PAKAR: Satu Nyawa Hilang di Penjompongan, Pengusutan Rusuh 27 Agustus Tak Boleh Setengah Hati

Saturday, 29 August 2026 - 20:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Kematian Bambang Setiyawan (59), pedagang cermin yang tewas dalam kericuhan pascademonstrasi di Pejompongan, Jakarta Pusat, harus menjadi titik evaluasi serius terhadap cara aparat dan seluruh pihak menangani situasi di lapangan.

Ketua Pemantau Kinerja Aparatur untuk Keadilan Rakyat (PAKAR) Ikhwan Andi Aziz menegaskan, kematian Bambang tidak boleh berhenti sebagai catatan dalam sebuah kericuhan. Rangkaian peristiwa yang menyebabkan seorang warga kehilangan nyawa harus dibongkar secara utuh dan objektif.

“Ini harus menjadi alarm keras. Jangan hanya melihat siapa yang ditangkap atau diamankan. Yang jauh lebih penting adalah mengungkap bagaimana seorang warga bisa kehilangan nyawa di tengah situasi kericuhan dan siapa yang harus bertanggung jawab,” ujar Ikhwan dalam siaran persnya, Sabtu (29/8/2026).

Menurutnya, aparat memang memiliki kewenangan untuk mengendalikan kerusuhan. Namun, kewenangan tersebut bukan cek kosong untuk menggunakan kekuatan secara berlebihan. Setiap tindakan di lapangan harus dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Karena itu, PAKAR meminta pengusutan dilakukan tanpa tebang pilih. Jika ada masyarakat yang melanggar hukum, proses sesuai ketentuan. Sebaliknya, apabila ditemukan dugaan kekerasan berlebihan oleh pihak mana pun yang berkaitan dengan kematian Bambang, hal tersebut juga harus diperiksa secara serius.

“Hukum tidak boleh hanya tajam kepada mereka yang lemah. Siapa pun yang melakukan kekerasan berlebihan, siapa pun yang melanggar hukum, harus diperiksa dan dimintai pertanggungjawaban. Pengusutan kasus ini tidak boleh dilakukan dengan setengah hati,” tegasnya.

Ikhwan juga meminta kepolisian membuka secara terang kronologi kejadian, termasuk mengungkap pihak-pihak yang diduga melakukan kekerasan terhadap Bambang. Menurutnya, transparansi menjadi penting agar kematian korban tidak menyisakan tanda tanya dan spekulasi di tengah masyarakat.

“Bambang adalah warga yang kehilangan nyawa. Kalau benar ia bukan peserta aksi dan berada di lokasi karena situasi kericuhan, maka negara wajib memberikan kejelasan kepada keluarganya dan kepada publik tentang apa yang sebenarnya terjadi,” katanya.

Diketahui, Bambang ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di sekitar lokasi kericuhan di Jalan Pejompongan Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (28/8) dini hari. Ia kemudian dievakuasi ke RS Dr. Mintohardjo, namun nyawanya tidak tertolong.

Jenazah Bambang selanjutnya dibawa ke RS Polri Kramat Jati. Pihak keluarga, menurut keterangan kepolisian, menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan.

PAKAR menilai kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan berhentinya pengusutan. Aparat tetap perlu mengungkap rangkaian kejadian berdasarkan bukti, keterangan saksi, rekaman maupun informasi lain yang dapat menjelaskan penyebab kematian korban.

“Yang dibutuhkan sekarang bukan saling tuding, tetapi kebenaran. Usut sampai terang. Kalau ada yang salah, siapa pun orangnya, harus bertanggung jawab di hadapan hukum,” pungkas Ikhwan.(JEF)

Facebook Comments Box

Sumber Berita : PAKAR

Berita Terkait

Rangkul Pahlawan Keluarga, Kapolda Metro Jaya Titip Pesan Keselamatan untuk Pengemudi Ojol
Dari Spanduk di Patung HI ke Polda Metro, Status Enam Aktivis Greenpeace Dipertanyakan
TNI-Polri Kawal Penyampaian Aspirasi, Dialog Jadi Prioritas
Bedah 84 Rumah, Kapolda Bengkulu Hadirkan Sejuta Harapan
Bantu Pelajar Menyeberang Jalan, Wakapolda Bengkulu Beri Contoh Pelayanan Humanis
Polda Metro Jaya Perketat Pengaturan Lalu Lintas di Sejumlah Ruas Jalan Utama
Momen Hangat Kapolda Metro Jaya Jadi ‘Sahabat Anak’ di SD dan SMP Muhammadiyah Jakarta
Satu Visi dari Atas ke Bawah, Kapolda Sumsel Tentukan Kompas Kerja Lewat Commander Wish

Berita Terkait

Sunday, 25 October 2026 - 12:07 WIB

Dari Pelabuhan Tikus Hingga Kampung Narkoba, Arman Depari Puji Respons Cepat Jajaran BNN-Polri

Sunday, 25 October 2026 - 11:57 WIB

Tinggalkan Cara Lama, Polda Metro ke Kampung Ambon Bawa Layanan dan Harapan

Saturday, 24 October 2026 - 19:12 WIB

Tinggalkan Cara Lama, Polisi Bersama Warga Kampung Ambon Akan Ubah Zona Hitam Narkoba Jadi Pemukiman Sehat

Wednesday, 21 October 2026 - 13:49 WIB

Memburu Bandar, Membenahi Kampung, Jalan Panjang Melawan Narkoba

Wednesday, 21 October 2026 - 13:28 WIB

Ditresnarkoba Polda Metro Sita 7 Juta Butir Obat Ilegal, Siapa Pengendali di Balik Produksi?

Tuesday, 20 October 2026 - 11:56 WIB

Polres Jakpus Telusuri Jaringan di Balik Peredaran 858 Kartrid Diduga Mengandung Etomidate

Tuesday, 13 October 2026 - 05:41 WIB

Sidak Kampung “Narkoba” Bahari Tanpa Gas Air Mata, Sinyal Pendekatan Baru Kapolda Metro?

Friday, 9 October 2026 - 15:04 WIB

Dari Kampung Ambon ke Boncos, Perang Narkoba Tak Cukup dengan Gerebek

Berita Terbaru