Hangatnya Pertemuan Kapolri dengan Pramuka: “Kakak Kapolri Ini Juga Anggota Pramuka”

Thursday, 3 September 2026 - 15:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUKABUMI – Ada suasana berbeda saat Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo berdiri di hadapan ribuan anggota Pramuka dalam Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) 2026 di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026).

Alih-alih membuka sambutan dengan bahasa yang kaku, Sigit justru mengajak para peserta bernostalgia. Ia menyapa mereka dengan panggilan “adik-adik Pramuka” sembari menceritakan pengalamannya ketika masih aktif mengikuti Gerakan Pramuka sejak duduk di bangku sekolah dasar.

“Kakak Kapolri ini juga menjadi salah satu anggota Pramuka, mulai dari SD, dari Siaga, sampai dengan SMA saya ikut Gerakan Pramuka,” kata Sigit.

Cerita itu membuat pertemuan Sigit dengan ribuan anggota Pramuka PUI terasa seperti kembali ke masa sekolah. Ia mengaku memiliki kedekatan tersendiri dengan Gerakan Pramuka karena pernah merasakan langsung berbagai kegiatan dan pembinaan di dalamnya.

Bagi Sigit, menjadi bagian dari Pramuka bukan sekadar mengenakan seragam atau mengikuti perkemahan. Ada nilai-nilai yang ikut membentuk seseorang, mulai dari kedisiplinan, keterampilan, kepedulian, gotong royong hingga kemampuan bekerja sama dengan orang lain.

Karena itu, ia menilai keputusan para peserta memilih Pramuka sebagai ruang untuk mengembangkan diri merupakan langkah yang tepat untuk menyiapkan masa depan.

“Saya yakin bahwa di hadapan saya ini adalah adik-adik pilihan yang sudah benar memilih Gerakan Pramuka sebagai salah satu wadah untuk mempersiapkan diri sebagai generasi-generasi penerus di masa yang akan datang,” ujarnya.

Dalam suasana yang akrab, Sigit bahkan mengaitkan pengalaman Pramuka dengan perjalanan sejumlah pejabat Polri yang kini menjadi perwira tinggi. Pesannya sederhana: apa yang dipelajari di Pramuka bisa menjadi bekal panjang untuk mengejar cita-cita.

Namun, Sigit juga mengingatkan bahwa dunia yang akan dihadapi generasi muda saat ini jauh lebih kompleks. Perkembangan teknologi dan media sosial membuka kesempatan besar untuk belajar, tetapi sekaligus menghadirkan berbagai tantangan.

Ia meminta para anggota Pramuka menjauhi judi online, narkoba, tawuran, geng, kejahatan, serta berbagai paham negatif yang dapat menyebar melalui media sosial.

Di tengah keberagaman Indonesia, Sigit juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai kebangsaan. Menurutnya, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika tidak cukup hanya dihafalkan, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia pun mengapresiasi PUI yang dinilainya sejak sebelum kemerdekaan konsisten menjaga semangat Islam wasathiyah dan komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam kesempatan tersebut, Sigit turut menyampaikan dukungan terhadap usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada tokoh pendiri PUI sebagai penghargaan atas perjuangan dan kontribusinya bagi bangsa.

Berbicara mengenai masa depan Indonesia, Sigit kemudian mengingatkan para peserta tentang bonus demografi. Menurutnya, besarnya jumlah penduduk usia produktif harus diimbangi dengan pendidikan, keterampilan, karakter, dan daya saing yang kuat.

Pemerintah, kata dia, terus membuka berbagai kesempatan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program pendidikan, mulai dari Sekolah Rakyat, sekolah unggulan, sekolah transformasi, LPDP hingga berbagai fasilitas pendidikan lainnya. Polri juga ikut mengambil bagian melalui SMA Kemala Taruna Bhayangkara.

Tetapi bagi Sigit, pendidikan dan keterampilan saja belum cukup. Generasi muda juga harus belajar hadir dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Ia menilai nilai-nilai yang ditanamkan dalam Pramuka sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan masyarakat, termasuk membantu penanggulangan bencana, pelayanan dan pengamanan kegiatan masyarakat hingga menjaga lingkungan.

Sigit secara khusus mengapresiasi para anggota Pramuka yang tetap turun membantu masyarakat ketika banyak orang lain sedang menikmati waktu libur, termasuk saat mudik maupun perayaan hari besar.

