Bukan Main Sendiri, Ini Fakta Baru Aksi Nekat Kopilot MSO Bawa Puluhan Ribu Ekstasi ke Jakarta

Wednesday, 5 August 2026 - 04:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampang Moh Saufi, Kopilot WN Malaysia yang diciduk di Soeta usai selundupkan 70.114 butir pil ekstasy. (ist)

Tampang Moh Saufi, Kopilot WN Malaysia yang diciduk di Soeta usai selundupkan 70.114 butir pil ekstasy. (ist)

KUALA LUMPUR — Kasus penyelundupan narkotika skala besar yang melibatkan seorang kopilot berinisial MSO perlahan mulai menampakkan titik terang. Publik sempat dibuat bertanya-tanya: bagaimana bisa seorang awak kokpit lolos dari pengawasan ketat Kuala Lumpur International Airport (KLIA) dengan membawa koper sarat muatan terlarang?

Teka-teki itu kini terjawab. Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM) mendapati indikasi kuat bahwa aksi nekat MSO tidak dilakukan seorang diri. Ada keterlibatan “orang dalam” yang memuluskan langkahnya.

Jejak Gelap Sang Kopilot

Direktur Departemen Investigasi Kriminal Narkotika (NCID) Bukit Aman, Datuk Hussein Omar Khan, membeberkan kronologi awal pergerakan MSO. Berdasarkan penyelidikan, petualangan gelap MSO bermula dari sebuah apartemen di kawasan Ampang, Malaysia. Di sanalah pasokan ekstasi dalam jumlah fantastis—mencapai 70.114 butir dengan berat total 26 kilogram—didapatkan.

Modus operandi yang digunakan tergolong licik. Pada suatu pagi, MSO mendatangi KLIA untuk menitipkan bagasi berisi narkoba tersebut. Usai menitipkan koper maut itu, ia sempat meninggalkan kawasan bandara untuk terbang sejenak ke Kota Kinabalu.

Sekembalinya dari Kinabalu ke Kuala Lumpur, MSO mengambil kembali koper berisi ekstasi tersebut, lalu mantap melangkah naik ke pesawat dengan tujuan akhir Jakarta, Indonesia.

Namun, pelarian MSO harus kandas di ujung jalan. Aksi penyelundupan tersebut digagalkan oleh petugas Bea Cukai Republik Indonesia saat pesawat yang ditumpanginya mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Membidik Oknum Petugas Bandara

Tertangkapnya MSO di Indonesia membuka kotak Pandora baru di Malaysia. PDRM langsung melakukan pengembangan internal untuk mengusut bagaimana koper berisi puluhan kilogram narkoba itu bisa lolos dari mesin pemindai dan prosedur keamanan bandara internasional.

Hasilnya mengejutkan. PDRM kini telah mengidentifikasi seorang oknum staf atau petugas yang bertugas di bagian pemeriksaan KLIA. Petugas internal inilah yang diduga kuat memberikan jalan mulus bagi MSO.

“Individu tersebut termasuk di antara staf yang terlibat dalam pemeriksaan di KLIA. Kami akan menggali untuk dimintai keterangan, dan jika terbukti kami akan melakukan penangkapan,” tegas Datuk Hussein Omar Khan, seperti dilansir Antara, Selasa (4/8)

Kehadiran oknum pengkhianat di balik layar keamanan bandara tentu menjadi tamparan keras bagi sistem pengawasan transportasi udara internasional.

Sinergi Lantas Negara

Untuk meruntuhkan jaringan sindikat narkotika internasional ini, PDRM tidak bekerja sendirian. Saat ini, pihak kepolisian Malaysia tengah berkoordinasi intensif dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

PDRM bahkan bersiap mengirimkan personelnya langsung ke Indonesia guna menggali keterangan lanjutan dari MSO yang kini mendekam di tahanan. Penyelidikan gabungan lintas negara ini diyakini akan mampu menyeret seluruh pihak yang terlibat—baik di darat, di udara, maupun di balik meja pemeriksaan bandara—ke muka hukum.**

Facebook Comments Box

Penulis : tra ginting

Berita Terkait

Tergoda Upah Puluhan Juta, Pria Asal Medan Terjerumus Jadi Kurir 5 Kg Sabu
Dari Mobil Dinas ke Jaringan Malaysia, Advokat Perempuan Diduga Jadi Mata Rantai Narkoba
Sindikat Narkoba Bersenjata Api di Bekasi Jadi Sinyal Merah bagi Aparat
Razia Malam di Tamansari Ungkap Peredaran Obat Keras, Polisi Kejar Dua Pemasok
Bareskrim Bongkar Jejak Permen Narkoba dari Inggris, Satu Nama Dipakai Empat Kali
PAKAR: Zero Tolerance Kapolda Sumbar Harus Jadi Gerakan Bersama Berantas Narkoba
Buron Usai Penggerebekan THM Batam, Basri Lewaimang Dibekuk di Malaysia
Dari Drop Box ke Media Sosial, Begini Modus Jaringan Etomidate yang Dibongkar Polda Metro

Berita Terkait

Saturday, 12 September 2026 - 20:39 WIB

Polda Metro Tangkap Tiga Tersangka Pengeroyokan Berujung Kematian Pedagang Kaca di Pejompongan

Tuesday, 8 September 2026 - 13:45 WIB

Antisipasi Abu Vulkanik, Polres Jakbar Kerahkan AWC Siram Sejumlah Jalan Protokol

Monday, 7 September 2026 - 22:21 WIB

43.838 Korban Keracunan MBG, PBHI: Negara Harus Bertanggung Jawab

Monday, 7 September 2026 - 18:17 WIB

Waspadai Efek Debu Vulkanik, Ditlantas Polda Metro Bagikan 20.000 Masker ke Pengemudi Ojol

Saturday, 5 September 2026 - 14:55 WIB

IPW Bongkar Dugaan Skenario di Balik Kerusuhan 27 Agustus: Siapa Dalangnya?

Saturday, 5 September 2026 - 11:58 WIB

PAKAR Pertanyakan Fungsi Intelkam Polda Metro Jaya Usai Pedagang Cermin Tewas di Pejompongan

Thursday, 3 September 2026 - 20:42 WIB

Di Tengah Derasnya Abu Vulkanik Sinabung, Polri Pastikan 374 Warga di Pengungsian Terlayani

Thursday, 3 September 2026 - 20:14 WIB

Sketsa Sudah Ada, Pelaku dan Motif Kematian Pedagang Cermin Masih Misteri

Berita Terbaru