Dari Tepuk Tangan di Riau ke Gelombang Demo Jakarta

Tuesday, 25 August 2026 - 01:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan (Foto: VOI)

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan (Foto: VOI)

JAKARTA–Suasana serius rapat penanganan karhutla di Posko Aju Provinsi Riau, Pekanbaru, Senin (24/8/2026), mendadak berubah hangat ketika Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi langsung kinerja TNI-Polri dalam menanggulangi kebakaran hutan.

Di hadapan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Mendagri Tito Karnavian, serta jajaran pejabat lainnya, Presiden kemudian menanyakan masa tugas para komandan wilayah.

“Pangdam sudah berapa lama di sini?” tanya Prabowo.

“Siap, satu tahun,” jawab Mayjen Agus.

Presiden kemudian mengalihkan pandangannya kepada Kapolda Riau.

“Kapolda?”

“Siap, baru 17 bulan,” jawab Irjen Herry Heryawan.

Percakapan singkat itu berujung pada arahan Presiden yang benar-benar mencairkan suasana.

Ia meminta Panglima TNI dan Kapolri mencarikan jabatan yang lebih tinggi bagi kedua perwira tersebut setelah tugas penanganan karhutla tuntas.

“Coba carikan jabatan supaya mereka bisa naik. Ya, selesaikan ini dulu,” kata Prabowo, yang disambut tepuk tangan dan tawa hangat para peserta rapat.

Momen di Riau itu membawa pesan gamblang: kerja keras akan terlihat, dan dedikasi akan selalu dihargai.

Pesan dari Riau untuk Jakarta

Direktur Eksekutif Pemantau Kinerja Aparatur untuk Keadilan Rakyat (PAKAR), Putra Ginting, menilai pesan penghargaan dari Riau tersebut sangat relevan dengan tantangan yang kini dihadapi Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Asep Edi Suheri, dalam mengawal dinamika dan potensi gelombang demonstrasi di ibu kota.

“Kalau ada prestasi, Presiden sebagai pimpinan tidak akan pelit memberikan penghargaan. Hal itu sudah ditegaskan di Riau,” ujar Ginting.

Namun, Ginting menekankan bahwa ujian sesungguhnya bagi pimpinan kepolisian di Jakarta bukanlah seberapa kuat ia menundukkan massa, melainkan seberapa bijak ia mampu menjaga ketertiban tanpa merampas kebebasan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Sebab, aparat tidak sekadar berhadapan dengan kerumunan, tetapi sedang merawat kepercayaan publik.

Ginting menambahkan, Riau telah membuktikan bahwa peluh di lapangan berbuah apresiasi. Kini, Jakarta menghadirkan ujian dengan bobot yang berbeda.

Di tengah riuh suara massa dan tuntutan perubahan, Kapolda Metro Jaya berkesempatan menghadirkan wajah Polri yang humanis, mengayomi, dan benar-benar berdiri bersama rakyat.

Sebab pada akhirnya, kenaikan pangkat dan jabatan dari pimpinan adalah kehormatan struktur. Namun, penghargaan tertinggi seorang bhayangkara—yang paling berharga dan abadi—adalah ketika rakyat merasa aman, didengar, dan dilindungi di bawah naungannya..**

Facebook Comments Box

Penulis : Jeffry

Sumber Berita : PAKAR

Berita Terkait

Layaknya Guru di Kelas, Kapolda Dadang Ajak Siswa Bercerita tentang Arti Persahabatan dan Cita-cita
Gerbong Mutasi Polri Bergerak Cepat, Suyudi Kembali Geser 199 Perwira
Tiga “Tor” di Polda Metro: Dadang Konseptor, Adex Eksekutor, Media Monitor
Dari Tambak Muara Gembong, Kapolda Metro Jaya Perkuat Rantai Pasok Bahan Baku SPPG
Tegas! Kapolda Sumbar Ultimatum Jajaran: Tak Respons Laporan Pencurian Kabel Telkom, Kapolsek Dicopot
Saat Api Padam, Polisi Tak Beranjak: Buka Dapur Lapangan untuk Warga Kampung Muka
Kapolri: Ulama, Lentera yang Menjaga Arah Perjalanan Bangsa
Wadirlantas PMJ dan Jejak Humanis di Balik Denda ETLE Rp1,5 Juta

Berita Terkait

Sunday, 11 October 2026 - 17:51 WIB

Hoegeng Dikenang Bukan karena Tagline

Saturday, 10 October 2026 - 23:59 WIB

PP Polri Buka Hidroterapi Gratis, Wujud Kepedulian kepada Purnawirawan

Saturday, 10 October 2026 - 01:58 WIB

Hari Pertama di Polda Metro, Keramahan Kecil Duet Dadang-Adex Mencuri Hati

Wednesday, 7 October 2026 - 22:41 WIB

Taklimat Prabowo dan Konsolidasi Elite TNI-Polr

Tuesday, 6 October 2026 - 18:44 WIB

Sentuhan Humanis di Tengah Aksi Ojol di Depan Gedung DPR/MPR RI

Monday, 5 October 2026 - 12:58 WIB

Berstatus Tersangka, Firli Raih Gelar Doktor Hukum, PAKAR: Kapan Giliran Polda Tuntaskan Perkaranya?

Monday, 5 October 2026 - 12:16 WIB

Ujian Pertama Profesor Dadang: Menembus Tembok Tebal Kasus Firli Bahuri

Sunday, 27 September 2026 - 23:40 WIB

Police Women Run di Bukittinggi, Kapolda Sumbar Ingin Sejarah dan Wisata Ikut Berlari

Berita Terbaru

Jenderal Polisi Hoegeng Iman Santoso (Istimewa)

Ragam

Hoegeng Dikenang Bukan karena Tagline

Sunday, 11 Oct 2026 - 17:51 WIB