Kapolri dan Titiek Soeharto Tinjau Pengungsian Korban Gempa NTT, 27.700 Warga Terdampak

Tuesday, 18 August 2026 - 16:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NUSA TENGGARA TIMUR — Di tengah suasana duka dan kepanikan yang masih terasa setelah gempa bumi mengguncang sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), bantuan terus berdatangan. Di lokasi-lokasi pengungsian, warga berupaya bertahan sembari menunggu keadaan kembali normal.

Di tengah situasi tersebut, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo turun langsung meninjau sejumlah lokasi terdampak dan pengungsian di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur, Selasa (18/8/2026).

Kapolri hadir bersama Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto dan sejumlah pejabat terkait. Selain melihat kondisi masyarakat secara langsung, Kapolri juga menyerahkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan penanganan bencana berjalan sesuai arahan Presiden. Bukan hanya soal pencarian dan pertolongan (SAR) serta evakuasi, tetapi juga memastikan warga yang kehilangan tempat tinggal tetap mendapatkan makanan, obat-obatan, layanan kesehatan, hingga kebutuhan dasar lainnya.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, kami mendapatkan tugas untuk membantu seluruh proses penanganan bencana, mulai dari pencarian dan pertolongan atau SAR, evakuasi korban, penanganan tanggap darurat, pelayanan kesehatan, hingga penyaluran bantuan logistik dan kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Kapolri.

Ribuan Warga Terdampak

Data sementara menunjukkan dampak gempa cukup besar. Sebanyak 1.245 orang menjadi korban, dengan rincian 67 orang meninggal dunia, 509 orang luka berat, dan 669 orang luka ringan.

Di sisi lain, sekitar 27.700 warga terpaksa meninggalkan rumah dan mengungsi. Mereka tersebar di 107 titik pengungsian yang berada di tujuh kabupaten.

Bagi warga yang masih berada di pengungsian, kebutuhan sehari-hari menjadi persoalan yang harus segera dijawab. Tenda, makanan, air, obat-obatan, pakaian, hingga fasilitas sanitasi menjadi bagian penting dalam masa tanggap darurat.

Kapolri mengatakan sebagian besar lokasi pengungsian kini sudah dapat dijangkau. Polri bersama unsur terkait terus bergerak dari satu titik ke titik lainnya untuk melihat kondisi warga sekaligus memetakan kebutuhan yang masih belum terpenuhi.

Di lapangan, Polri membentuk delapan Posko Tanggap Bencana. Satu posko berada di Labuan Bajo, sementara tujuh lainnya berada di Polres wilayah terdampak.

Posko tersebut tidak hanya menjadi pusat koordinasi, tetapi juga berfungsi menginventarisasi kebutuhan masyarakat yang terus berubah selama masa tanggap darurat.

Ratusan Personel Dikerahkan

Untuk memperkuat penanganan, sebanyak 236 personel bantuan BKO dikirimkan ke Polda NTT.

Mereka datang dengan kemampuan yang beragam. Ada personel SAR dan evakuasi, tenaga kesehatan, tim K9 untuk pencarian, personel trauma healing, pengamanan, hingga petugas yang membantu mendistribusikan bantuan.

Polri juga telah menyalurkan 247,66 ton bantuan logistik dan kemanusiaan dari Mabes Polri maupun Polda jajaran.

Bantuan tersebut terdiri dari bahan makanan, pakaian, perlengkapan pengungsian, obat-obatan, dan berbagai kebutuhan dasar masyarakat.

Namun, kebutuhan warga di tengah situasi bencana tidak selalu sama. Karena itu, distribusi bantuan dilakukan dengan menyesuaikan hasil evaluasi di masing-masing wilayah.

“Kami akan terus bergerak dan melakukan evaluasi setiap hari untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak, mulai dari tenda, obat-obatan, makanan, pakaian, tempat tidur, genset, MCK, hingga kebutuhan lainnya dapat segera dipenuhi secara bertahap,” tutur Kapolri.

Dalam kunjungannya ke Manggarai dan Manggarai Timur, Kapolri menyerahkan langsung bantuan bagi masyarakat terdampak.

Sebanyak 3.500 paket bantuan sosial, 500 mainan anak-anak, 39 kasur, 10 tandon air, dan 36 boks obat-obatan disalurkan. Bantuan tersebut dibawa menggunakan enam truk.

Bagi anak-anak yang berada di pengungsian, ratusan mainan yang ikut dibawa mungkin terlihat sederhana. Namun, di tengah situasi bencana, kebutuhan psikologis anak juga menjadi perhatian.

Karena itu, selain bantuan logistik, Polri turut menyiagakan personel yang memiliki kemampuan trauma healing untuk membantu masyarakat, terutama anak-anak, melewati masa sulit pascabencana.

Jalur Darat

Persoalan lain yang dihadapi dalam penanganan bencana adalah akses.

Tidak semua wilayah dapat dijangkau dengan mudah melalui jalur darat. Kondisi tersebut membuat distribusi bantuan membutuhkan alternatif lain.

Polri menyiapkan sejumlah sarana angkut udara, mulai dari pesawat Beechjet, CN, Casa hingga helikopter. Sarana tersebut digunakan untuk mendukung evakuasi, pengiriman bantuan dan logistik, serta memantau wilayah yang belum dapat dijangkau secara optimal melalui jalur darat.

