Alarm dari Makassar: Saatnya Kader Gerindra Menjadi Benteng Terdepan di Ruang Digital

Thursday, 6 August 2026 - 11:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad (Foto: Istimewa)

Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad (Foto: Istimewa)

MAKASSAR—-Udara di Upperhills, Makassar, Selasa (4/8), terasa begitu bergemuruh. Di hadapan sekitar 2.000 pengurus yang memadati gedung—mulai dari tingkatan DPD, DPC, PAC, hingga berbagai organisasi sayap partai—sebuah instruksi tegas dan penting langsung diserukan oleh Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad.

Bukan sekadar konsolidasi biasa, Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD Partai Gerindra Sulawesi Selatan kali ini menjadi panggung penegasan komitmen partai: perang terbuka melawan hoaks dan disinformasi.

Di era digital yang bergerak tanpa batas, layar gawai telah menjelma menjadi medan pertempuran opini publik yang paling sengit. Di sinilah Dasco melihat kerentanan, sekaligus peluang besar bagi kader partai untuk mengambil peran strategis.

Ia, dengan suara lantang dan penuh penekanan, meminta seluruh kader tidak boleh tinggal diam melihat arus informasi sesat berseliweran di linimasa media sosial.

“Kader Gerindra harus hadir di media sosial untuk menyampaikan informasi yang benar dan meluruskan berbagai hoaks yang menyerang partai maupun pemerintah,” tegas Dasco di hadapan ribuan kader yang menyimak dengan antusias.

Instruksi ini tentu bukan imbauan kosong. Dasco menyadari bahwa pertahanan siber dan narasi positif harus dibangun secara terstruktur dan masif.

Sebagai langkah nyata dalam memperkuat komunikasi politik partai, DPP Partai Gerindra bahkan tidak main-main dalam melakukan pengawasan.

Ia menambahkan, aktivitas media sosial seluruh kader Gerindra di Sulawesi Selatan kini akan dipantau secara berkala melalui sebuah dashboard monitoring khusus di tingkat pusat.

Langkah progresif ini menandai transformasi cara kerja politik modern. Kader di daerah tidak lagi sekadar bergerak di akar rumput secara konvensional, tetapi juga wajib menguasai panggung digital. Mereka dituntut untuk menjadi garda terdepan penjaga kebenaran—menyaring disinformasi, menangkal fitnah, sekaligus menjadi jembatan informasi yang objektif bagi masyarakat luas mengenai kerja nyata partai dan pemerintah.

Dari Makassar, pesan itu kini bergema luas. Perang melawan hoaks bukan lagi sekadar slogan, melainkan panggilan tugas bagi setiap kader Gerindra untuk merebut dan menjaga ruang siber yang sehat, edukatif, dan penuh kebenaran.

Facebook Comments Box

Penulis : tra ginting

Sumber Berita : SNN

Berita Terkait

Video Demo Lama Diviralkan Lagi, Polri Turun Tangan Usut Penyebarnya
JMP Puji Respons “Adem” Kapolri Hadapi Isu Surpres: Saya Prajurit Siap Jalankan Perintah!
Penanganan Kasus Eks Jampidsus Mengkhawatirkan, SETARA Institute Desak Presiden Alihkan Perkara ke KPK
Gencarkan “Jaga Jakarta+ On The Spot”, Kapolsek Tambora Titip Pesan Penting Ini ke Warga Tanah Sereal
Ramai Surpres Pergantian Kapolri, Komisi III DPR Sebut Isu Liar: “Kagak Ada, Kagak Ada!”
Terjebak Eksploitasi di Libya, Tiga WNI Korban TPPO Akhirnya Kembali ke Pelukan Keluarga
Hendardi: Tim Preventive Strike Harus Jadi Instrumen Pencegahan, Bukan Alat Represi Negara
Viral Pagar Tinggi Mal, Astamaops Polri Fadil Imran: Warga Jangan Bangun Narasi Kecemasan

Berita Terkait

Thursday, 6 August 2026 - 11:58 WIB

Alarm dari Makassar: Saatnya Kader Gerindra Menjadi Benteng Terdepan di Ruang Digital

Thursday, 6 August 2026 - 01:16 WIB

Video Demo Lama Diviralkan Lagi, Polri Turun Tangan Usut Penyebarnya

Wednesday, 5 August 2026 - 20:50 WIB

JMP Puji Respons “Adem” Kapolri Hadapi Isu Surpres: Saya Prajurit Siap Jalankan Perintah!

Wednesday, 5 August 2026 - 15:48 WIB

Gencarkan “Jaga Jakarta+ On The Spot”, Kapolsek Tambora Titip Pesan Penting Ini ke Warga Tanah Sereal

Tuesday, 4 August 2026 - 22:43 WIB

Ramai Surpres Pergantian Kapolri, Komisi III DPR Sebut Isu Liar: “Kagak Ada, Kagak Ada!”

Tuesday, 4 August 2026 - 17:58 WIB

Terjebak Eksploitasi di Libya, Tiga WNI Korban TPPO Akhirnya Kembali ke Pelukan Keluarga

Monday, 3 August 2026 - 22:45 WIB

Hendardi: Tim Preventive Strike Harus Jadi Instrumen Pencegahan, Bukan Alat Represi Negara

Saturday, 1 August 2026 - 21:29 WIB

Viral Pagar Tinggi Mal, Astamaops Polri Fadil Imran: Warga Jangan Bangun Narasi Kecemasan

Berita Terbaru