jalan, Wakapolda Bengkulu Beri Contoh Pelayanan Humanis
Polda Metro Jaya Perketat Pengaturan Lalu Lintas di Sejumlah Ruas Jalan Utama
Momen Hangat Kapolda Metro Jaya Jadi ‘Sahabat Anak’ di SD dan SMP Muhammadiyah Jakarta
Satu Visi dari Atas ke Bawah, Kapolda Sumsel Tentukan Kompas Kerja Lewat Commander Wish
Jejak Khidmat Kapolri di Jatim, Menunduk di Pusara Gus Dur, Merangkul Hangat Para Ulama

Berita Terkait

Friday, 23 October 2026 - 12:28 WIB

Selat Malaka Digempur, 1,16 Ton Ketamin Gagal Diselundupkan, Kapolri: Ini Kado Terindah Dua Tahun Prabowo-Gibran

Wednesday, 21 October 2026 - 13:49 WIB

Memburu Bandar, Membenahi Kampung, Jalan Panjang Melawan Narkoba

Wednesday, 21 October 2026 - 13:28 WIB

Ditresnarkoba Polda Metro Sita 7 Juta Butir Obat Ilegal, Siapa Pengendali di Balik Produksi?

Tuesday, 13 October 2026 - 05:41 WIB

Sidak Kampung “Narkoba” Bahari Tanpa Gas Air Mata, Sinyal Pendekatan Baru Kapolda Metro?

Friday, 9 October 2026 - 15:04 WIB

Dari Kampung Ambon ke Boncos, Perang Narkoba Tak Cukup dengan Gerebek

Friday, 2 October 2026 - 04:42 WIB

Tiga Legislator Gerindra Terciduk Pesta Narkoba, Ujungnya Restorative Justice

Tuesday, 22 September 2026 - 14:42 WIB

Polres Jakpus Sita 20,5 Kg Sabu Jaringan Timur Tengah di Parung, Kurir Diringkus

Tuesday, 22 September 2026 - 02:30 WIB

Razia Gabungan Lapas Pemuda Tangerang, 137 Pegawai dan WBP Jalani Tes Urine, Seluruhnya Negatif Narkotika

Berita Terbaru

Stop Narkoba

Memburu Bandar, Membenahi Kampung, Jalan Panjang Melawan Narkoba

Wednesday, 21 Oct 2026 - 13:49 WIB