Kapolri mengakui masih ada bantuan yang belum dapat menjangkau sejumlah wilayah dengan cepat.

“Kami juga memohon maaf apabila masih terdapat bantuan yang belum dapat menjangkau beberapa wilayah dengan cepat karena kendala akses dan jalur distribusi. Namun, berbagai alternatif terus kami siapkan agar bantuan dapat segera sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.

Untuk mendukung operasi tersebut, Polri menyiagakan satu kapal, tiga pesawat, dan tiga helikopter. Armada itu terdiri dari Kapal KP Bima 7014 kelas A3, dua helikopter AW 169, satu helikopter Bell-429, serta masing-masing satu pesawat CN, Casa, dan Beechjet.

Kesehatan Warga Jadi Prioritas

Di tengah pengungsian, persoalan kesehatan menjadi perhatian lain.

Warga yang membutuhkan pengobatan maupun penanganan medis lanjutan akan dibantu mendapatkan pelayanan kesehatan. Jika diperlukan, mereka akan dirujuk ke rumah sakit terdekat dengan dukungan proses evakuasi dan transportasi.

Perhatian juga diberikan kepada kelompok yang membutuhkan penanganan khusus, termasuk ibu hamil yang mendekati waktu persalinan.

“Terhadap masyarakat yang membutuhkan pengobatan maupun penanganan medis lanjutan, tentunya akan segera kita bantu dan apabila diperlukan akan dirujuk ke rumah sakit terdekat. Kami akan memfasilitasi proses evakuasi maupun transportasinya,” tegas Kapolri.

Penanganan bencana tidak berhenti ketika bantuan pertama tiba. Setelah masa tanggap darurat, masih ada proses panjang untuk memulihkan kehidupan masyarakat dan wilayah yang terdampak.

Karena itu, Polri memastikan koordinasi dengan BNPB, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh unsur terkait terus dilakukan.

“Polri akan terus berkomitmen untuk membersamai masyarakat dalam menghadapi masa-masa sulit ini, serta bersinergi dengan TNI, BNPB, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder terkait guna mempercepat penanganan bencana, pemulihan wilayah terdampak, serta menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat,” pungkas Kapolri.

Di tengah kehilangan dan ketidakpastian, warga NTT masih harus menjalani hari-hari di pengungsian. Bagi mereka, bantuan bukan sekadar angka dalam laporan penanganan bencana, melainkan kebutuhan nyata untuk bertahan dan kembali menata kehidupan.

Kapolri berharap kondisi segera membaik, seluruh proses penanganan berjalan lancar, dan masyarakat terdampak dapat kembali ke rumah serta beraktivitas seperti sediakala.**

Facebook Comments Box

Penulis : tra ginting

Sumber Berita : Humas Polri

Berita Terkait

Polda Metro Jaya Amankan 21 Orang Jelang Aksi BEM UI
Berdiri Bersama NTT, Pimpinan DPR Pastikan Bantuan dan Evakuasi Korban Berjalan Cepat
Jembatan Merah Putih Presisi Polri: Merajut Konektivitas dan Menggerakkan Ekonomi 2 Juta Warga di Pelosok Nusantara
Dugaan Penistaan Agama di The Sounds Project Berujung Laporan Polisi, Lima Pihak Diadukan
Ekshumasi Jenazah Sutrimo, Apakah Akan Menguak Tabir Penyebab Kematian?
Merawat Persatuan di Bawah Tugu Monas: Riuh Rendah Apel Kebangsaan dan Senyum Sehat Warga
9 Pegiat Media Sosial Ditahan Polda Metro Jaya Terkait Hoaks Demo Agustus
Apel Kebangsaan di Monas, Kapolda Metro Jaya: Menjaga Jakarta Berarti Menjaga Indonesia

Berita Terkait

Tuesday, 18 August 2026 - 16:06 WIB

Kapolri dan Titiek Soeharto Tinjau Pengungsian Korban Gempa NTT, 27.700 Warga Terdampak

Tuesday, 18 August 2026 - 14:53 WIB

Polda Metro Jaya Amankan 21 Orang Jelang Aksi BEM UI

Saturday, 15 August 2026 - 20:19 WIB

Berdiri Bersama NTT, Pimpinan DPR Pastikan Bantuan dan Evakuasi Korban Berjalan Cepat

Wednesday, 12 August 2026 - 17:04 WIB

Dugaan Penistaan Agama di The Sounds Project Berujung Laporan Polisi, Lima Pihak Diadukan

Wednesday, 12 August 2026 - 16:53 WIB

Ekshumasi Jenazah Sutrimo, Apakah Akan Menguak Tabir Penyebab Kematian?

Saturday, 8 August 2026 - 19:40 WIB

Merawat Persatuan di Bawah Tugu Monas: Riuh Rendah Apel Kebangsaan dan Senyum Sehat Warga

Saturday, 8 August 2026 - 15:51 WIB

9 Pegiat Media Sosial Ditahan Polda Metro Jaya Terkait Hoaks Demo Agustus

Saturday, 8 August 2026 - 15:22 WIB

Apel Kebangsaan di Monas, Kapolda Metro Jaya: Menjaga Jakarta Berarti Menjaga Indonesia

Berita Terbaru

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto (Ist)

Kabar

Polda Metro Jaya Amankan 21 Orang Jelang Aksi BEM UI

Tuesday, 18 Aug 2026 - 14:53 WIB