Diduga Jual Beli Jabatan, Gubernur Maluku Utara dan Pejabat Lainnya Ditangkap KPK 

Tuesday, 19 December 2023 - 13:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA–Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba dalam serangkaian 
operasi tangkap tangan (OTT) di Ternate, Maluku Utara, Senin (18/12/2023). Adul Gani diamankan penyidik di sebuah hotel kawasan Jakarta Selatan (Jaksel).

OTT ini terkait dugaan suap jual beli jabatan dan proyek pengadaan barang dan jasa di Maluku Utara. “Diamankan di sebuah hotel di Jakarta Selatan,” kata Juru Bicara Penindakan dan Kelembagaan KPK, Ali Fikri, Selasa (19/12/2023). 

Total yang diamankan penyidik KPK berjumlah 15 orang. Salah satunnya Gubernur Maluku Abdul Gani dan  beberapa pejabat di lingkungan pemerintah provinsi Maluku Utara serta pihak swasta.

KPK menggelar OTT dindua lokasi berbeda, yakni di Maluku Utara dan Jakarta Selatan. “Hingga saat ini masih dikembangkan, jumlah yang ditangkal bisa saja nanti bertambah,” ujar Ali Fikri. 

Semua orang yang diamankan tengah menjalani pemeriksaan intensif. KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status para pihak yang diamankan. “Selengkapnya akan kami sampaikan setelah memastikan seluruh proses kegiatan selesai,” tambah Ali.

Tim penyidik juga melakukan penggeledahan di rumah jabatan Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Takoma, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate. Sejauh ini belum diketahui apa saja yang disita tim penyidik KPK dari rumah dinas tersebut.

Selain kediaman Gubernur Maluku Utara, penyidik KPK juga menggeledah sejumlah lokasi lain di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Diantaranya, Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), serta Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), termasuk ruang kerja Abdul Gani Kasuba di Sofifi, Maluku Utara juga ikut digeledah.

Sebagai catatan, Abdul Gani Kasuba adalah pria kelahiran Bibinoi (sekarang Halmahera Selatan) pada 21 Desember 1951. Abdul Gani menempuh pendidikan di Yayasan Al-Khairat di Palu, Sulawesi Tengah. Dia mengenyam pendidikan awal di Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Al-Khairat hingga ke jenjang SMA di Madrasah Mualimin Al-Khairat.

Abdul Gani kemudian melanjutkan studi di pendidikan tinggi Fakultas Dakwah Universitas Islam Madinah. Setelah selesai pendidikan di sana, Abdul Gani kembali ke Indonesia dan mengabdi di Yayasan Al-Khairat sebagai Kepala Inspeksi.

Ia kemudian mendirikan sekolah-sekolah di Maluku Utara hingga Papua. Abdul Gani juga  sempat menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Ulama Maluku Utara pada 1994-1999.

Abdul Gani kemudian terjun ke dunia politik dan bergabung dengan PKS sehingga ia tertilih menjadi anggota DPR RI. Kemudian ia terpilih menjadi Wakil Gubernur Maluku Utara mendampingi Thaib Armaiyn.

Pada Pilkada 2013, Abdul Gani Kasuba akhirnya terpilih sebagai Gubernur Maluku Utara berpasangan dengan Natsir Thaib sebagai wakilnya untuk periode 2014-2019.

Pada Pilkada selanjutnya, Gani kembali maju sebagai Gubernur Maluku Utara berpasangan dengan mantan Bupati Halmahera Tengah Al Yasin Ali. Abdul Gani kembali memangku jabatan Gubernur Malu Utara setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan hasil perselisihan hasil Pilkada. Keduanya menjabat untuk periode 2019-2024.(Tom/Tra)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Alarm dari Makassar: Saatnya Kader Gerindra Menjadi Benteng Terdepan di Ruang Digital
Video Demo Lama Diviralkan Lagi, Polri Turun Tangan Usut Penyebarnya
JMP Puji Respons “Adem” Kapolri Hadapi Isu Surpres: Saya Prajurit Siap Jalankan Perintah!
Penanganan Kasus Eks Jampidsus Mengkhawatirkan, SETARA Institute Desak Presiden Alihkan Perkara ke KPK
Gencarkan “Jaga Jakarta+ On The Spot”, Kapolsek Tambora Titip Pesan Penting Ini ke Warga Tanah Sereal
Ramai Surpres Pergantian Kapolri, Komisi III DPR Sebut Isu Liar: “Kagak Ada, Kagak Ada!”
Terjebak Eksploitasi di Libya, Tiga WNI Korban TPPO Akhirnya Kembali ke Pelukan Keluarga
Hendardi: Tim Preventive Strike Harus Jadi Instrumen Pencegahan, Bukan Alat Represi Negara

Berita Terkait

Thursday, 6 August 2026 - 11:58 WIB

Alarm dari Makassar: Saatnya Kader Gerindra Menjadi Benteng Terdepan di Ruang Digital

Thursday, 6 August 2026 - 01:16 WIB

Video Demo Lama Diviralkan Lagi, Polri Turun Tangan Usut Penyebarnya

Wednesday, 5 August 2026 - 20:50 WIB

JMP Puji Respons “Adem” Kapolri Hadapi Isu Surpres: Saya Prajurit Siap Jalankan Perintah!

Wednesday, 5 August 2026 - 15:48 WIB

Gencarkan “Jaga Jakarta+ On The Spot”, Kapolsek Tambora Titip Pesan Penting Ini ke Warga Tanah Sereal

Tuesday, 4 August 2026 - 22:43 WIB

Ramai Surpres Pergantian Kapolri, Komisi III DPR Sebut Isu Liar: “Kagak Ada, Kagak Ada!”

Tuesday, 4 August 2026 - 17:58 WIB

Terjebak Eksploitasi di Libya, Tiga WNI Korban TPPO Akhirnya Kembali ke Pelukan Keluarga

Monday, 3 August 2026 - 22:45 WIB

Hendardi: Tim Preventive Strike Harus Jadi Instrumen Pencegahan, Bukan Alat Represi Negara

Saturday, 1 August 2026 - 21:29 WIB

Viral Pagar Tinggi Mal, Astamaops Polri Fadil Imran: Warga Jangan Bangun Narasi Kecemasan

Berita Terbaru