“Saya salut karena pada saat yang lain libur, kalian semua adik-adik Pramuka justru hadir di tengah-tengah masyarakat untuk ikut melayani masyarakat. Ini adalah semangat yang luar biasa dan harus terus dijaga,” tegasnya.

Ia juga mengajak anggota Pramuka menjadi pelopor Gerakan ASRI—Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Gerakan itu dapat dimulai dari hal sederhana, seperti menjaga kebersihan, mengurangi sampah, menanam pohon dan merawat lingkungan.

Menjelang akhir sambutannya, Sigit kembali membawa suasana menjadi lebih personal. Ia menegaskan bahwa hubungan antara Polri dan generasi muda bukan sekadar hubungan antara aparat dan masyarakat.

Kapolri ingin kepolisian hadir sebagai sahabat yang bisa menjadi tempat bagi generasi muda untuk bertanya, berdiskusi dan mencari solusi ketika menghadapi persoalan.

“Terus berkarya, terus kembangkan diri kalian, jadikan polisi sebagai sahabat kalian. Kami di kepolisian selalu siap untuk mendukung dan mendorong agar adik-adik semua bisa mencapai dan meraih cita-cita,” tutur Sigit.

Pesan itu sekaligus menjadi penutup perjumpaan Sigit dengan para anggota Pramuka PUI. Dari pengalaman masa kecilnya sebagai anggota Pramuka hingga posisinya sebagai Kapolri, Sigit ingin menegaskan bahwa nilai-nilai yang ditanamkan di Pramuka dapat menjadi bekal panjang dalam perjalanan seseorang.

Ia berharap para peserta membawa pulang bukan hanya pengalaman berkemah, tetapi juga semangat untuk terus belajar, berkarya, mengabdi dan mempersiapkan diri menjadi generasi terbaik sekaligus calon pemimpin Indonesia.

Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI 2026 berlangsung di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis, 3 September 2026.**

Facebook Comments Box

Penulis : tra ginting

Sumber Berita : Humas Polri

Berita Terkait

Kompolnas Minta Polda Metro Bongkar Otak Kericuhan 27 Agustus, Jejak Dana Diburu
Bekerja Dalam Senyap, Eko Hadi Santoso Kini Sandang Bintang Dua
Sebar Dua Sketsa, Polisi Persempit Pencarian Pelaku Pengeroyokan yang Tewaskan Penjual Cermin di Pejompongan
Pascarusuh DPR, Kapolda Metro Jaya Jenguk Dua Polisi dan Pengemudi Ojol yang Terluka
49 Jadi Tersangka Kerusuhan DPR, Polda Metro Jaya Petakan Peran Pelaku
Kapolri Geser Ratusan Perwira, Jabatan Strategis Mabes hingga Kapolda Berganti
PAKAR: Satu Nyawa Hilang di Penjompongan, Pengusutan Rusuh 27 Agustus Tak Boleh Setengah Hati
Kejar Deadline 15 Desember, PAKAR Minta DPR Pastikan RUU Perampasan Aset Berkualitas

Berita Terkait

Thursday, 3 September 2026 - 16:00 WIB

Kompolnas Minta Polda Metro Bongkar Otak Kericuhan 27 Agustus, Jejak Dana Diburu

Thursday, 3 September 2026 - 15:15 WIB

Hangatnya Pertemuan Kapolri dengan Pramuka: “Kakak Kapolri Ini Juga Anggota Pramuka”

Wednesday, 2 September 2026 - 16:41 WIB

Sebar Dua Sketsa, Polisi Persempit Pencarian Pelaku Pengeroyokan yang Tewaskan Penjual Cermin di Pejompongan

Tuesday, 1 September 2026 - 14:13 WIB

Pascarusuh DPR, Kapolda Metro Jaya Jenguk Dua Polisi dan Pengemudi Ojol yang Terluka

Tuesday, 1 September 2026 - 13:57 WIB

49 Jadi Tersangka Kerusuhan DPR, Polda Metro Jaya Petakan Peran Pelaku

Monday, 31 August 2026 - 14:50 WIB

Kapolri Geser Ratusan Perwira, Jabatan Strategis Mabes hingga Kapolda Berganti

Saturday, 29 August 2026 - 20:53 WIB

PAKAR: Satu Nyawa Hilang di Penjompongan, Pengusutan Rusuh 27 Agustus Tak Boleh Setengah Hati

Friday, 28 August 2026 - 15:30 WIB

Kejar Deadline 15 Desember, PAKAR Minta DPR Pastikan RUU Perampasan Aset Berkualitas

Berita Terbaru