Pakar Komunikasi Emrus Sihombing: Gibran Terlalu Menggurui, Cak Imin Banyak Retorika dan Mahfud MD Realistis dan Operasional

Saturday, 23 December 2023 - 10:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Suara.com

Foto : Suara.com

JAKARTA–Berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa menyemarakkan acara Nobar Debat Pertama Calon Wakil Presiden Pemilu 2024, yang diadakan oleh Komunitas Rakyat Sayang Indonesia di Oktaf Cafe, tebet, Jakarta Selatan pada Jumat (22/12). Dalam Nobar Debat Cawapres pertama turut dihadiri oleh Emrus Sihombing selaku Pakar Komunikasi Politik.

Seluruh perdabatan malam tadi, ketiga cawapres bagus atau good. Dari tingkatan good, better dan best, Mahfud berada pada tingkat tertinggi yaitu the best dibanding dengan dua cawapres lainnya.

Emrus mengomentari performa masing-masing Cawapres pada debat perdana tersebut. Ia menilai cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming terkesan menggurui ketika menanggapi setiap pertanyaan panelis. Padahal, respon Gibran acapkali tidak menjawab secara operasional pertanyaan dan atau sanggahan dari Cawapres Cak Imin dan Mahfud MD. Menurutnya, sikap Gibran itu membuatnya terkesan meremehkan Cawapres lainnya. Ini semakin tampak pada pernyataan yang menyebut sebuah singkatan tertentu dan pernyataan penutup pada bagian akhir. Bahkan Gibran sesekali merespon tidak operasional atau merinci solusi yang ditawarkan.

“Cawapres Gibran, terlalu overconfident sehingga jawabannya cenderung seolah mendikte dan menggurui, ditambah dirinya memberikan program harapan yang tidak diikuti rincian secara operasional seperti mengurangi pengangguran” ujar Emrus kepada para peserta Nobar Debat Cawapres

Cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar, kata Emrus, tampil percaya diri seperti ketika menjelaskan tentang target pembangunan 40 kota setara Jakarta, tentu ini membutuhkan pendana yang luar biasa. Sebab, nilai aset bangunan fisik infrastruktur di Jakarta sangat besar sekali. Jadi menjadi tidak rasional membangun 40 kota di Indonesia.

“Cawapres Muhaimin yang selalu menyinggung adanya ketidakadilan, namun tidak disertai solusi program yang ditawarkan utk mengatasi ketidakadilan yang dimaksud ditambah dirinya seringkali mengemukakan yang masih abstraki, sehingga lebih retoris” tambah Emrus.

Justru menilai Cawapres nomor urut 3 Mahfud MD tampil lebih realistis dan jawabannya sangat operasional atau terukur.

“Cawapres nomor 3 Mahfud MD sangat operasional, karena penyakit negara adalah korupsi. Silahkan cek disetiap lini ada korupsi, paslon 3 sangat fokus dan intens perhatiannya terhadap pemberantsan korupsi karena menuntaskan korupsi dapat mempercepat atau mengakselerasi pembangunan. Dana yang diselamatkan dari korupsi mampu meningkat APBN yang luar biasa sehingga 21 program Ganjar-Mahfuf dapat direalisasikan dengan gerak cepat” kata Emrus.

Facebook Comments Box

Penulis : Songa Siagian

Berita Terkait

Kapolri Suyudi dan Harga Sebuah Keteladanan
Kebun Singkong Jadi Akhir Pelarian Dua Terduga Curanmor Kalideres
Hoegeng Dikenang Bukan karena Tagline
PP Polri Buka Hidroterapi Gratis, Wujud Kepedulian kepada Purnawirawan
Dari Reuni Kecil Para Jenderal, Muncul Pesan untuk Kapolri Baru
Hari Pertama di Polda Metro, Keramahan Kecil Duet Dadang-Adex Mencuri Hati
Taklimat Prabowo dan Konsolidasi Elite TNI-Polr
Sentuhan Humanis di Tengah Aksi Ojol di Depan Gedung DPR/MPR RI

Berita Terkait

Friday, 9 October 2026 - 15:04 WIB

Dari Kampung Ambon ke Boncos, Perang Narkoba Tak Cukup dengan Gerebek

Friday, 2 October 2026 - 04:42 WIB

Tiga Legislator Gerindra Terciduk Pesta Narkoba, Ujungnya Restorative Justice

Tuesday, 22 September 2026 - 14:42 WIB

Polres Jakpus Sita 20,5 Kg Sabu Jaringan Timur Tengah di Parung, Kurir Diringkus

Tuesday, 22 September 2026 - 02:30 WIB

Razia Gabungan Lapas Pemuda Tangerang, 137 Pegawai dan WBP Jalani Tes Urine, Seluruhnya Negatif Narkotika

Monday, 14 September 2026 - 14:47 WIB

Tergoda Upah Puluhan Juta, Pria Asal Medan Terjerumus Jadi Kurir 5 Kg Sabu

Monday, 14 September 2026 - 07:51 WIB

Dari Mobil Dinas ke Jaringan Malaysia, Advokat Perempuan Diduga Jadi Mata Rantai Narkoba

Thursday, 10 September 2026 - 15:03 WIB

Sindikat Narkoba Bersenjata Api di Bekasi Jadi Sinyal Merah bagi Aparat

Thursday, 3 September 2026 - 15:34 WIB

Razia Malam di Tamansari Ungkap Peredaran Obat Keras, Polisi Kejar Dua Pemasok

Berita Terbaru

Ragam

Kapolri Suyudi dan Harga Sebuah Keteladanan

Thursday, 15 Oct 2026 - 14:23 WIB