Koalisi Sipil: Sikap Menhan Libatkan TNI Dalam Pengamanan Gedung DPR RI Melawan Suara Rakyat

Wednesday, 17 September 2025 - 02:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua kendaraan taktis  milik TNI AD berjaga di halaman gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (16/9/2025). Foto: Antara

Dua kendaraan taktis milik TNI AD berjaga di halaman gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (16/9/2025). Foto: Antara

JAKARTA–Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafri Sjamsuddin mengaku telah menyetujui TNI dikerahkan untuk menjaga gedung DPR RI dengan alasan gedung wakil rakyat tersebut simbol negara. Koalisi Masyarakat Sipil menilai pernyataan Menhan tersebut tidak sejalan dengan 17+8 tuntutan rakyat.

“Koalisi Masyarakat Sipil menilai pernyataan Menhan tidak sejalan dengan tuntutan rakyat yang tertuang dalam agenda tuntutan 17+8 yang menginginkan agar pemerintah menghentikan keterlibatan TNI dalam pengamanan sipil dan mengembalikan TNI ke barak. Pernyataan Menhan jelas-jelas melawan arus kehendak rakyat dan hal tersebut cermin pejabat pemerintahan yang tidak mendengarkan suara rakyat,” demikian pernyataan tertulis Koalisi Masyarakat Sipil, Selasa (16/9)

Koalisi menyebut, pelibatan TNI dalam pengamanan Gedung DPR RI sejatinya bukanlah tugas TNI. Konstitusi dan UU TNI telah mengatur bahwa TNI bertugas di bidang pertahanan negara, sedangkan urusan keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan ranah Kepolisian.

“Pelibatan TNI dalam pengamanan gedung DPR RI adalah bentuk penyimpangan dari fungsi dan tugas pokok TNI,” katanya.

Selain itu, dikatakan, Gedung DPR RI juga bukan merupakan simbol kedaulatan negara, melainkan simbol perwakilan rakyat. Karena itu, wajar apabila DPR RI menjadi objek kritik maupun aksi demonstrasi dari masyarakat ketika dianggap melakukan kekeliruan.

“Menempatkan TNI untuk menjaga DPR RI memberikan kesan mengancam dan mengintimidasi masyarakat yang ingin menyampaikan kritik dan aspirasinya,”.

Lebih jauh dikatakan, Menhan seharusnya berfokus pada penguatan TNI dibidang pertahanan, bukan menyeret TNI ke dalam urusan keamanan dan ketertiban masyarakat yang bukan menjadi kewenangannya. Oleh sebab itu, ditegaskan, Presiden harus melakukan koreksi terhadap tindakan yang dilakukan Menhan yang tidak sejalan dengan Konstitusi dan UU TNI.

“Dengan tidak adanya koreksi dari Presiden, maka dapat dianggap Presiden terlibat dalam kekeliruan yang dilakukan oleh Menteri Pertahanan,”katanya.

Koalisi Mastarakat Sipil juga menilai, proses reformasi TNI masih memiliki banyak pekerjaan rumah, termasuk reformasi peradilan militer, restrukturisasi komando teritorial, dan penghapusan budaya kekerasan terhadap masyarakat sipil. Alih-alih memperluas tugas TNI ke ranah sipil, perhatian seharusnya diarahkan pada penyelesaian masalah internal reformasi TNI.

“Pelibatan TNI dalam urusan keamanan dan ketertiban masyarakat akan menjauhkan TNI dari cita-cita menjadi tentara profesional dibidang pertahanan. Profesionalisme TNI hanya dapat tercapai jika TNI fokus pada mandat konstitusionalnya disektor pertahanan, bukan pada pengelolaan unjuk rasa atau pengamanan gedung pemerintahan,”.

Atas dasar hal tersebut di atas, Koalisi Masyarakat Sipil menyatakan:

1.Menolak rencana pelibatan TNI untuk melakukan pengamanan Gedung DPR RI.

2.Menghentikan segala bentuk pelibatan TNI dalam urusan keamanan dan ketertiban masyarakat.

3.Memprioritaskan agenda reformasi TNI agar benar-benar menjadi tentara profesional dibidang pertahanan.

Penjelasan Menhan

Diketahui, prajurit TNI ikut disiagakan di DPR sejak gelombang aksi demonstrasi pada akhir Agustus 2025. Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menjelaskan terkait keberadaan ratusan prajurit TNI yang masih berjaga di DPR RI hingga hari ini (Selasa 16/9).

Menhan menyatakan bahwa belum ditariknya prajurit TNI kembali ke barak militer, sudah atas persetujuan dirinya sebagai Menhan. Terlebih, dia menilai bahwa DPR telah menjadi simbol kedaulatan negara.

“Jadi TNI akan menjaga simbol kedaulatan negara di DPR. Jadi saya sudah menyetujui, dan panglima akan menindaklanjuti bersama para kepala staf bahwa instalasi DPR akan dijaga oleh TNI,” katanya.

Menhan tak menjelaskan sampai kapan prajurit TNI akan terus bersiaga di DPR RI. Ia hanya menyebut, penjagaan oleh satuan militer masih terus dilakukan hingga situasi dinilai lebih kondusif.**

Facebook Comments Box

Penulis : tra ginting

Sumber Berita : Setara Institute

Berita Terkait

Dari Tambak Muara Gembong, Kapolda Metro Jaya Perkuat Rantai Pasok Bahan Baku SPPG
Tegas! Kapolda Sumbar Ultimatum Jajaran: Tak Respons Laporan Pencurian Kabel Telkom, Kapolsek Dicopot
Saat Api Padam, Polisi Tak Beranjak: Buka Dapur Lapangan untuk Warga Kampung Muka
Kapolri: Ulama, Lentera yang Menjaga Arah Perjalanan Bangsa
Wadirlantas PMJ dan Jejak Humanis di Balik Denda ETLE Rp1,5 Juta
Korlantas Turun ke Samsat, Pastikan Integrasi ETLE Mudahkan Masyarakat
Bukan Sekadar Penghargaan, Kapolda Metro Jaya Dorong Anak Buah Peduli Warga
Warga Bekasi Jaga Pilkades Tetap Damai, Polda Metro Jaya Sampaikan Apresiasi

Berita Terkait

Monday, 28 September 2026 - 16:47 WIB

Dari Tambak Muara Gembong, Kapolda Metro Jaya Perkuat Rantai Pasok Bahan Baku SPPG

Sunday, 27 September 2026 - 23:25 WIB

Saat Api Padam, Polisi Tak Beranjak: Buka Dapur Lapangan untuk Warga Kampung Muka

Saturday, 26 September 2026 - 16:23 WIB

Kapolri: Ulama, Lentera yang Menjaga Arah Perjalanan Bangsa

Thursday, 24 September 2026 - 10:00 WIB

Wadirlantas PMJ dan Jejak Humanis di Balik Denda ETLE Rp1,5 Juta

Wednesday, 23 September 2026 - 18:01 WIB

Korlantas Turun ke Samsat, Pastikan Integrasi ETLE Mudahkan Masyarakat

Wednesday, 23 September 2026 - 16:01 WIB

Bukan Sekadar Penghargaan, Kapolda Metro Jaya Dorong Anak Buah Peduli Warga

Tuesday, 22 September 2026 - 14:18 WIB

Warga Bekasi Jaga Pilkades Tetap Damai, Polda Metro Jaya Sampaikan Apresiasi

Tuesday, 22 September 2026 - 14:02 WIB

SIM Palsu Bisa Terlihat Asli, Korlantas: Jangan Terjebak Rayuan “Bisa Dibantu”

Berita Terbaru