Police Women Run di Bukittinggi, Kapolda Sumbar Ingin Sejarah dan Wisata Ikut Berlari

Sunday, 27 September 2026 - 23:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BUKITTINGGI — Pagi belum sepenuhnya beranjak ketika ribuan langkah mulai memenuhi jalan-jalan Kota Bukittinggi. Ada yang datang untuk mengejar catatan waktu, ada yang sekadar menikmati suasana, dan ada pula yang berlari sambil mengenang sebuah perjalanan sejarah.

Sebanyak 3.500 peserta ambil bagian dalam Police Women Run ke-4 yang digelar Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) di Kota Bukittinggi, Minggu (27/9/2026). Ajang lari kategori 5K dan 10K itu menjadi bagian dari peringatan Hari Polisi Wanita (Polwan) ke-78.

Namun, bagi Polda Sumbar, lintasan yang dilalui para peserta bukan sekadar rute olahraga.

Bukittinggi memiliki cerita panjang dalam sejarah kepolisian Indonesia. Di kota inilah enam perempuan pertama menjadi bagian dari kepolisian, yang kemudian dikenal sebagai pionir Polwan.

Karena itu, setiap langkah dalam Police Women Run membawa makna yang lebih jauh. Olahraga dipertemukan dengan sejarah. Kebersamaan dipertemukan dengan upaya mengenalkan kembali jejak perjuangan perempuan dalam institusi kepolisian.

Kapolda Sumbar Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy berharap Police Women Run tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Dia ingin kegiatan tersebut terus berkobar dan berkembang menjadi ikon yang tidak hanya membanggakan Polwan, tetapi juga Kota Bukittinggi.

“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh panitia penyelenggara dan Wali Kota Bukittinggi atas kelancaran serta kesuksesan acara ini. Harapan kami, kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi lebih sukses pada penyelenggaraan Police Women Run ke-5 pada tahun 2027 nanti,” ujar Djati.

Menurut dia, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang untuk mengenalkan sejarah Polwan sekaligus mempromosikan potensi daerah.

Sejarah, kuliner, dan pariwisata Bukittinggi diharapkan ikut bergerak bersama denyut kegiatan.

“Kegiatan ini sekaligus kita manfaatkan untuk mengedukasi masyarakat mengenai sejarah Polwan, mempromosikan kuliner, dan mengangkat Kota Bukittinggi sebagai destinasi wisata,” katanya.

Gagasan itu kemudian bertemu dengan semangat yang diusung Polda Sumbar melalui tema “Run The Culture”.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol. Susmelawati Rosya mengatakan Police Women Run tidak hanya berbicara mengenai siapa yang paling cepat mencapai garis finis. Ada pesan yang ingin dibawa dari setiap langkah para peserta.

Bukittinggi menjadi ruang untuk mengenang bagaimana perempuan pertama kali diberi kesempatan menjadi bagian dari kepolisian dan mengabdikan diri kepada masyarakat.

“Bagi kami, Police Women Run bukan sekadar kegiatan olahraga, apalagi sekadar tentang siapa yang paling cepat sampai di garis finish,” kata Susmelawati.

Di sepanjang lintasan, Polwan dan masyarakat berbaur. Tidak ada jarak struktural. Seragam polisi bertemu pakaian olahraga. Sapaan dan senyum menjadi bahasa yang lebih sederhana dalam membangun kedekatan.

Menurut Susmelawati, suasana semacam itu penting untuk membangun komunikasi yang lebih cair antara polisi dan masyarakat.

Ketika polisi dan warga berlari dalam lintasan yang sama, kata dia, yang dibangun bukan hanya kebugaran, tetapi juga kepercayaan.

“Ketika hari ini Polwan dan masyarakat berlari bersama di Kota Bukittinggi, sesungguhnya para peserta tidak hanya menempuh sebuah rute, tetapi juga kembali mengingat perjalanan panjang perjuangan para pionir Polwan,” ujarnya.

Pada akhirnya, Police Women Run menjadi lebih dari sekadar lomba lari.

Ada sejarah yang kembali diperkenalkan. Ada budaya yang dihidupkan. Ada kuliner dan wisata yang ikut dipromosikan. Dan ada perjumpaan antara polisi dan masyarakat yang berlangsung tanpa sekat.

“Ini tentang bagaimana kita bergerak bersama, mengenang sejarah bersama, dan membangun kedekatan bersama di tengah masyarakat dalam suasana yang sehat dan humanis,” kata Susmelawati.**

 

Facebook Comments Box

Penulis : tra ginting

Sumber Berita : 110News

Berita Terkait

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Dasco: Karya dan Pengabdiannya Akan Tetap Dikenang
Saat Adik Berhadapan dengan Hukum, Keluarga Komjen Pol (Purn) Fadil Imran Pilih Tak Intervensi
Wadirlantas Bayar Denda ETLE, PAKAR: Jangan Sampai Humanisme Menenggelamkan Penegakan Hukum
KPK OTT Pejabat ATR/BPN, Charlie Chandra Soroti Pembatalan SHM 5/Lemo dan Terbitnya SHGB Baru
Satgas Pangan Polda Metro Turun ke Pasar, Harga Beras di Ciracas Sesuai HET
Korban MBG di Karo, Febiona, Juara Kelas yang Kini Berjuang Pulihkan Ingatan
Catatan Kritis SETARA Rusuh 27 Agustus: Hak Demonstrasi Warga Harus Dilindungi
Polda Metro Jaya Bertabur Bintang: Pangkat Naik, Pelayanan Harus Ikut Naik

Berita Terkait

Sunday, 27 September 2026 - 23:40 WIB

Police Women Run di Bukittinggi, Kapolda Sumbar Ingin Sejarah dan Wisata Ikut Berlari

Saturday, 26 September 2026 - 17:41 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Dasco: Karya dan Pengabdiannya Akan Tetap Dikenang

Friday, 25 September 2026 - 16:57 WIB

Wadirlantas Bayar Denda ETLE, PAKAR: Jangan Sampai Humanisme Menenggelamkan Penegakan Hukum

Friday, 18 September 2026 - 14:44 WIB

KPK OTT Pejabat ATR/BPN, Charlie Chandra Soroti Pembatalan SHM 5/Lemo dan Terbitnya SHGB Baru

Monday, 14 September 2026 - 14:21 WIB

Satgas Pangan Polda Metro Turun ke Pasar, Harga Beras di Ciracas Sesuai HET

Tuesday, 8 September 2026 - 14:34 WIB

Korban MBG di Karo, Febiona, Juara Kelas yang Kini Berjuang Pulihkan Ingatan

Thursday, 3 September 2026 - 16:16 WIB

Catatan Kritis SETARA Rusuh 27 Agustus: Hak Demonstrasi Warga Harus Dilindungi

Thursday, 3 September 2026 - 14:53 WIB

Polda Metro Jaya Bertabur Bintang: Pangkat Naik, Pelayanan Harus Ikut Naik

Berita Terbaru

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo (kiri) dan K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha saat menghadiri acara

Kabar

Kapolri: Ulama, Lentera yang Menjaga Arah Perjalanan Bangsa

Saturday, 26 Sep 2026 - 16:23 WIB